Month: September 2012

Short Story #140: Cukup

“Kamu mau minta apa?” Dewi bertanya usai panjang lebar memberitahu apa saja yang ia ingin wujudkan beberapa bulan ke depan. “Ga. Aku ga minta apa-apa. Yang sekarang juga udah cukup.” jawab Dodi santai sambil membelai punggung Dewi. “Yakin?” Dewi bertanya penasaran. “Iya.” “Beneran?” “Iya, beneran.” Dodi menjawab lagi sambil tetap bersandar ke sofa. “Oh.. abisnya

Short Story #139: Aku Cuma Pengen Kamu Tau

Lily melihat lagi ke arah ponselnya. Memastikan pesan yang masuk benar-benar dari Leon, lelaki yang telah memikat hatinya. Pelan-pelan dalam kegelapan rumah, ia menuju pintu depan. Membawa tasnya. Memegang jaketnya. Berharap tak ada kegaduhan yang timbul. Tepat di saat ia memutar anak kunci pintu depan, ia mendengar suara. “Ketemu Leon lagi?” ujar seseorang dari arah

Short Story #138: Itu Dulu…

“Kamu punya lima menit, dimulai dari sekarang.” Teguh memberitahu setelah duduk di depan Natalia pada sebuah meja café outdoor. “Cuma lima menit?” Natalia bertanya untuk memastikan. “Iya. Dan sekarang sudah berkurang sepuluh detik.” jawab Teguh tegas. Natalia menarik napas. Ia tak menduga sebelumnya jika pertemuannya dengan Teguh akan seperti ini. Setidaknya, tidak ia duga saat

Short Story #137: Pintar dan Pemikir

“Udah, ga usah dipikirin…” Doni memberitahu sambil menepuk pundak Arya, salah satu sobatnya yang tengah duduk menunggu bersama Bobby di kursi café. Arya dan Bobby menatap sejenak kawan lamanya tersebut hingga kemudian Doni duduk di kursi di depannya. “Ah, loe bisa aja, Don…” ucap Arya. “Lho, tapi bener kan loe lagi mikirin sesuatu?” tanya Doni