Month: February 2012

Short Story #102: Bersama

“Aku ga ngerti kenapa jadinya harus begini…” Rudi menggumam. “Mungkin udah takdir..” jawab Tasya yang berdiri di sampingnya. Sama-sama menatap langit sore keemasan dari atap salah satu gedung tinggi. “Tapi manusia pun masih bisa ikhtiar supaya hasil dari takdir jadi lebih baik, kan?” tanya Rudi. “Mungkin.” jawab Tasya singkat. “Trus, kenapa meski aku udah berusaha

Short Story #101: Masih Sama

“Wah Chandra, kamu dateng juga.” Farah menyapa seorang lelaki yang baru tiba dan sedang mengisi buku tamu di meja sampingnya. “Eng… Farah, ya?” Chandra balik bertanya sambil mengambil pulpen dan langsung mengisi buku tamu. “Iya.. Masa’ kamu lupa sama aku?” respon Farah. “Aku ga lupa. Aku cuman amazed aja, kok kaya’nya kamu ga berubah banyak..”

Penulisan Terjemahan “Motorcycle” di Bahasa Indonesia

Mari kita mulai postingan ini dengan sebuah pertanyaan, “Apa bahasa Indonesia dari motorcycle?” Saya yakin, sebagian besar dari kita akan menjawab “sepeda motor”. Menurut saya pribadi, terjemahan tersebut belum tentu benar, tapi juga tidak salah. Bingung? Oke, lanjut ke bawah. Jika dibedah, motorcycle memang terdiri dari dua kata, yakni motor dan cycle. Jika diartikan atau

Short Story #100: Pilih Yang Mana?

“Udah ada putusannya?” tanya Gwen santai ke Ayumi di depannya. Ayumi menghela napas. Pandangannya tetap mengarah ke cakrawala yang membatasi lautan di depannya. “Aku ga tau ah..” “Berarti belum..” Gwen menarik kesimpulan sambil kemudian menarik kakinya naik ke atas dermaga. Bersila. “Aku ga bisa kalo harus milih di antara mereka..” Ayumi berujar. “Listen to your

Short Story #99: Merayakan Cinta

“Nanti malem bakal ada acara apa, nih?” tanya Dwi pada Icha, teman sekantornya, saat mereka sedang makan siang bersama. “Lho, emang ada yang spesial gitu hari ini?” Icha justru balik bertanya sambil bergerak mengecek kalender. “Kan Valentine’s Day, Cha..” Dwi memberitahu. “Emang tadi pagi suamimu ga ada yang beda, gitu?” “Hmm….” Icha menggumam sambil menyandarkan

Short Story #98: Benci

“Ga rela rasanya kalo mulai besok harus ngelepas seragam putih abu-abu ini..” celetuk Indra di suatu siang di lapangan basket belakang sekolah sambil menyaksikan teman-teman sekelas mereka bermain basket untuk terakhir kalinya. “Lah, emang loe mau terus-terusan jadi anak SMA gitu?” tanya Citra, teman dekatnya sejak kelas satu dulu. “Ga gitu juga sih.. Abis gue

Short Story #97: Ngapain Percaya Ramalan Zodiak?

“Ternyata Scorpio itu cocoknya sama Pisces..” ucap Kania di dalam kelas. Kebetulan, guru mata pelajaran kelasnya sedang tak masuk. “Cocok gimana? Buat pacaran gitu?” tanya David, salah satu teman sekelas yang bangkunya kebetulan berdekatan. “Iya kali.” jawab Kania. “Trus, trus, kalo Leo cocoknya sama apa?” tanya Februa, teman sekelas mereka. “Loe tuh aneh Feb, nama

Short Story #96: Beda Beberapa Menit Saja

Dering ponsel Dian perlahan membuyarkan mimpi dalam tidurnya. Sambil malas-malasan, Dian mengangkat ponselnya tanpa membuka mata. “Halo…” ucap Dian parau. “Hei, Cantik! Ayo banguuunnn…!” jawab suara di seberang yang sanggup membuat Dian segera membuka mata. “Edwiiinn… Aku kangeeennn…” suara Dian segera berubah manja. “Aku tau Sayaaaanngg.. Aku juga kangen kamuuuuu…” jawab Edwin menimpali. “Kamu kapan

Short Story #95: Suatu Pagi di Taman Kota

Pagi itu taman kota tak terlalu ramai walau hari Minggu. Mungkin, sebagian warga kota sedang berlibur keluar kota. Mungkin, warga kota sudah lupa akan taman kota. Tapi, tidak dengan Benny. Sambil sesekali melihat ke arah danau di depannya, Benny membaca buku yang ia pegang dengan tekun. Membiarkan desir angin menyibakkan poni di dahinya sekali waktu.

Short Story #94: Berseberangan

Tedi larut dalam diam. Tubuhnya terasa lelah. Tenggorokannya masih terasa tegang. Kepalanya panas. Tapi semua tak ia tunjukkan, melainkan hanya termenung sambil menatap pecahan gelas di depannya. “Aku capek begini terus..” ucap Sifa di salah satu kursi tak jauh dari Tedi. “Kita harus berhenti ngelakuin ini semua, Ted.” Tedi tak menjawab, melainkan hanya menggeser badannya