Month: October 2011

Short Story #60: Ramalan

“Bay, katanya Mira loe bisa ngeramal, yak?” tanya Nadia sambil duduk di kursi sebelah Bayu. Bayu yang tengah asyik membaca buku di pinggir lapangan basket sekolah, menoleh sejenak ke arah Nadia. “Ngeramal apa, ya?” “Lah, koq malah balik tanya? Kan tadi gue yang nanya duluan..” ucap Nadia. “Ya abis, kata-kata Mira loe telen gitu aja.

Short Story #59: Status

“Maksud kamu apa koq ngubah status kita?” teriak Lea sambil membanting buku ke meja kantin. Indra yang hampir terkejut, menyimpan sendok makanannya, lalu melihat ke arah Lea. “Lea, duduk dulu deh. Jangan teriak-teriak dong. Malu.” Indra berkata dengan nada yang hampir berbisik. Lea menatap sekitar kantin yang cukup sepi pada jam kuliah. Lalu menatap Indra

Short Story #58: Tapi Gue Tau

“Loe koq belagu amat, sih?!” Nina menghardik lelaki di depannya yang diam seribu bahasa. Walau napas Nina memburu seakan hendak menerkam, tapi lelaki itu tetap tenang. Pandangannya teduh, tepat ke arah mata Nina. “Biarpun kita temenan udah lama, Ndi, tapi gue rasa loe ga berhak semena-mena ngatur apa yang boleh dan ga boleh gue kerjain.”

Short Story #57: Setelah Lampu Menyala

PET! Suara lampu di ruang tengah meletup pelan yang diikuti oleh padamnya listrik rumah. Dita yang tengah menonton TV, langsung mengomel pelan. “Ini kenapa lagi sih mati lampu. Rese amat dah.. Gue lagi asik nonton tv juga..” ucap Dita sambil lalu berdiri sambil menyalakan lampu ponselnya. Di tengah-tengah remang-remang lampu ponsel, Dita bergerak menuju pintu

Short Story #56: Panggilan

“Kung, loe kemaren ditonjok Satria, kenapa ceritanya?” Mamat bertanya setibanya di kantin, dan duduk semeja di depan Akung. Akung tak menjawab. Ia hanya melihat Mamat sekilas, sambil merengut. “Mau gue aja yang cerita, Kung?” Fitri yang duduk di sebelah Akung menawarkan. Akung mendengus. “Terserah lah..” jawabnya singkat sambil lanjut menyantap makan siangnya. “Emang kenapa, Fit?”

Short Story #55: Aku Aja Pasti Mau

“Gimana kabar Mamah? Masih kerja di resto itu?” Arie membuka percakapan saat menyambut Dara, teman lamanya sejak kecil di cafe tempat mereka janjian. “Mamah baek. Iya, dia masih kerja di resto itu. Tapi udah dikit aja sih jam kerjanya. Papah yang minta dia buat ngurangin.” jawab Dara sambil duduk di depan Arie. “Syukurlah..” ucap Arie

Cerita Rak Majalah

dari stream yang dibuat putri pratiwi di googleplus soal cover buku, saya jadi keingetan salah satu laporan dan riset “kecil-kecilan” soal cover majalah yang pernah saya buat dulu waktu masih jadi pekerja media. kurang lebihnya, intisarinya seperti ini: selayaknya manusia, cover itu adalah tampilan terluar sebuah produk buku/majalah. bisa itu baju yang kita kenakan, wajah,

Short Story #54: Kadaluarsa

Tasya sedang terlihat mengecek tanggal kadaluarsa makanan yang selesai ia beli, ketika Rio, teman sepermainannya sejak kecil berpapasan dengannya di luar mini market dekat komplek rumah. “Abis belanja, Sya?” sapa Rio. “Iya. Kamu mau belanja, juga?” tanya Tasya. “Mau beli rokok, sih. Loe ngapain sih itu koq snack dikeluar-keluarin gitu? Mau ganti? Sini gue bantu.”

Short Story #53: Temen Jalan

“Gilak… Capek bener gue semalem nemenin jalan sodara dari luar kota..” Dodi mengeluh sambil kemudian bersandar di sofa cafe. “Emang jalan ke mana aja?” tanya Vina, temannya sejak SMA yang sedang menyeruput kopi. “Biasa lah, ke mal itu, ini, belanja sana-sini.. Capek banget.. Semua tempat didatengin dalam semalem doang.. Padahal liburan dia di sini masih

Short Story #52: I’m Home!

Romi memutar kunci pintu apartemennya hingga membuka. Masih dengan tangan yang sama, ia memutar kenop pintu, mencabut anak kunci, dan masuk ke dalam apartemennya. “Honey, I’m home!” ucap Romi setengah berteriak. Tapi, tiada jawaban. Sambil menutup pintu dengan kakinya, ia menyimpan tas kerjanya di meja kecil dekat ambang pintu. Anak kunci pun tak lupa ia