Month: January 2011

Short Story #18: Lagi Di Luar Kota

Eka sedang berjalan menuju kasir dengan menenteng tas belanjaan berisi beberapa pakaian untuk dibayar ketika pinggangnya dicolek dari arah samping. Sontak, ia langsung menoleh dengan tatapan penasaran. “Eka!” panggil wanita yang mencolek pinggangnya. “Ah! Astri!” jawab Eka sambil langsung keluar dari antrian menuju kasir, dan mendekati sahabat lamanya itu. Tanpa dikomando lebih jauh, Eka dan

Cara Mudah Bikin (Rame) Acara di Luar Jakarta

Jakarta identik dengan pusat segala macam yang ada di Indonesia. Ingin mendapatkan sesuatu yang adanya nun jauh di seberang pulau, datang saja ke Jakarta. Pasti tersedia, walaupun tak 100% sama seperti yang diinginkan. Meski begitu, sudah cukup untuk menghilangkan rasa penasaran atau sekadar melepas “dahaga” akan keinginan. Oleh karena itu pula, Jakarta dikenal sebagai magnet

Short Story #17: Ga Bisa Pacaran Lebih Lama Lagi

“Kamu telat.” Maria mendengus ke arah Seno yang baru tiba di teras rumahnya. “Do you know how many minutes I’ve been waiting in this terrace?” Seno memasang wajah datar. Ia berusaha sedemikian mungkin menjaga emosinya agar tak terpancing. Ia mengeluarkan sebuah kunci dari sakunya, dan kemudian melewati Maria menuju pintu depan. “Kalo emang bakal telat,

Short Story #16: Ga Logis

“Buy me a coffee.” ucap Sandra di sebuah pagi. Ringan. Singkat. Memikat. Lelaki di hadapan Sandra masih diam. Ia setengah tak percaya jika ia telah diminta Sandra untuk membelikan kopi. “Well? Apalagi yang kamu tunggu, Lex?” tanya Sandra. “Buat apa?” tanya Alex. “Ya buat aku minum. Masa’ buat cuci muka?” “Aku tahu kopi buat diminum,

New Media, Kenapa Tidak?

“New Media”, istilah itu sepertinya belum awam dan jamak didengar. Tapi walau begitu, “New Media” layak menjadi sebuah sorotan perkembangan media saat ini. Karena “New Media” menjadi sebuah bentukan media baru, untuk menambah bentukan media yang sudah ada, yakni media cetak dan media elektronik. Secara singkat, “New Media” bisa dilihat sebagai media yang muncul di

Short Story #15: Lho, Mama?

“Sepertinya gue kenal, nih..” sahut seseorang sambil menepuk pundak Eko. Sontak saja,Eko langsung menoleh ke arah suara. “Weits, ma brader Rudi! Apa kabar, bung?” Eko berdiri sambil langsung menyalami sahabat lamanya itu. “Duduk Rud, temenin gue ngopi-ngopi.” “Already bought a cup, though..” ujar Rudi sambil duduk di depan Eko di dalam sebuah kedai kopi. “Sejak

Mengatasi Masalah Ketika Menulis

Beberapa kali saya sempat mendapat pertanyaan dari beragam orang, Gimana sih caranya bisa tetep nulis? Emang ga pernah keabisan ide gitu? Ga pernah berasa bosen? Ga pernah pengen berenti? dsb.. dsb.. dsb.. Dan, jawaban yang saya berikan singkat saja. Pernah. Tapi nyatanya, jawaban saya itu tidak cukup bagi mereka yang bertanya pada saya. Karena kemudian,

Short story #14: Kita Kan Sepupu!

“Gue suka sama loe, Ve. Bener-bener suka yang bikin deg-degan gitu.” Tedi tiba-tiba berbisik di tengah kesunyian perpustakaan yang senyap. Sontak saja, Vera yang mendengar ucapan Tedi langsung melihat dengan ekspresi terkejut. Tak ada angin, hujan, ataupun guntur, tiba-tiba saja Tedi yang sedari tadi membaca buku di sampingnya menyatakan suka padanya. Ia pun sampai lupa

Short Story #13: Surprise Lunch

Rini baru keluar dari kamar mandi wanita ketika ponselnya berbunyi. Sekilas terlihat di layarnya, Agus yang menelepon. “Halo Gus, tumben nelepon siang-siang gini. Ada apa?” Rini membuka percakapan. “Iseng aja, Rin. Loe lagi apa?” tanya Agus. “Baru keluar dari toilet. Gue rencana mau makan siang sih nih. Udah jam dua belas lewat kan.” jawab Rini.

Short Story #12: Ibu

Puteri duduk terdiam di bangku peron. Ia berulangkali melihat arlojinya sambil berganti menatap ke jam stasiun. Menunggu, jelas itu yang ia lakukan. “Rileks Put, pasti keretanya sampe koq. Ga usah cemas gitu.” Mira mencoba menenangkan sahabatnya itu. “Aku yakin keretanya sampe Mir, tapi aku cuma taku dia ga bakal ada di kereta itu. Tau sendiri