Month: December 2010

Short Story #10: Aku Mungkin Bukan Pangeran, Raja, atau Ksatria

“Aku kurang ngelakuin apa sih buat kamu? Segala macam yang kamu mau, udah aku kasih, aku lakuin. Semua demi kamu.” Raga berucap sambil menggenggam tangan Lintang. Mata Lintang berkaca-kaca. “Ga ada yang kurang dari kamu, Ga. Kamu sempurna, dan aku berterima kasih atas semua yang kamu lakukan buat aku.” “Trus? Apalagi yang bikin kamu masih

Short Story #9: What Would You Do For Someone You Love?

“What would you do for someone you love?” Kiara bertanya. Jeff yang sedang meminum iced cappuccino pun berhenti dan memandangnya. “Hmm.. Let’s see..” Jeff memegang dagunya yang hanya terdapat beberapa helai janggut. “Sepertinya ga ada.” “Hah?! Ga ada?!” Kiara langsung berseru. Jeff menaikkan alisnya sebelah. “Iya, ga ada.” “Koq bisa?” Kiara memburu. Jeff tak langsung

Short Story #8: Kalo Gitu, Ini Rahasia Ya

“Aku cukup yakin kalo Tere pasti begituan selama di Jakarta sama pacarnya.” Romi menuduh. “Begituan? Begituan apa maksudmu?” sergah Dea. “Ya begituan, yang suka sama suka, di atas kasur gitu. Bayangin aja coba, beduaan aja ke Jakarta buat dateng ke event, udah gitu nginep pula. Dalam satu kamar lagi!” Romi menambahkan. “HUSS! Jangan sembarangan kamu!

Short Story #7: It’s You The One I’m Waiting For

“Kenapa sih kamu belom merit juga, Ne?” tanya Daniel. Ine meminum kopinya. “Belom kepengen aja, Niel.” “Serius? Sama sekali ga pernah kepikiran gitu?” Daniel bertanya lagi. “Kepikiran ya pernah, tapi ya bawa santai aja sih. I’m not in rush.” jawab Ine santai. Daniel diam. Kini gilirannya yang meminum kopinya. “Tumben kamu nanya begitu.” ujar Ine.

Short Story #6: Ini Hari Apa?

“Kamu inget ini hari apa?” Laras bertanya. Setyo yang tengah menyendok makan siangnya berhenti. “Hari Minggu ‘kan?” JLEB! Hati Laras seperti ditusuk pedang Excalibur. Ini hari ulangtahunnya, dan pacarnya sendiri ga inget! “Serius kamu taunya ini hari Minggu?” Laras bertanya lagi. Ia menyembunyikan kekesalannya dengan tetap berwajah manis. Setyo menyimpan sendoknya ke dalam mangkok. Ia

Short Story #5: Pada Suatu Malam

Malam sudah larut. Walau begitu, hari belum berganti. Tanggalan masih sama seperti pagi, siang, dan sore sebelumnya. Meski begitu, Leo tak kunjung terlelap. Entah, tapi ia gelisah. Dari balik selimut nyaman yang membuatnya tetap hangat di dalam apartemennya, Leo membuka mata. Ia bangkit, menarik badannya hingga terduduk di kursinya. Tatapan matanya mengarah ke jendela yang

Short Story #4: I’m Happy Right Now

“Aku ingin kesempatan kedua, Jar.” Dewi menatap Fajar dalam-dalam. Matanya menyiratkan permohonan dan harapan. Fajar diam. Ia menunggu. “Aku mau nagih janji kamu dulu, kalo kamu bakal selalu ada buat aku.” Dewi menambahkan. “Aku ga ke mana-mana kan, Wi. Aku di sini dari dulu juga.” Fajar bereaksi cepat. “Kamu yang justru pergi..” “Aku tau…, dan

Short Story #3: Beloved Husband

“Gimana kalo aku bilang… Kamu jangan pergi?” Dita mengerjapkan matanya manja sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Gun. Gun tersenyum kecil. Ia melihat ke arah Dita di samping kanannya, sambil melingkarkan tangan di bahu Dita. “Kamu tau kan, aku juga pengennya begitu?” “Ya…kalo gitu tinggal dilakuin, ‘kan?” Gun tersenyum lagi. “I wish it’s as simple like

Short story #2: I Never Said That I Love You, Even I Do Need You

“Aku masih ingin sekolah lagi.” ucap Clara. Ia memegangi perutnya. Rambutnya tersibak hembusan pelan angin laut, menawarkan aroma cinta yang Zul rengkuh malam-malam sebelumnya. “Tapi aku ingin memilikinya. Mempertahankannya.” sahut Zul. Ia tak melihat ke arah lautan seperti Clara. Ia memandangi Clara. Terpikat lekat. “Biar bagaimanapun, ini tubuhku. Akulah yang nanti selama beberapa bulan ke

short story #1: Karena Aku Sayang Kamu

“I’m getting married.” ucap Jane. Datar. Singkat. Tengku menghisap rokoknya dalam-dalam. Ia memalingkan mukanya dari arah Jane, kemudian menghembuskan asapnya. Ia tahu Jane tak menyukai asap rokok, rokok, apalagi perokok! Tapi kali ini, Tengku harus merokok. HARUS! “Aku udah tau sejak 3 hari yang lalu.” “Dari mana kamu tau? Dari Kim?” sergah Jane segera. Terkejut.