short story #1: Karena Aku Sayang Kamu

“I’m getting married.” ucap Jane. Datar. Singkat.

Tengku menghisap rokoknya dalam-dalam. Ia memalingkan mukanya dari
arah Jane, kemudian menghembuskan asapnya. Ia tahu Jane tak menyukai
asap rokok, rokok, apalagi perokok! Tapi kali ini, Tengku harus
merokok. HARUS!

“Aku udah tau sejak 3 hari yang lalu.”

“Dari mana kamu tau? Dari Kim?” sergah Jane segera. Terkejut.

“Ga. Aku ya tau aja. Bahkan pas kamu dilamar 3 bulan yang lalu pun,
aku tau.” ucap Tengku sambil mematikan rokoknya di asbak meja.

Jane diam. Ia terheran-heran dari mana Tengku bisa tahu hal-hal itu.
Padahal, ia tak pernah memberitahunya. Tak mungkin juga jika Kim yang
memberitahunya.

“Aku kira, aku temen deket kamu, Jane. Aku kira, kita bisa berbagi
kabar gembira.” ucap Tengku.

“Trus kenapa? Apa karena kamu selalu ada tiap aku butuh, jadi aku
harus ngasitau semua kejadian dalam hidup aku?!” nada suara Jane
meninggi.

Tengku meremas bungkus rokoknya. Ia bimbang antara menyalakan sebatang
lagi, atau tidak.

“Karena aku sayang kamu, Jane. Bahkan lebih dari sayang.” jawab Tengku
sambil berdiri, membuang bungkusan rokoknya ke tempat sampah, dan
mengambil jaketnya di bantalan kursi. Tak lama, ia pun pergi
meninggalkan Jane.