RSS Feed

Posts Tagged ‘#savekoprol’

  1. All Access Koprol

    April 12, 2012 by Billy Koesoemadinata

    Tentunya banyak yang menyayangkan kalo Koprol akan ditutup suatu saat nanti dekat-dekat ini. Walau begitu, tentu itu tanda bahwa users begitu menyayangi social network asli Indonesia ini. Dan, menurut saya wajar saja users merasa begitu. Kenapa? Karena Koprol bisa diakses dari mana saja dengan fitur-fitur yang hampir sama bisa digunakan di setiap aksesnya.

    Iya, All Access Koprol.

    Check in. Search location. Teleport. Comments. Mentions. Add/approve friends (Alerts). Hingga yang terbaru: Stamps. Semua fitur-fitur tersebut bisa digunakan di setiap aksesnya. Baik hape “biasa” seperti Nokia dengan browser, hingga aplikasi via blackberry dan android. Mungkin hanya kurator saja yang benar-benar memerlukan akses via website.

    Dan semua itu.. membuat Koprol begitu memudahkan penggunanya.

    Coba saja bandingkan dengan layanan berbasis lokasi lain seperti foursquare. Apakah via mobile dia memiliki fitur yang sama bagusnya dengan versi apps? Tentu tidak. Bahkan, foursquare tidak bisa “digunakan” dari versi full website-nya.

    Lalu, mau bandingkan dengan apalagi? Gowalla? Brightkite? Bouncity? Rasa-rasanya.. Koprol masih di depan daripada mereka semua dalam hal akses. Dan itulah nilai lebih yang seharusnya dipertahankan, dan membuat Koprol begitu bernilai.

    Iya, Koprol begitu bernilai.

    Maka dari itu, sayang rasanya jika nanti, Koprol tak lagi bisa “dinikmati” dengan segala kemudahan akses tersebut. Sayang rasanya jika tak ada lagi jejaring sosial dengan kelebihan yang begitu bernilai tersebut. Sayang rasanya jika kemudian segala yang bisa dinikmati melalui all access tersebut menjadi sebuah sejarah. Masa lalu. Yang kemudian hanya bisa dikenang, dan diperbincangkan dengan kata-kata “Dulu.. Waktu Koprol masih ada…..”


  2. Mengapa “Harus” #SaveKoprol?

    April 9, 2012 by Billy Koesoemadinata

    Bagi Anda yang ngefollow saya di twitter, semalam mulai periode jam 7 malam tentu menyimak beberapa twit saya “dihiasi” dengan tagar #SaveKoprol (atau #savekoprol – sama saja). Beberapa followers dan juga kenalan saya langsung me-reply twit saya tersebut dan bertanya-tanya ada apa dengan Koprol – situs social media asli buatan Indonesia, yang “telah” diakuisisi Yahoo!. Kebanyakan, saya jawab dengan “ditakutkan koprol akan ditutup, silakan liat artikel lengkapnya di dailysocial.net”.

    Trus, kenapa harus #SaveKoprol?

    Jawabannya akan beragam.. tapi, beberapa pasti akan tertera seperti berikut.. Karena memang harus. Karena saya (kebetulan) adalah pengguna Koprol. Karena beberapa teman saya pengguna Koprol. Karena saya mendapatkan teman-teman baru melalui Koprol. Karena Koprol adalah hasil “kreativitas” sejumlah orang Indonesia dengan talenta yang mumpuni. Karena Koprol memiliki jutaan user. Dan yang paling penting adalah.. karena Koprol milik kita semua.

    Iya, Koprol milik kita semua.

    Dari mana saya yakin Koprol milik kita semua? Siapa kita yang dimaksud? Dan, mengapa harus dimiliki kita semua? Jawaban itu tentu akan relatif bagi setiap orang. Tapi buat saya sih, gampang aja. Karena saya dapat “sesuatu” dari Koprol. Saya yakin, setiap orang pun pasti dapat “sesuatu” dari Koprol. Entah itu teman, pertengkaran, diskusi, ilmu, sampai dengan foto-foto dan info lucu. Sehingga Koprol tak hanya memiliki usernya, melainkan juga usernya memiliki Koprol.

    Dari keterkaitan bahwa saya mendapatkan “sesuatu” dari Koprol itulah, kemudian saya (dan mungkin user-user lainnya) memiliki kaitan erat dengan Koprol. Entah itu sekadar cek in, komen, scroll timeline, sampai dengan meramaikan hot tags (yang cukup everlasting adalah hot tags #pea :lol: ). Meski memang harus diakui bahwa beberapa bulan terakhir user-usernya kurang “aktif” menggunakan Koprol (termasuk saya), akan tetapi bukan berarti usernya lupa atau bahkan meninggalkan Koprol. Kalopun sampai meninggalkan, usernya meninggalkan untuk kembali lagi.

    Iya, kembali lagi seperti beberapa hari terakhir ini…

    Jika ditanya lebih jauh dan lebih detail mengenai apa “sesuatu” yang saya dapat dari Koprol.. contohnya seperti ini..

    Dulu, di tempat kerja saya sebelumnya, berkat Koprol saya bisa kenal dengan beberapa teman “segedung” seperti Cakra, Yona, Miftah, dan beberapa lagi. Berkat Koprol pula, saya dapat tumpangan pulang setelah selesai menghadiri pbjogja 2010 lalu (thanks to Ardhis). Berkat Koprol pula, saya terbantu saat harus “berkeliling” di Bandung berkat teman-teman B_Kops seperti Mira, Fajar, dan lain-lain. Berkat Koprol saya bertemu lagi dengan teman-teman sealmamater yang ternyata masih satu angkatan seperti Erbe, dan Dhani. Berkat Koprol, saya mendapatkan beberapa pembaca (setia) short story saya. Dan, masih banyak lagi yang saya dapatkan berkat Koprol termasuk yang kurang nyaman seperti perdebatan tak henti-henti, users yang seenaknya add/approve place, dan lain-lain.

    Tapi itu semua berkat Koprol…

    Andai Koprol tidak (pernah) ada, semua yang saya dapatkan dari Koprol tentu tinggal sejarah, atau tak pernah terjadi sama sekali…

    Jadi, ayo #savekoprol dengan semua upaya yang bisa kamu lakukan!