Posts Tagged: naskah

#16

Kubuka pintu dan masuk. Kupakai sandal, dan beranjak menuju kamarku. “Ghita-chan, kau sudah pulang?” Kutatap Hikaru di ruang TV. Ia sedang menonton sebuah acara. “Ya. Ada apa?” Hikaru langsung mematikan TV dan berbalik menghadapku. Sorot matanya menyala-nyala. Jelas, ia menginginkan sesuatu. “Bagaimana ceritanya?” Aku tersenyum lemah. Malas. “Ah, kau ini. Mau tahu saja!” “Yah, ayo… Read Article →

#15

Teko teh sudah hampir kosong. Cangkirku dan Pram sudah kosong. Ia diam di hadapanku. Lama. “Udah lama kita nggak ngobrol sebanyak dan selama ini.” “Ya. Kalo lagi minum teh, enaknya emang ngobrol, sih. Apalagi kalo sama Hikaru. Wah, bisa lupa waktu!” Pram tersenyum. Ia menatap arlojinya. Kulihat dirinya. “Jam setengah delapan. Aku harus balik ke… Read Article →

#14

Di stasiun Yamaguchi, aku turun. Pram di belakangku. Hari sudah mulai gelap. “Lalu?” “Kita jalan kaki.” “Hah? Emangnya deket?” Aku hanya tersenyum, dan melangkah lebih dulu. Pada hal-hal tertentu, Pram tetaplah sama. Ia masih Pram yang dulu. Seperti ini, dan tadi saat di kereta. Benarkah? Atau itu hanya akting? Lalu, bagaimana dengan pertanyaannya yang tak… Read Article →

#13

“Jadi, kau kuliah di sini?” tanya Pram memecah kebekuan di kafetaria. Cangkir kopinya sudah setengah kosong. “Ya.” “Kuliah bidang apa?” Diam. Aku agak heran mendengar Pram menanyakan hal ini. Tidakkah dulu pernah kukatakan padanya? “Kau sudah lupa?” “Yah, hanya ingin memastikan saja.” “Sastra Jepang.” “Oh, baguslah! Kau belajar langsung ke sumbernya!” Aku tersenyum. Pram menghirup… Read Article →

#12

Aku berdiam di balkon malam itu. Jalanan sepi. Tak ada orang yang lewat. Udara malam hari ini begitu dingin. Pasti karena hujan dari siang sampai sore tadi. Langit begitu cerah. Awan mendung sudah hilang. Bulan bersinar terang. “Jangan melamun terus! Sudah malam!” “Aku tidak melamun. Aku hanya sedang berpikir.” Hikaru muncul dari belakangku. Ia duduk… Read Article →

Scroll To Top