Karunia

Tuhan memberikan setiap hamba-Nya hal-hal yang diperlukan oleh masing-masing. Hal-hal tersebut adalah pelengkap sekaligus juga amanah dan ujian yang wajib diemban oleh hamba-Nya tersebut. Dan yang sudah pasti, ketika Tuhan memberikan hal-hal tersebut kepada hamba-Nya, Ia sudah pasti Maha Tahu bahwa hamba-Nya tersebut mampu untuk menjalaninya dan layak untuk mendapatkannya.

Sama halnya ketika Tuhan memberikanmu, Nak. Anak kedua Papi dan Mami. Adik dari kakakmu.

Ketika pertama kali Papi dan Mami mengetahui bahwa sedang mengandung kamu, rasa bahagia menjalar ke sekujur tubuh. Kabar gembira ini pun disebarkan ke keluarga dan kerabat dekat. Papi dan Mami pun mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk kelahiranmu, termasuk merencanakan hal-hal terbaik yang bisa kami lakukan untukmu.

Minggu demi minggu. Bulan demi bulan. Semua dilewati dengan tak sebentar. Ada beberapa momen ketika kamu masih di kandungan, Papi dan Mami begitu penasaran dengan seperti apakah kamu nanti. Apakah lelaki atau perempuan? Apakah lebih mirip Papi? Apakah lebih mirip Mami? Apakah akan mirip dengan kakakmu? Dan banyak pertanyaan-pertanyaan lain. Tapi semua hal yang membuat penasaran tersebut sirna sudah karena Papi dan Mami sadari hal yang menjadi prioritas, yakni kesehatan dan juga keselamatan. Baik kamu dan Mami.

Menjelang minggu-minggu terakhir periode kandunganmu, Papi dan Mami semakin memastikan semua yang dibutuhkan untuk proses kelahiranmu dan juga awal-awal setelah lahir sudah siap. Tentu ini kami pelajari juga dari proses kelahiran kakakmu.  Satu hal yang sudah pasti kami siapkan ketika sudah mengetahui jenis kelaminmu adalah nama. Sebuah nama yang kami harapkan menjadi doa untukmu maupun untuk Papi dan Mami.

Dan kemudian, engkau lahir. 3 Oktober 2015, jam 20:35 WIB.

Padamu, Nak, Papi dan Mami siap memberikan yang terbaik yang bisa kami lakukan sebagai orangtua. Tak lain karena Papi dan Mami inginkan kamu tumbuh kembang menjadi seseorang yang taat pada agama, seseorang yang cerdas, mampu membedakan hal baik dan buruk, seseorang yang bersemangat, yang dapat mewujudkan mimpi-mimpinya.

Papi dan Mami siap untuk hadir untukmu. Menjadi yang menarik tanganmu ketika kau terjatuh atau tertinggal, menjadi yang mendorongmu untuk maju ketika semangatmu menurun, menjadi pendengar yang baik ketika kau hendak bercerita, menjadi bantalan yang menenangkan sekaligus melentingkan jika kau terpeleset, dan, menjadi supporter nomer 1 untukmu.

Sebuah janji yang paling utama Papi ucapkan adalah, Papi akan berusaha untuk adil padamu. Berusaha untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang adil dengan kakakmu. Berusaha untuk memberikan semangat, dorongan, dan waktu yang adil dengan kakakmu. Berusaha untuk memberikan daya dan upaya yang adil dengan kakakmu.

Semua akan Papi dan Mami lakukan, karena engkau adalah karunia dari Tuhan. Sebuah amanah, sebuah titipan yang Papi dan Mami terima dengan suka hati, dan menyadari bahwa kamu harus mendapatkan yang terbaik yang bisa Papi dan Mami lakukan.

Keinginan yang Terwujud Bertemu Arsenal FC Berkat Telkomsel

Nonton pemain bola beradu kemampuan untuk saling mendapatkan kemenangan, lazim bisa dengan cara ditonton di TV. Kalopun nonton langsung ke stadion, pengalaman berbeda bakal didapatkan karena atmosfer yang berbeda. Nah, kalo sampai ketemu langsung berada di satu ruangan, bisa berinteraksi, atau bahkan foto bareng dan juga salaman sama pemain bola idola? Tentunya jadi pengalaman yang luar biasa dan bakal dikenang seumur hidup, dong. Seperti yang dialami mereka yang ikutan nonton dan atau ketemu Arsenal Football Club wiken (12-14 Juli 2013) lalu.

Dan, saya salah satunya. Tepatnya, saya ketemu dengan beberapa pemain Arsenal Football Club!

Iya, ini Arsenal Football Club yang dari London, Inggris itu. Arsenal yang dilatih sama Arsene Wenger. Arsenal yang beberapa bintangnya antara lain Theo Walcott, Lukas Podolski, Tomas Rosicky, Alex Chamberlain, Olivier Giroud, dan masih banyak lagi.

Wiken lalu, sekurang-kurangnya puluhan ribu orang berhasil mewujudkan mimpi untuk menonton langsung Arsenal FC bertanding, di Stadion Utama Gelora Bung Karno pula! 400an orang pula berhasil mewujudkan mimpi untuk bertemu langsung dengan pemain-pemain Arsenal dan sempat salaman atau foto bareng!

Termasuk saya. *mengulang*

Saya pertama kali “kenal” dengan Arsenal FC kira-kira di periode 1998 akhir. Kalo ga salah, waktu itu dari artikel tabloid olahraga lagi memuat profilnya Dennis Bergkamp – kalo yang ngaku fans Arsenal, pasti tau beliau siapa. Dennis Bergkamp, salah satu pemain penting di timnas Belanda pada jaman itu, adalah salah satu penyerang top yang dimiliki Arsenal.

Trus, siapa lagi pemain Arsenal di jaman itu yang saya ingat? Ada Emmanuel Petit – yang waktu itu juga memperkuat timnas Prancis jadi juara Piala Dunia 1998, trus ada Marc Overmars, David Seaman, dan Martin Keown. Pemain-pemain yang menjadi sejarah dari Arsenal FC, yang kemudian beregenerasi ke masanya Thierry Henry, Patrick Vieira, Emmanuel Adebayor, Cesc Fabregas (sebelum pindah balik ke Barcelona), Robin van Persie (sebelum pindah ke MU), dan Theo Walcott.

Ada 2 “momen” penting dalam sejarah Arsenal yang cukup teringat oleh saya. Yakni pada saat mereka jadi juara Liga Inggris tanpa sekalipun terkalahkan – tahun 2003/2004 (CMIIW), serta pada saat mereka menjejak final Piala Champions Eropa – tahun 2005/2006 – walau kemudian belum berhasil jadi juara Champions.

Saya akui ada klub yang lebih saya favoritkan di Liga Inggris, tapi saya tetap mengikuti perkembangan berita Arsenal FC. Mulai dari transfer keluar masuk pemain, wacana penggantian pelatih Arsene Wenger – yang tetap belum bisa tergantikan, sampai dengan perpindahan stadionnya dari Highbury ke Emirates! Oiya, soal transfer keluar masuk pemain, beberapa yang saya ingat antara lain Mathieu Flamini ke AC Milan, kemudian ada Lukas Podolski masuk sebagai striker, dan juga perpindahan RvP ke MU.

Anyway, pada saat saya dapat kabar bahwa Arsenal FC akan datang ke Jakarta – Indonesia sebagai salah satu bagian dari Asia Tour-nya, saya termasuk yang seneng lho. Kenapa? Karena saya pengen banget bisa ketemu Lukas Podolski – atau minimal ngeliat dari deket lah! :mrgreen: Selain itu, saya juga pengen bisa ngeliat dari deket Theo Walcott dan juga Tomasz Rosicky. Untungnya, berkat Telkomsel keinginan itu terwujud.

Iya, Telkomsel kan jadi Official Mobile Network of Arsenal in Indonesia – dengan kata lain, Telkomsel jadi SPONSOR Arsenal FC Asia Tour di Indonesia.

13 Juli 2013 lalu, setelah sehari sebelumnya dapet undangan via email dan SMS, saya akhirnya bisa beneran ketemu: satu ruangan-tatap muka-foto bareng beberapa pemain Arsenal FC. Ada Theo Walcott, Tomasz Rosicky, Olivier Giroud, Lukas Fabiansky, Alex Oxlade-Chamberlain, Laurent Koscielny, dan Aaron Ramsey yang saya ketemuin di acaranya “The Arsenal simPATI Fan Party” yang diselenggarain Telkomsel. 400-an orang dari seluruh Indonesia dan juga sebagian dari Singapore-Malaysia-Filipina dapetin pengalaman berharga seumur hidup yang mungkin ga bakal keulang lagi.

Berdasar info yang saya terima, Acara “The Arsenal simPATI Fan Party” itu sendiri jadi salah satu rangkaian Telkomsel Football Experience yang dimulai sejak beberapa minggu sebelumnya. Buat yang ngikutin, pasti tau ada acara Meet & Greet legenda Arsenal FC: Freddie Ljungberg, Telkomsel Football Fair, nonton bareng ‘simPATI Big Match’, dan juga ada launching ‘simPATI Starter Pack Arsenal Limited Edition’!

[set_id=72157634650126872]

Back to the event itself, “The Arsenal simPATI Fan Party” itu bener-bener HEBOH! Acara yang dipandu sama duet Tamara Geraldine & Nico Siahaaan itu beneran memanjakan undangan yang dateng. Ada bagi-bagi hadiah dengan lelang poin Telkomsel, ada undian buat interaksi dengan pemain Arsenal FC, juga ada undian buat nonton latihan Arsenal FC malam harinya.

Yang paling bikin HEBOH itu adalah saat pemain Arsenal FC bersiap masuk ke dalam ruangan acara, hampir seluruh fans yang dateng nyanyi bareng lagu dukungan Arsenal FC. Bulu kuduk saya sampe merinding dengernya.. And you know what, saat pemain Arsenal FC itu mulai dikenalin satu-satu, seluruh ruangan sampe bergemuruh sambutan yel-yel nama masing-masing pemain Arsenal FC itu. Well, the fans who attended clearly really LOVE Arsenal FC.

Keseruan acara berlanjut waktu sesi foto bareng dimulai. Seluruh fans yang hadir diundang ke depan per sepuluh orang sesuai dengan nomer urutan kursi duduk. Dan ya, walaupun MC serta pihak keamanan udah ngasitau soal dos & don’ts, tapi tetep aja ada yang curi-curi kesempatan buat minta tanda tangan ke jersey yang dipake, foto bareng personal, dan lain-lain. Saya pribadi, setelah kesempatan foto bareng, “cuma” sempet salaman sama Tomasz Rosicky dan juga Theo Walcott – sayangnya ga ada bukti foto. 🙁

satuframe-by yeti_sugyati
Foto bareng pemain-pemain Arsenal FC. Thanks @yeti_sugyati atas fotonya!

Anyway, it’s such a GREAT event. Jelas, acara itu bener-bener bikin keinginan dan mimpi fans yang hadir terwujud: untuk bisa lebih dekat dengan pemain-pemain Arsenal FC yang biasanya cuman bisa diliat di TV-untuk foto bareng-untuk minta tanda tangan asli. Saya sendiri setelah foto bareng (sekitar jam 5 sore) langsung pulang, karena saya berencana untuk buka puasa di rumah, sementara acara masih berlanjut sampai dengan jam 6 sore.

Terima kasih Telkomsel. Terima kasih Arsenal FC. Kalian benar-benar tahu bagaimana cara membuat keinginan banyak orang terwujud.

NB: Baca juga tulisan saya di sini!

#TselNEDTrip: Jakarta-Semarang-Solo, 27-28 Juni 2013 with @Telkomsel

Bermula dari sebuah DM di twitter dan juga email, jadilah (sebelum) wiken lalu saya “jalan-jalan” ke Solo melalui Semarang dari Jakarta, barengan rombongan media dan Telkomsel yang lagi ngadain Network Drive Test. Tanggal pasti pelaksanaannya 27-28 Juni lalu.

Network Drive Test Telkomsel
Network Drive Test Telkomsel

Berdasar press release yang saya terima dari Telkomsel di perjalanan tersebut, rangkaian acara ini jadi salah satu persiapan menjelang musim Ramadan, mudik, Lebaran, dan arus balik buat ngetes jaringan dan sinyal Telkomsel. Berita lengkap seputar Network Drive Test dari Telkomsel, bisa dilihat di sini, di sini, atau di sini.

Kenapa Telkomsel ngadain Network Drive Test? Karena di musim Ramadan, mudik, Lebaran, dan arus balik nanti traffic komunikasi Telkomsel diprediksi meningkat. Tahu dari mana? Ya pastinya dari lesson learn tahun-tahun sebelumnya. Dan kenapa jalurnya Jakarta-Semarang-Solo? Kalo ga salah sih, berdasar percakapan di bus sepanjang jalur Semarang-Solo, jalur Jakarta-Semarang-Solo termasuk yang peningkatan traffic komunikasinya paling tinggi pada saat musim mudik dan Lebaran.

Alhasil, perjalanan yang saya pribadi awali dengan jadwal kereta commuterline paling awal dari stasiun terdekat dari rumah menuju stasiun kereta Gambir supaya sampe sana jam 5an pagi lewat, seluruh peserta #TselNEDTrip ngetes jaringan pake alat komunikasi (baca: smartphone, tablet, dan juga modem) masing-masing. Saya sendiri ngetes pake BlackBerry dan juga android.

Sepanjang perjalanan naik kereta Argo Muria buat rute Jakarta-Semarang, yang juga ada gerbong kereta wisata, peserta #TselNEDTrip ga berenti-berentinya dapet hiburan dan juga MAKANAN! :mrgreen: Hiburannya mulai dari live music, games yang dipandu MC @ichasasmita, dan juga film yang disetel secara sentral di dalam kereta. Oiya, sepanjang perjalanan juga ada penjelasan mengenai Network Drive Test dengan narasumber Nurdianto – Head of Radio Access Network Quality Management Jawa Bali Department Telkomsel, dan juga Pak Abdus Somad Arief – Direktur Network Telkomsel. Pas ikutan penjelasan itu, kalo ga berasa wartawan (lagi), ya.. berasa jadi mahasiswa teknik elektro telekomunikasi. 2 cita-cita tercapai sekaligus deh *eh*

Abdus Somad Arief - Direktur Network Telkomsel lagi ngasih penjelasan
Abdus Somad Arief – Direktur Network Telkomsel lagi ngasih penjelasan

Tiba di Semarang, abis rehat sejenak langsung aja lanjut perjalanan naik bus menuju Solo. Jujur, saya belum pernah ke Semarang, apalagi Solo. Kalo lewat-lewat aja, mungkin pernah. Tapi ga pernah sambil lihat-lihat pemandangan sekitar. Dan syukurnya, sambil naik bus itu saya jadi bisa lihat-lihat sekitar Semarang menuju Solo.

Sekitar jam 7-8an malam, sampailah di Solo. Langsung masuk hotel, dan siap buat gathering #TselNEDTrip. Apa aja yang disampein di gathering itu? Antara lain peresmian BTS On Air Telkomsel ke-7500 di 2013– yang totalnya jadi 62ribu se-Indonesia, mudik bareng Telkomsel, kesiapan posko mudik Telkomsel Siaga di jalur mudik, sampai dengan pemaparan hasil Network Drive Test. Berita lengkapnya bisa dilihat di sini, atau di sini. Kalo dari sisi saya pribadi, Network Drive Test-nya cukup berhasil karena Alhamdulillah, seluruh kebutuhan saya pake Telkomsel sepanjang perjalanan bisa terpenuhi. Ya pake aplikasi di smartphone, ya menelepon, ya terima telepon. Syukurnya lancar. Salah satu bukti kalo Telkomsel emang siap ngadepin musim Ramadan, mudik, Lebaran, dan arus balik. Mudah-mudahan pas hari H mudik dan arus balik, sinyal dan traffic komunikasi Telkomsel tetap lancar. 🙂

Peresmian BTS On Air Telkomsel ke 7500 di 2013, total jadi 62000. Di-mention juga lho sama @Telkomsel di http://t.co/ZkAMwbY2aI

Eiya, di gathering itu ada penampilan Isa Raja – yang ikutan X Factor itu lho, bersama bandnya. Ga lupa pula ada Magdalena yang nge-MC bareng Icha Sasmita. Jam berapa gatheringnya kelar? Yang pasti sih larut, dan saya SENENG! (yang ngikutin twit saya pasti tau kenapa saya seneng *eh*)

Besok paginya, rombongan dibagi jadi 2 kelompok – kelompok city tour pagi, dan kelompok city tour siang. Saya sebenernya kebagian kelompok city tour siang – secara flight saya ke Jakarta dijadwalkan setelah jam 6, tapi ya.. singkat cerita saya pun jalan duluan dengan city tour pagi. Ke mana aja? Yang pasti sih ke Laweyan! Belajar ngebatik, dan juga liat-liat suasana sekitar.

Kelar ngebatik, beberapa pria yang muslim pun beranjak Jumatan dekat dengan rumah makan yang udah ditentuin panitia #TselNEDTrip – saya juga Jumatan dong. 🙂 Kelar Jumatan, langsung makan siang dan sementara peserta city tour pagi langsung ke bandara Adi Soemarmo buat ngejar flight, saya dan @agushamonangan justru menuju tempat standby dari city tour sore. Agendanya pun ternyata sama, yakni ke Laweyan (lagi)! 😆 Ya… lumayan lah, kali kedua ke Laweyan di hari yang sama buat ngebatik, saya udah cukup lancar. :mrgreen:

Selesai dari Laweyan, langsunglah menuju bandara dan persiapan balik ke Jakarta. Walau “diwarnai” delay 1 jam karena faktor dari maskapainya, tapi ya Alhamdulillah, saya tiba di Soekarno-Hatta dengan selamat. Lebih bersyukurnya lagi, bisa nebeng pula dengan bis yang sudah disediakan panitia #TselNEDTrip yang menuju kantor Telkomsel di Gatot Subroto. Saya sih turun di sekitar Kuningan, baru kemudian pulang ke rumah.

Yang paling berkesan dari perjalanan #TselNEDTrip ini, selain karena (akhirnya) saya bisa liat-liat kota Solo, sbb:

1. Bisa liat pinggir laut secara dekat dari atas kereta Argo Muria. Iya, saya baru tau kalo jalur kereta api Jakarta-Semarang itu lewat pinggir laut persis. Kalo ga salah deket Pekalongan atau Batang itu ya. CMIIW.

Pinggir laut dilihat dari atas Argo Muria
Pinggir laut dilihat dari atas Argo Muria

2. Bisa foto bareng Magdalena! :mrgreen:

Foto bareng Magdalena
Foto bareng Magdalena

3. Bisa kenal (dan ketemu) dengan @agushamonangan, @IDberry, @aditawiharto, @mrbambang, dan masih banyak lagi rombongan #TselNEDTrip yang ga bisa saya sebut satu-persatu. Baik itu dari media, panitia, maupun dari Telkomsel.

4. Jadi tau beberapa istilah telekomunikasi dan juga teknis pelaksanaan Network Drive Test meski ga mendetail. Tapi, hal-hal semacam itu aja udah bikin saya seneng karena berasa jadi mahasiswa Teknik Elektro Telekomunikasi. :mrgreen:

5. Ngebatik di Laweyan! Yay! Ini hal yang jarang-jarang banget bisa saya lakukan, secara ngebatik langsung di salah satu wilayah yang emang terkenal dengan batik gitu lho.. 🙂

Ngebatik di Laweyan. Foto by @aditawiharto – https://twitter.com/aditawiharto/status/350450135798534144/photo/1

6. Trus apa lagi ya? *mikir*

Well, semoga hasil dari Network Drive Test kemarin terbukti kehandalannya saat hari H musim mudik dan arus balik kelak. Terima kasih Telkomsel! Thanks juga buat semua panitia dan rombongan yang udah ikut serta. 🙂

Anugerah

Ga ada kata yang bisa ngegantiin betapa kagumnya Papi akan kamu, Nak. Setiap tingkah laku, ucapan, dan semua respon darimu, adalah anugerah. SEMUANYA! Kehadiranmu, di setiap bagian dan setiap saat untuk Papi adalah anugerah.

Tangisan pertama, tatapan pertama, sentuhan tangan pertama, gendongan pertama, pelukan pertama, sampai dengan senyuman pertama, tawa pertama, kata pertama, jejak merangkak pertama, atau bahkan “obrolan” pertama adalah beberapa momen terbaik yang akan Papi usahakan agar selalu teringat. Bukan semata-mata karena urutan, melainkan karena kamu adalah anugerah.

Begitu banyak yang hendak Papi lakukan denganmu, bersamamu, untukmu, Nak. BANYAK! Tapi Papi juga tahu, bahwa kamu akan begitu cepat tumbuh dan berkembang. Betapa engkau akan menjadi dirimu sesuai yang engkau inginkan. Betapa engkau bukan Papi, melainkan dirimu, anugerah.

Satu hal yang sudah pasti, Papi akan selalu ada untukmu. Sebagai ayah, teman, guru, instruktur, hingga penyemangat. Jika kelak perjalananmu bagai sebuah pertandingan olahraga, maka Papi akan menjadi yang pertama kali berteriak lantang setiap kali engkau mencetak angka, memberikan nyanyian penyemangat sepanjang pertandingan, dan akan jadi yang terakhir pergi dari lapangan setelah pertandingan usai apapun hasilnya. Karena perjalananmu adalah anugerah.

Nak, selamat ulang tahun pertama, anugerah-ku.

Cissy
Cissy – the birthday girl. The photo taken January of 2013 on a studio at Depok.

Ketika Jarak Ga (Begitu) Berasa

Saya pekerja kantoran. Istri saya juga pekerja kantoran. Tapi, sepanjang periode setaun terakhir saya beberapa kali harus ngelakuin perjalanan keluar kota (dan bahkan keluar negeri), istri saya pun demikian halnya, dengan waktu perjalanan yang macem-macem. Otomatis, komunikasi jadi hal yang penting. Apalagi, di periode setaun ini saya dan istri baru dikaruniai anak pertama. Jadi, rasa kangen pasti berlipat-lipat kalo lagi pada jauh-jauhan.

Contohnya taun lalu saya sempat ngelakuin perjalanan keluar negeri selama 2 hari 1 malam. Singkat sih, tapi namanya keluar negeri, pasti bakal berhadapan sama roaming internasional dan itu yang sering bikin komunikasi jadi terhambat. Apalagi, pas saya keluar negeri itu, anak pertama saya dan istri, usianya baru beberapa bulan. Kangen rasanya, karena biasa sehari-hari saya berkomunikasi secara langsung di rumah.

Untungnya, saya dan istri pake perangkat komunikasi yang sama, operator telekomunikasi yang sama, dan paket langganan data yang sama. Iya, saya dan istri sama-sama pake BlackBerry, nomer simPATI dari operator Telkomsel, dan paket langganan data BIS unlimited per bulan. Kenapa bisa untung? Soalnya jadi lebih gampang buat komunikasi. Saling kirim BlackBerry Messenger (BBM) dan e-mail juga ngapdet via social networking (social media) macam twitter/facebook, yang isinya bisa berupa foto-foto anak dan istri, serta teks.

Tapi ya, walaupun selalu dapet apdet foto dan info terbaru selama di luar negeri, tetep aja rasanya kangen. Pas pulang, langsung peluk-peluk semuanya deh.. :’)

Cerita lainnya, terjadi waktu istri saya harus menjalani diklat dari tempatnya bekerja. Jangka waktu diklatnya sekitar 2 minggu, di luar kota pula. Rencana awalnya, anak kami akan dibawa oleh istri saya selama diklat. Tentunya, dibawa dengan mertua untuk membantu menjaga. Tapi, atas beberapa pertimbangan kemudian, rencana berubah dan anak kami pun ga ikut dibawa diklat, melainkan tinggal bersama saya, dan gantian dijagai oleh saya dan mertua.

Jarak antara tempat diklat dan Jakarta, beda 3 jam perjalanan aja sih. Tapi ya, namanya kangen kan bisa timbul kapan aja. Lagi-lagi, perangkat komunikasi-operator-paket BIS yang sama, membuat semuanya jadi lebih mudah. Membuat jarak jadi ga gitu berasa. Selama diklat, setiap harinya istri saya ngirim BBM nanyain kondisi anak kami: sudah mandi, berapa kali minum susu, bangun pagi jam berapa, tidur jam berapa, dan lain-lain. Kadang-kadang, dia meminta foto terbaru di hari itu, yang dengan mudahnya bisa saya kirim via BBM ataupun e-mail.

Trus, kalo BBM lagi pending, dan sulit kirim e-mail, kirim foto via social networking/social media bisa jadi jawaban. Tinggal aplod, trus mention akun istri, dia pun bisa buka via browser atau aplikasi di device BlackBerry-nya. Ya, namanya juga paket BIS unlimited, bisa ngapain aja. Komunikasi dan berbagi informasi, bisa jadi lebih gampang! :mrgreen:

Aaakk.. senangnya, berkat paket BIS unlimited simPATI-Telkomsel di device BlackBerry, bikin saya dan istri jadi gampang berkomunikasi, gampang berbagi momen, dan masih banyak lagi cerita-cerita lain yang belum (dan mudah-mudahan sempat) saya share!

Eh..eh.. kalo ada yang punya pengalaman seru juga pake device BlackBerry plus langganan BIS simPATI-Telkomsel, ikutan aja “#BacaCeritaku Writing Competitiondi sini! Siapa tau bisa dapetin BBZ10 atau pulsa simPATI jutaan rupiah! Kan mereka punya paket BIS baru, yakni BlackBerry Sosialita. *iya, saya juga nulis blogpost ini buat ikutan itu 😛 *

Serunya Internetan Terus Pake Telkomsel Flash!

Dulu saya ga pernah ngerti kenapa pacar saya sering bener internetan: fesbukan, browsing, surfing pake hape. Iya, dulu masih pacar, sekarang kan udah jadi istri. :mrgreen: Btw, back to topic >> saya dulu kalo ga salah pernah komentar gini soal kebiasaan internetan via hape itu, “Ngapain sih internetan dari hape? Bukannya mahal ya per kilobyte datanya?” Dan jawabannya: “Ya ga mahal lah, kan pake paket internetan.”

Oh, paket internet. Jujur aja, saya tau paket internet buat nomer ponsel itu ya dari dia. Setelah tanya-tanya lagi soal paket internet itu, akhirnya saya pun tau lebih banyak soal paket internet. Berapa harganya, berapa kuotanya, dan gimana daftarnya. Dan, karena saya dan dia sama-sama pake operator nomer simPATI dari Telkomsel, tentunya paket internetnya pun pake Telkomsel Flash.

Pertamanya saya kirain paket internet Telkomsel Flash itu cuman buat dipake via modem doang. Tapi ya ternyata sejak begitu banyak hape pinter (smartphone) yang bisa dipake internetan, saya pun mulai langganan paket internetan Telkomsel Flash.

Cara buat langganannya gampang, tinggal ketik nomer *363# dan call, trus tunggu sampe ganti tampilan ke pilihan-pilihan paket. Kalo buat Telkomsel Flash, pilih aja nomer 2. Tunggu sampe ganti tayangan lagi, ke pilihan-pilihan paket.

*363* buat daftar telkomsel flash
*363* buat daftar telkomsel flash

Beda-beda lho pilihannya paket internetan Telkomsel Flash ini. Ada paket modem dan tablet, paket turbo, paket flash optima, paket flash ultima. Paket-paket itu juga bisa dipilih sesuai kuota yang dimau, juga bisa pilih jangka waktunya. Kalo mau tau apa aja, bisa juga diliat di http://mobi.telkomsel.com.

http://mobi.telkomsel.com
http://mobi.telkomsel.com

 

Pilihan Paket Telkomsel Flash
Pilihan Paket Telkomsel Flash

Kalo udah pilih paket pilihannya, tinggal tunggu notifikasi dari sistem. Dan, udah gitu bisa langsung internetan deh. Gampang kan? 🙂 Iya, segampang itu buat pilih langganan paket internetan Telkomsel Flash. Bayarnya juga gampang, tinggal potong pulsa aja. Ciyus deh.

Dan, kenapa saya awet pake Telkomsel Flash? Karena sinyalnya juga paling kuat! Dari semua operator seluler di Indonesia, cuman Telkomsel deh yang sinyalnya juara. Makanya, langganan Telkomsel Flash juga ga perlu takut sinyal ilang, atau nunggu sinyal penuh baru bisa internetan.

Dan, sinyal yang terus penuh juga didukung sama teknologi 3,75 G! otomatis, wus-wus deh internetannya.. Asoy bener, jadi ga perlu nunggu lama buat load halaman ataupun akses aplikasi. Kalo udah gini, bisa-bisa ga berasa kuota udah abis aja.. #pengalaman 😆

Oiya, kalo dulu pernah ada yang tau soal “trio” *88x#, pasti tau kalo *889# bisa dipake buat cek value added services yang kita punya. Dulu, di *889# ya paling ngecek akun gratisan yang kita punya, trus gimana sekarang? Nah, akses *889# itupun masih bisa diakses buat ngecek pemakaian kuota internet kita. Sisanya berapa, jangka waktunya sampai kapan, dan lain-lain.

Aaaanyway, pas ngecek di sini, saya #barutau kalo paket Telkomsel Flash itu ada beragam. Bisa dari kartuHalo, simPATI, maupun juga kartuAS. Asik juga ya.. pake produk manapun, bisa beli dan pake paket internetan Telkomsel Flash.

Apapun produknya, Telkomsel Flash internetannya
Apapun produknya, Telkomsel Flash internetannya

Saking asiknya, sampe pengen internetan terus.. langganan terus.. pake Telkomsel Flash di hape apapun. Kamu juga kan?

Lebih Besar, Lebih Cepat Berkembang, Lewat Digital

Apapun bisa dibisniskan. Pendapat itu seringkali dilontarkan oleh mereka yang berwirausaha, atau minimal memiliki naluri untuk berwirausaha. Dan, bisnis itupun ga harus langsung besar, bisa dari yang kecil-kecil dulu. Yang penting, terus berkembang,  dan fokus.

Lalu, bagaimana berbisnis itu? Agak sulit menjawabnya, karena saya bukan (tepatnya belum jadi) pemilik bisnis. Saya masih jadi pekerja bisnis – alias, bekerja di bisnisnya orang lain. Walau begitu, saya belajar banyak hal – siapa tau kelak bisa dan berani jadi pemilik bisnis sendiri. Salah satu hal yang dipelajari adalah.. melek atau aware dunia digital itu penting buat bisnis. Terutama buat startup bisnis (bisnis yang baru dibuat). Pasti banyak yang bertanya-tanya kenapa.. Mau tahu alasannya? Simak sebagai berikut…

  1. Riset dan analisa pasar.
    Apa output bisnis yang lagi dibuat? Produk atau jasa? Apapun outputnya, pasti akan lebih baik kalo tau punya informasi yang detail soal siapa target, dan juga kondisi pasarnya. Target ini perlu diketahui supaya kita tau siapa calon potensial dari klien/konsumen bisnis kita. Sementara kondisi pasar itu perlu diketahui apakah pasarnya jenuh/kepenuhan atau engga.
    Gimana cara caritaunya? Gampang.. Buka aja search aja via search engine seperti google.com, trus gugling (cari) kata kunci yang berkaitan sama output bisnis kita. Misal: output bisnisnya adalah logo, maka kita gugling aja logo, dan liat search resultnya. Link-link yang tersedia itulah yang bisa buat riset dan analisa pasar bisnis kita.

    gugling soal logo
    gugling soal logo

    Kalo ga melek digital gimana? Ya riset dan analisa pasarnya dilakukan sambil beneran turun ke pasar, nanya sana-sini, cari sana-sini, atau nyebar angket gitu.. Atau bahkan, bayar lembaga tertentu buat bikin riset dan analisa itu. Coba, lebih praktis dan cepat mana ketimbang kalo via digital?

  2. Gabung dan diskusi di forum bisnis – siapa tau bisa dapat coaching gratis.
    Forum pengusaha atau pebisnis di dunia digital itu udah banyak lho. Mulai dari yang berbasis di milis – yahoogroups atau googlegroups, sampai di forum berbasis web, dan atau twitter seperti @tangandiatas, @startupbisnis, atau @startuplokal. Ga cuman forum bisnis, beberapa pentolannya juga aktif di dunia digital seperti @nataliardiantodan lain-lain. Di forum-forum itu selain bisa sharing, juga bisa nanya-nanya lho. Dan bahkan, bisa jadi dapet coaching gratis. Seru kan? :mrgreen:

    tangandiatas - salah satu forum pengusaha/pemilik bisnis
    tangandiatas – salah satu forum pengusaha/pemilik bisnis

    Kalo ga via digital? Musti dateng ke kantornya mereka, ngajak meet up, via telepon, dan kadang ga semuanya bisa didapetin karena forum atau pentolannya udah keburu sibuk sama bisnis mereka sendiri. Selain itu, time consuming dan kurang praktis ketimbang via digital.

  3. Dapetin inspirasi.
    Inspirasi bisa dateng dari mana aja. Salah satunya dateng via digital. Maksudnya gimana? Gini deh.. gini… Misal punya output bisnis berupa jasa desain produk, nah.. ada kalanya kalo mau ngedesain produk itu selain berdasarkan deskripsi dari klien kan. Kadang, deskripsi itu ya standar, seperlunya aja.
    Buat dapetin inspirasi, bisa aja kita gugling images di google images, dan atau nanya pendapat ke “masyarakat” digital soal produk yang lagi kita buat desainnya. Ga perlu deskripsi jelas, cukup seperlunya aja. Yang penting, keywordnya jelas. Berbagai respon dan input itulah yang bisa jadi bahan inspirasi kita buat desain produk. Ini contoh gampangnya yaaa.. Kalo ga melek digital? Pasti dapetin inspirasinya kalo mau nanya harus bikin angket gitu.. ga praktis. 😛

    gugling desain produk
    gugling soal desain produk

    Ada satu hal yang harus digarisbawahi kalo kita dapetin inspirasi via digital.. Yakni, jangan copy paste. Hargailah hasil karya orang lain, jangan jadi plagiator. Dapetin inspirasi dari hasil karya orang lain boleh, dan kalo mau bikin desain sendiri, bikinlah yang lebih bagus lagi. Kaya’ prinsip ATM – Amati, Tiru, Modifikasi.

  4. Pemasaran & Periklanan
    Sejauh mana dan seperti apa sih, kepengen bisnis dan outputnya diketahui banyak orang? Se-RT? Se-RW? Se-kelurahan? Kalo pake digital, bisa menjangkau seluruh dunia dengan sebatas perantara satu komputer/device yang terhubung ke internet. Mudah, murah, dan akurat! Caranya? Gampang.. mulai dari ngepost di forum/komunitas besar seperti kaskus, punya blog prbadi macam di wordpress atau domain sendiri, sampai dengan pasang iklan dengan biaya yang bisa diatur! Apalagi kalo pasang iklannya di facebook, notabene calon klien/konsumen potensial bisa didapat secara akurat, mengingat pengguna facebook dari Indonesia udah banyaaaaakkk banget.

    contoh iklan di fb
    contoh iklan di fb

    Semakin besar dan semakin akurat pemasaran bisnis dan outputnya, tentunya akan meningkatkan peluang bisnis kita untuk diketahui banyak orang, dan juga tentunya meningkatkan peluang dibeli/digunakan klien. Banyak kok order bisnis yang dilakukan sekarang via online. Contohnya? Paling mudah adalah toko buku, atau penjual buku dan atau aksesoris.

  5. Networking & Partnership
    Digital itu.. menghubungkan siapa aja, di mana aja, kapan aja, dengan lebih mudah. Dulu kalo mau kontak siapa pun, pake cara surat pos, telepon, dan atau ketemuan secara nyata. Sekarang? Via digital? Semua lebih praktis dan cepat. Udah baca sebab nomer 2 di atas kan? Nah, dari gabung di forum atau dapet coaching itulah, bisa jadi malah ada networking/partnership buat bisnis. Siapa tau, malah dapet pemodal baru.

    buat networking
    buat networking

    Yup, dengan dunia digital yang bisa ngehubungin siapa aja dengan mudah, berarti kita sebagai pemilik startup business pun bakal mudah dihubungi siapa aja – apalagi kalo selain punya email, kita punya laman pribadi tempat informasi dasar kita, seperti di website gitu.. Banyak lho yang gratisan, macam punya saya di about.me. Modal, partner baru, atau bahkan peluang buat memperbesar business akan terbuka dengan lebar! Kalo ga via digital, bakal butuh waktu yang lebih banyak kaya’nya ketimbang lewat digital yang praktis.

    laman kontak
    laman kontak

Jadi, penting ga sih melek digital buat startup business? Jawabnya, penting banget! Karena, bisnis kita yang masih startup bisa jadi lebih besar, lebih dikenal, dan lebih cepat berkembang dengan bantuan dunia digital. Cara-caranya ya… seperti udah saya tulis di atas yaa.. Apalagi, sekarang dunia digital (dan internet) lebih mudah diakses. Salah satu penyedia akses yang mudah ya AXIS dengan paket internetnya. Saya sendiri, pake paket AXIS Pro yang bulanan di device saya. Anyway, cara-cara di atas itu sebagian aja sih, karena masih banyak lagi cara-cara yang bisa dilakukan kalo kita udah melek digital. :mrgreen:

Sudah siap melek digital, kan?

NB: Tanpa mengurangi isi, blogpost ini sedang saya ikutsertakan di Melek Digital untuk Startup Business Blogging Competition. Semua hasil skrinsut saya dapat dengan membuat sendiri via browser di laman web terkait.

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.

Belajar dari Singapore

Pernah lagi buru-buru mau ke suatu tempat dengan berjalan kaki, tapi terhambat saat di eskalator? Atau, pernah lagi anteng-antengnya bawa kendaraan dan tiba-tiba harus mengerem mendadak karena ada yang nyelonong nyeberang? Atau ini, pernah mau turun dari kereta (dalam kondisi yang tidak berjejalan), tapi ga bisa keluar dan justru makin kedorong masuk kereta walaupun sudah berhenti di stasiun tujuan? Well, kalo di Singapore kaya’nya kejadian itu hampir jarang terjadi.

2 hari di minggu yang lalu saya ke Singapore. Bukan atas tujuan pribadi, tapi karena office duty – walau kemudian saya dapatkan beberapa jam bebas untuk menikmati (lagi) Singapore secara pribadi. Dan, lagi-lagi saya belajar tentang perilaku yang hampir jarang saya temui di Indonesia.

Seperti saya sebutkan di awal postingan, terhambat di eskalator sepertinya sudah jadi hal yang lazim di Indonesia. Mau itu di tempat umum, mau itu di mal, di tangga statis sekalipun, sepertinya akan dengan mudah terhambat. Kenapa? Penyebabnya banyak, jadi tak perlu saya jelaskan satu-persatu ya.. Yang pasti sih, kalo di Singapore hampir jarang saya terhambat saat menggunakan eskalator, tangga, atau bahkan di rel berjalan. Sebabnya, perilaku mereka yang “sadar diri” saat menggunakan eskalator atau rel berjalan.

Seperti kendaraan di jalan raya, apabila kita hendak diam atau berjalan perlahan maka haruslah di jalur sebelah kiri. Sementara apabila hendak menyusul atau lebih cepat, maka mengambil jalur sebelah kanan. Begitupun yang terjadi di eskalator ataupun rel berjalan. Para pengguna yang cenderung diam dan menunggu sampai di atas eskalator atau rel berjalan, haruslah berada di sebelah kiri. Sementara sebelah kanan harus “dikosongkan” untuk mereka yang hendak berjalan lebih dulu. Apabila kemudian ada yang diam di sebelah kanan, para pengguna/pejalan kaki di belakangnya pun tak segan untuk “menegur” secara halus. “Excuse Me..” atau “Step a side, please..” pun akan terucap.

Hal lain saya temukan saat sedang menggunakan subway MRT di Singapore. Tak ada namanya berebut naik dan turun dalam satu jalur. Semuanya tertib, turun MRT lewat mana, dan naik MRT lewat mana. Bahkan, di beberapa kesempatan saya menemukan para pengguna MRT mendahulukan para penumpang yang turun dari MRT, baru kemudian mereka naik. Itupun tidak berebut. Meski begitu, hasil pengamatan itu saat menggunakan subway tersebut di jam-jam sibuk (jam berangkat dan pulang kantor yang lazimnya pada jam 7-8 pagi dan atau jam 5-6 sore).

Oiya, bisa jadi tertibnya naik dan turun dari subway MRT karena ada petunjuk yang jelas di bagian bawah setiap peron. Naik lewat bagian mana, dan turun lewat bagian mana. Belum lagi, ada semacam “pengaman” di setiap peron agar tidak ada orang yang jatuh/turun ke dalam rel dan tertabrak subway MRT.

Ada juga tertib tidak merokok di sembarang tempat, tidak membuang sampah di sembarang tempat, hingga tidak menyetop kendaraan di sembarang tempat. Oiya, para pengemudi kendaraan mobil pun cenderung mengutamakan pejalan kaki yang akan menyeberang – tentunya saat menyeberang di zebra cross, dan bukan nyeberang sembarangan.

Apapun, perilaku yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan ini akan menjadi pembeda bagi mereka yang tinggal di Singapore dan bukan. Atau kasarnya, pembeda bagi mereka yang benar-benar bisa membaca dan patuh terhadap aturan, dan yang tidak. :mrgreen:

Alangkah senangnya hati saya, apabila kemudian penduduk Indonesia bisa belajar dari hal-hal tersebut dan menerapkannya di dalam negeri ini. Alangkah senangnya, apabila kemudian para penduduk lebih tertib. Bukan tak mungkin perilaku tersebut akan membuat para penduduk menjadi lebih toleran dan sedikit sekali pelanggaran yang harus terjadi. Ga salah kok kalo harus belajar dari negara lain, apalagi belajar dari Singapore yang notabene tetangga dan masih “bersaudara”. 🙂

Kapan ya, bisa ke Singapore lagi…?

Mungkinkah Summer yang Spectacular di Hong Kong?

Hong Kong - courtesy of wikipedia

Pertama kali tau Hong Kong, ya dari film-film Mandarin rilis dari Hong Kong. Sebut aja, mulai dari God of Gambler-nya Chow Yun fat-Andy Lau, sampe Young & Dangerous-nya Ekin Cheng (eh bener ga sih film ini settingnya di Hong Kong? 😛 ). Dan, saya pun mulai makin kagum sama wilayah otorita khusus RRC itu setelah tau kalo dia merupakan kota yang terletak di pinggir laut. Kayanya asik aja gitu kalo bisa jalan-jalan di sebuah kota modern yang punya perpaduan antara gedung tinggi dan hunian yang terletak di pinggir laut.

Oiya, selidik punya selidik, ternyata Hong Kong itu terdiri dari Hong Kong Island, semenanjung Kowloon, Pulau Lantau, dan juga ada wilayah namanya New Territories. Anyway, kota ini juga deket sama sungai Shenzhen (yang juga jadi nama kota Shenzhen). Harusnya sih, kota ini punya banyak pemandangan dan juga tourism spot yang menarik.

Anyway, selain kondisi geografis yang cukup menarik itu, Hong Kong juga punya event tahunan yang namanya Hong Kong Summer Spectacular. Di tahun 2012 kali ini, event itu dilaksanain mulai 22 Juni sampe 31 Agustus! Dan, kalo liat dari websitenya di sini, Hong Kong Summer Spectacular itu punya berbagai agenda utama, antara lain:

  1. Hong Kong Dragon Boat Carnival – Karnaval/lomba perahu naga di Hong Kong.
  2. Summer Pop, Live in Hong Kong – pertunjukan musik terkenal di Hong Kong.
  3. Visa Go Shopping Indulgence – Shopping! Shopping! Shopping! *udah cukup menjelaskan kan?* 😛

Oiya, khusus dari Visa Go Shopping Indulgence itu, ada 1 sub agenda yakni Visa Go Hong Kong Super Shopper di tanggal 29-31 Agustus nanti. And you know what, sub agenda itu bakal seru abis karena ajang lomba yang diikuti sama tim-tim terhebat yang bisa jelajahin Hong Kong, dengan jadwal perjalanan yang dibuat sendiri. Dan, tim yang tersukses bakal digelarin Visa Go Hong Kong Super Shopper plus dapet berbagai hadiah! *mupeng*

Hong Kong Summer Spectacular - courtesy of Hong Kong Summer Spectacular

Haduh, dari contoh 3 agenda utama itu aja (dan juga 1 sub agenda) dari Hong Kong Summer Spectacular, udah bikin pengen summer di Hong Kong. Belom lagi atraksi-atraksi dan tourism spot lain yang juga tersedia di Hong Kong. Apa aja? Antara lain di bawah ini..

Hong Kong Disney Land gate - courtesy of @chikastuff

Hong Kong Disney Land! Udah bukan rahasia lagi kalo di Hong Kong ada Disney Land! IYA, DISNEY LAND YANG ITU! YANG BANYAK TOKOH-TOKOH DISNEY-NYA! *sori kepslok* *biar lebay* Disney Land ini bisa dibilang salah satu tujuan yang pengen saya datengin kalo saya bisa ke Hong Kong. Ga laen ga bukan, buat bisa ketemu dan foto bareng sama tokoh-tokoh Disney! Donal Bebek (Donald Duck) bakal jadi tokoh kartun rekaan Disney yang bakal saya utamakan buat foto bareng. :mrgreen:

Avenue of Stars di Tsim Sha Tsui, Kowloon juga harus didatangi. Karena di situ ada marka macam Hollywood Walk of Fame, tapi bintang-bintangnya adalah para legenda film Hong Kong! Plus juga pengennya keliling kota Hong Kong dan bisa liat-liat Kowloon Bay, Patung Buddha di Pulau Lantau, Sai Kung, dll..

Oiya, lagi ada seru-seruan juga soal Hong Kong ini antara lain Hong Kong Summer Showreels yang berhadiah jalan-jalan ke Hong Kong plus dapet hadiah HK$ 200.000 visa spending credit! MANTAP!

Duh, mungkinkah saya dapetin summer yang spectacular di Hong Kong?

Rencanakan dan Lakukan dari Sekarang, Untuk Masa Depan

Well-planned, begitu yang saya coba lakukan setiap harinya. Sebelum saya melakukan sesuatu, saya berusaha untuk membuat rencana agar bisa dan tahu apa dan bagaimana harus menjalankan hari-hari saya. Mulai dari hal-hal kecil seperti waktu untuk melakukan pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, hingga mengurus keluarga. Terutama, si kecil Cissy yang semakin lucu setiap harinya. Oiya, Cissy itu nama panggilan bagi anak saya kalau ada yang belum tahu. ^^

Salah satu hal yang saya coba jalankan untuk well-planned bagi Cissy adalah rencana masa depan buat dia. Rencananya bukan yang ribet-ribet macam nanti siapa jodohnya dll, melainkan yang “mudah” saja dulu yakni rencana pendidikan buat dia nantinya. Tentunya, rencana pendidikan tersebut harus didukung oleh perencanaan finansial demi mendukung pendidikan Cissy nantinya, mulai dari yang “kecil” seperti masuk TK, hingga (mudah-mudahan) perguruan tinggi. Karena walau banyak sekali pemberitaan bahwa pendidikan gratis serta banyak sekali kesempatan beasiswa, namun riilnya di lapangan begitu banyak sekali yang harus dilakukan untuk mendapatkan “fasilitas” tersebut. Anyway, bukan soal pendidikan gratis atau beasiswa itu yang ingin saya bahas, melainkan apa rencana pribadi saya untuk finansial pendidikan Cissy nantinya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perencanaan pendidikan Cissy nantinya adalah ucapan dari orangtua saya. “Pendidikan seorang anak haruslah lebih baik daripada orangtuanya. Jika orangtuanya hanya sanggup menyelesaikan hingga SMA, maka anaknya haruslah sanggup menyelesaikan hingga perguruan tinggi.” Kurang lebih, ucapan tersebut terpatri di benak saya, bahwa kelak Cissy haruslah lebih tinggi pendidikannya dibandingkan saya. FYI aja: (saat ini) saya “cuma” lulusan D3; sehingga (mudah-mudahan) Cissy bisa jadi lulusan S1. Amin.

Untuk mendukung rencana tersebut, tentunya perlu didukung oleh layanan perbankan yang memberikan solusi. Tabungan, adalah salah satu bentuk produk perbankan yang bisa dipilih. Ragamnya pun banyak, mulai dari tabungan reguler yang bisa ditambahkan terus saldonya dari hasil menyisihkan pendapatan setiap bulan, ataupun tabungan pendidikan dan skema lainnya. Semua itu tentunya merupakan solusi perbankan yang bisa ditemui di berbagai bank. Salah satunya adalah BCA (http://www.bca.co.id).

Lalu, apa rencana masa depan saya untuk kebutuhan finansial pendidikan Cissy? Jujur saja, saat ini saya baru memilih untuk menggunakan tabungan reguler – yakni Tahapan BCA atas nama saya untuk menjadi “lumbung” pengumpulan finansial bagi kebutuhan pendidikan Cissy kelak. Alasannya, karena mudah untuk bertransaksi.

Sekian tahun saya memiliki rekening berupa Tahapan BCA, sekian tahun pula kemudahan transaksi berupa penggunaan ATM BCA, debit BCA, transfer via ATM BCA, pembelian voucher telepon seluler, hingga pembayaran asuransi melalui ATM BCA begitu membantu keseharian saya. Jadi, tentu saja alasan tersebut cukup kuat bagi saya untuk kemudian menggunakan Tahapan BCA saya untuk menjadi “lumbung” bagi rencana finansial pendidikan Cissy.

Saat ini, rencana besaran minimal yang saya sisihkan per bulan untuk Cissy belum begitu besar. Masih di bawah 300ribu rupiah per bulannya. Mungkin kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan total finansial pendidikan jaman sekarang (atau nanti) yang bisa jadi membutuhkan hingga belasan atau puluhan juta rupiah. Tapi, rencana tersebut tujuannya tak lain agar cash flow setiap bulan dari pendapatan dan pengeluaran saya tetap stabil, tidak bergelombang, dan saya pun tertib untuk terus menabung. Pernah dengar kan prinsip “menabung itu yang penting terus bersambung”? :mrgreen: Lagipula, saya juga kan pengen dong punya kebebasan finansial dengan cash flow yang stabil tersebut.. – meski riilnya cukup “menantang” untuk dilakukan. 🙂

Well, saya memang kurang pandai berhitung untuk keuangan yang berkaitan dengan tabungan di bank. Tapi setidaknya saya berharap dengan rencana kecil ini, saya di kemudian hari menjadi lebih tertib, lebih mawas diri, dan lebih terbantu untuk kebutuhan finansial pendidikan Cissy kelak. Sambil tetap dan terus berdoa, berikhtiar, dan melakukan pekerjaan halal untuk mengumpulkan rezeki. Karena itulah, perlu rencanakan dan lakukan dari sekarang, untuk masa depan. Amin.

Kalau kamu, punya rencana finansial apa?

NB: tanpa mempengaruhi isi & kondisi riil, blogpost ini sedang diikutsertakan di BCA blog competition.

Keterangan foto: tabungan dari sini, dan topi toga dari sini.