Rss Feed

Posts Tagged ‘Billy Koesoemadinata’

  1. Hai, Nak… :’)

    April 20, 2012 by Billy Koesoemadinata

    Bulan Agustus tahun lalu, bulan Ramadhan. Di bulan yang dipenuhi dengan kebaikan tersebut, Papi & Mami mendapat kabar gembira. Mami positif mengandung. Positif mengandung kamu, Nak. Dengan usia kandungan yang baru beberapa minggu.

    Bulan-bulan berikutnya, Papi selalu menemani Mami setiap Mami kontrol ke dokter kandungan. Mengecek perkembanganmu, memastikan kamu & Mami sehat, mendapatkan nasihat, dan segala yang berkaitan dengan mempersiapkanmu untuk lahir, Nak.

    Papi masih ingat, di sekitar bulan November-Desember, Mami mulai merasa ada yang berdenyut di perutnya. Dan, saat mengecek ke dokter, dokter bilang yang berdenyut itu kamu. Iya, kamu sedang ‘menendang’ dari dalam perut Mami. Dan sejak saat itu, Papi dan Mami sering mengajak kamu ‘ngobrol’. Kalau lagi diajak ‘ngobrol’ dan kamu ‘nendang’, rasanya seru bagi Mami dan Papi.. :)

    Memasuki tahun 2012, usia kamu di dalam kandungan Mami mulai bertambah hitungan minggunya. Alhamdulillah, kamu sehat.. Mami pun sehat.. Kamu pun makin sering dan unik saat merespon ‘obrolan’ Papi dan Mami.

    7 bulan, 8 bulan, dan kemudian 9 bulan usia kamu dalam kandungan Mami. Papi dan Mami pun sudah menyiapkan nama, pakaian, dan hampir semua keperluan kelahiran kamu. Papi pun makin siaga karena bisa saja sewaktu-waktu kamu akan lahir dari kandungan Mami. Tidur larut, bangun sebelum fajar, hingga telinga yang awas untuk mendengar apapun panggilan Mami, menjadi sesuatu yang begitu mengesankan oleh Papi. Kenapa? Karena pagi hari ini, Jum’at 20 April 2012, jam 8:53 WIB, kamu lahir dari proses persalinan normal dari kandungan Mami..

    Kamu, seorang putri cantik yang menambah kebahagiaan Mami dan Papi yang menjadi orangtua kamu.

    Nak, semoga kamu menjadi seseorang yang solehah, berakhlak baik, dan berbakti kelak. Papi dan Mami akan siap dan sedia untuk mendukungmu..


  2. All Access Koprol

    April 12, 2012 by Billy Koesoemadinata

    Tentunya banyak yang menyayangkan kalo Koprol akan ditutup suatu saat nanti dekat-dekat ini. Walau begitu, tentu itu tanda bahwa users begitu menyayangi social network asli Indonesia ini. Dan, menurut saya wajar saja users merasa begitu. Kenapa? Karena Koprol bisa diakses dari mana saja dengan fitur-fitur yang hampir sama bisa digunakan di setiap aksesnya.

    Iya, All Access Koprol.

    Check in. Search location. Teleport. Comments. Mentions. Add/approve friends (Alerts). Hingga yang terbaru: Stamps. Semua fitur-fitur tersebut bisa digunakan di setiap aksesnya. Baik hape “biasa” seperti Nokia dengan browser, hingga aplikasi via blackberry dan android. Mungkin hanya kurator saja yang benar-benar memerlukan akses via website.

    Dan semua itu.. membuat Koprol begitu memudahkan penggunanya.

    Coba saja bandingkan dengan layanan berbasis lokasi lain seperti foursquare. Apakah via mobile dia memiliki fitur yang sama bagusnya dengan versi apps? Tentu tidak. Bahkan, foursquare tidak bisa “digunakan” dari versi full website-nya.

    Lalu, mau bandingkan dengan apalagi? Gowalla? Brightkite? Bouncity? Rasa-rasanya.. Koprol masih di depan daripada mereka semua dalam hal akses. Dan itulah nilai lebih yang seharusnya dipertahankan, dan membuat Koprol begitu bernilai.

    Iya, Koprol begitu bernilai.

    Maka dari itu, sayang rasanya jika nanti, Koprol tak lagi bisa “dinikmati” dengan segala kemudahan akses tersebut. Sayang rasanya jika tak ada lagi jejaring sosial dengan kelebihan yang begitu bernilai tersebut. Sayang rasanya jika kemudian segala yang bisa dinikmati melalui all access tersebut menjadi sebuah sejarah. Masa lalu. Yang kemudian hanya bisa dikenang, dan diperbincangkan dengan kata-kata “Dulu.. Waktu Koprol masih ada…..”


  3. Mengapa “Harus” #SaveKoprol?

    April 9, 2012 by Billy Koesoemadinata

    Bagi Anda yang ngefollow saya di twitter, semalam mulai periode jam 7 malam tentu menyimak beberapa twit saya “dihiasi” dengan tagar #SaveKoprol (atau #savekoprol – sama saja). Beberapa followers dan juga kenalan saya langsung me-reply twit saya tersebut dan bertanya-tanya ada apa dengan Koprol – situs social media asli buatan Indonesia, yang “telah” diakuisisi Yahoo!. Kebanyakan, saya jawab dengan “ditakutkan koprol akan ditutup, silakan liat artikel lengkapnya di dailysocial.net”.

    Trus, kenapa harus #SaveKoprol?

    Jawabannya akan beragam.. tapi, beberapa pasti akan tertera seperti berikut.. Karena memang harus. Karena saya (kebetulan) adalah pengguna Koprol. Karena beberapa teman saya pengguna Koprol. Karena saya mendapatkan teman-teman baru melalui Koprol. Karena Koprol adalah hasil “kreativitas” sejumlah orang Indonesia dengan talenta yang mumpuni. Karena Koprol memiliki jutaan user. Dan yang paling penting adalah.. karena Koprol milik kita semua.

    Iya, Koprol milik kita semua.

    Dari mana saya yakin Koprol milik kita semua? Siapa kita yang dimaksud? Dan, mengapa harus dimiliki kita semua? Jawaban itu tentu akan relatif bagi setiap orang. Tapi buat saya sih, gampang aja. Karena saya dapat “sesuatu” dari Koprol. Saya yakin, setiap orang pun pasti dapat “sesuatu” dari Koprol. Entah itu teman, pertengkaran, diskusi, ilmu, sampai dengan foto-foto dan info lucu. Sehingga Koprol tak hanya memiliki usernya, melainkan juga usernya memiliki Koprol.

    Dari keterkaitan bahwa saya mendapatkan “sesuatu” dari Koprol itulah, kemudian saya (dan mungkin user-user lainnya) memiliki kaitan erat dengan Koprol. Entah itu sekadar cek in, komen, scroll timeline, sampai dengan meramaikan hot tags (yang cukup everlasting adalah hot tags #pea :lol: ). Meski memang harus diakui bahwa beberapa bulan terakhir user-usernya kurang “aktif” menggunakan Koprol (termasuk saya), akan tetapi bukan berarti usernya lupa atau bahkan meninggalkan Koprol. Kalopun sampai meninggalkan, usernya meninggalkan untuk kembali lagi.

    Iya, kembali lagi seperti beberapa hari terakhir ini…

    Jika ditanya lebih jauh dan lebih detail mengenai apa “sesuatu” yang saya dapat dari Koprol.. contohnya seperti ini..

    Dulu, di tempat kerja saya sebelumnya, berkat Koprol saya bisa kenal dengan beberapa teman “segedung” seperti Cakra, Yona, Miftah, dan beberapa lagi. Berkat Koprol pula, saya dapat tumpangan pulang setelah selesai menghadiri pbjogja 2010 lalu (thanks to Ardhis). Berkat Koprol pula, saya terbantu saat harus “berkeliling” di Bandung berkat teman-teman B_Kops seperti Mira, Fajar, dan lain-lain. Berkat Koprol saya bertemu lagi dengan teman-teman sealmamater yang ternyata masih satu angkatan seperti Erbe, dan Dhani. Berkat Koprol, saya mendapatkan beberapa pembaca (setia) short story saya. Dan, masih banyak lagi yang saya dapatkan berkat Koprol termasuk yang kurang nyaman seperti perdebatan tak henti-henti, users yang seenaknya add/approve place, dan lain-lain.

    Tapi itu semua berkat Koprol…

    Andai Koprol tidak (pernah) ada, semua yang saya dapatkan dari Koprol tentu tinggal sejarah, atau tak pernah terjadi sama sekali…

    Jadi, ayo #savekoprol dengan semua upaya yang bisa kamu lakukan!


  4. Apa itu Indonesia Car Lifestyle Award 2012?

    March 16, 2012 by Billy Koesoemadinata

    Lagi iseng browsing-browsing, entah gimana runutannya tau-tau aja masuk ke halaman Indonesia Car Lifestyle Award 2012 (ICLA 2012). Kalo liat dari website-nya di sini, deskripsinya sebagai berikut,

    Indonesia Car Lifestyle Award 2012 memilih mobil-mobil terbaik tahun ini. Mobil yang banyak mendapat perhatian dari jutaan pengunjung BosMobil.com, dan mobil-mobil yang paling cocok untuk berbagai gaya hidup, termasuk family car, work car, female car serta play car.

    Secara singkat, bisa dibilang bahwa ICLA 2012 itu bagian dari BosMobil.com, dan juga ajang pemilihan mobil terbaik tahun 2012, di Indonesia. Jenis-jenis mobilnya sendiri dibedain jadi family car, work car, female car, dan play car. Perbedaan jenis mobil tersebut udah jelas diklasifikasikan berdasar kegunaan dan penggunanya – family car untuk keluarga, work car untuk transportasi pekerjaan, female car untuk wanita, serta play car untuk hangout dan jalan-jalan. Ada yang sedikit menggelitik, yakni urban car ga termasuk, nih? :mrgreen:

    Anyway, lanjut baca-baca di website-nya, ada deskripsi lanjutan seperti ini,

    Kita tahu bahwa tidak semua pembeli memilih mobil hanya dengan acuan kategori seperti tersebut di atas. Tim kami melakukan pengujian dengan melakukan test-drive puluhan mobil, dan pengalaman-pengalaman dari repsonden yang kami temui. Penentuan mobil-mobil terbaik Indonesia Car Lifestyle Award 2012 akan kami helat pada tanggal 11 Juli 2012.

    Oh.. Jadi memang BosMobil.com selaku salah satu website tentang otomotif, juga memberikan ulasan tentang kendaraan dan juga berita-berita terbaru dan terkait dengan otomotif. Dan dari situ kemudian akan diselenggarakan penghargaan berupa Indonesia Car Lifestyle Award 2012 (ICLA 2012) yang akan dihelat bulan Juli nanti. Dan, menuju ke sana, mereka mengadakan polling di sini.

    Menarik juga mencermati bahwa ada media non-cetak (atau publishing utama-nya dari new media/internet) yang akan menyelenggarakan award otomotif. Sehingga tentu, acara pemberian penghargaan-nya pun menjadi sesuatu yang membuat penasaran. Setidaknya, saya yang penasaran. :mrgreen:

    Oiya, kalo liat sekilas kaya’nya di polling mereka itu ada hadiahnya deh.. Total hadiahnya mencapai 50 juta lho.. Ikutan gih!

    NB: Blogpost ini tidak didasari oleh request dari BosMobil.com, serta saat tulisan ini ditulis dan di-publish saya tidak memiliki kaitan apapun dengan BosMobil.com. Logo saya copy URL dari sini.


  5. Cara Jitu Mengatasi “Kuis Hunter”

    March 14, 2012 by Billy Koesoemadinata

    Pernah ikutan kuis atau lomba-lomba yang diselenggarakan di internet? Atau, pernah sebaliknya, membuat lomba-lomba atau kuis yang diselenggarakan di internet? Kalau jawabnya pernah, pasti tahu dengan yang namanya “kuis hunter”. Iya, para pemburu kuis yang memiliki akun dengan tujuan utama untuk mengikuti kuis – di segala macam platform (facebook, twitter, dll), dan acapkali membuat “banjir” timeline dengan aktivitas mereka.

    Blogpost kali ini tidak akan memberi penilaian berupa positif atau negatif terhadap “kuis hunter” tersebut, melainkan cara jitu untuk mengatasi mereka. Mengatasi di sini bukan tentang mengesampingkan para “kuis hunter”, akan tetapi mengatasi untuk menjaga agar aktivitas (lomba dan kuis) yang dibuat menjadi lebih tertata dan juga memiliki kualitas yang baik.

    Cara-cara mengatasinya antara lain sebagai berikut,

    1. Photo/design contest.

    Membuat kontes foto dan atau desain, menjadi salah satu cara untuk mengatasi “kuis hunter”. Kenapa? Karena foto dan atau desain membutuhkan usaha (effort) yang cukup berlebih bagi para pesertanya. Kenapa? Karena setidaknya peserta “harus” membuat hasil foto yang menarik, konsep desain yang unik, hingga akhirnya setelah selesai diunggah (upload) dan kemudian dinilai oleh juri.

    Menurut saya pribadi, cara ini tentunya akan membuat kuis/lomba menjadi lebih tertata dan memudahkan juri untuk menilai dan menentukan pemenang.

    2. Product buying related promo.

    Dengan begitu mudahnya internet diakses, “kuis hunter” akan menjamur dengan mudah pula. Berbekal dengan koneksi internet “gratis” (atau lebih tepat dibilang murah), para “kuis hunter” akan dengan mudahnya pula untuk mengikuti kuis di berbagai platform. Tapi, apabila para “kuis hunter” diminta untuk mengikuti lomba/kuis dengan syarat harus memiliki/membeli produk tertentu, maka kecenderungannya akan lebih kecil untuk ikut di kuis/lomba tersebut.

    Menurut saya pribadi, cara ini akan menghasilkan para peserta kuis/lomba yang benar-benar loyal dengan produk/brand yang menjadi dasar kuis/lomba tersebut. Serta tentunya, akan memudahkan penilaian apabila ada produk output yang ditentukan.

    3. Blog contest.

    Beberapa kali saya mengikuti blog contest (dan sempat mengurus blog contest juga :mrgreen: ), cara blog contest ini cukup bisa mengatasi para “kuis hunter”. Aspek-aspek penilaian blog contest yang cukup banyak seperti isi blog, cara tutur, pemilihan kata, cara penyampaian topik, hingga jumlah komentar, dan usia dari blog itulah yang mampu mengatasi “kuis hunter”. Sehingga, input dari blog contest akan didapatkan yang sesuai target.

    Menurut saya pribadi, cara blog contest ini juga membutuhkan effort (usaha) yang cukup tinggi dan menuntut kreativitas dari para pesertanya. Sehingga, para peserta tentu akan mengerahkan segenap kemampuannya agar dapat memenangkan hadiah.

    Akan tetapi, ketiga cara tersebut tetap takkan bisa mengatasi para “kuis hunter” apabila,

    1. Penentuan pemenang (juga) didasari oleh jumlah like.
    2. Penentuan pemenang (juga) ditentukan oleh jumlah share.
    3. Produk yang disyaratkan untuk mengikuti kuis/lomba tidak memiliki keunikan di masing-masing unit, sehingga sekali beli produk, dapat digunakan oleh banyak orang/berkali-kali.

    Itu menurut saya. Kalau menurut kamu bagaimana?