Short Story #360: Stand Up

“Besok kamu ga perlu dateng lagi.” Pipit berdiri memberitahu Magda yang baru saja duduk di meja kerjanya.

Muka Magda terkejut. Ia tak menyangka jika niatan masuk kerja di pagi hari itu akan menemui kondisi seperti itu.

“Clean up your desk.”

“Aku dipecat?”

“If you say so.” Pipit beranjak dan menuju mejanya lagi.

Magda masih diam sejenak di kursinya untuk mencerna informasi dari diskusi yang baru ia lakukan. Lalu, ia teringat sesuatu dan langsung ke meja kerja Pipit yang terletak tak jauh dalam ruangan kerja mereka.

“Kukira kemarin kita udah clear.” Magda berkomentar.

“Memang.” Pipit memberitahu sambil menatap muka Magda. “Tapi kamu tetap ga perlu kerja lagi di sini. Denganku.”

“Ga masuk akal sesuatu yang udah clear justru jadi berakhir pait begini.”

“Aku ga pernah bilang ini bakal happy ending, ‘kan?”

“Tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya mecat aku gitu aja, ‘kan?” nada suara Magda meninggi.

“Bisa begitu. Dan aku bisa mecat kamu gitu aja. Agreement kita di awal seperti itu. Tertulis juga di kontrak yang kamu pegang.” Pipit menjawab dengan suara kalem. “Semua hak kamu selama ini sudah dipenuhi, dan akan dipenuhi. Silakan diurus ke sekretariat.”

Magda mengepalkan tangannya. Ia kesal sejadi-jadinya. Tapi kemudian ia sadar bahwa yang terjadi sekarang harusnya tetap dalam ranah profesional. Sama seperti yang terjadi sehari sebelumnya.

Perlahan-lahan, Magda sadar bahwa sepertinya ia terlalu terbawa perasaan.

Sebentar kemudian, Magda menuju mejanya. Ia lalu membereskan barang-barang miliknya, memasukannya ke dalam tas punggung yang selalu ia kenakan, lalu bersiap keluar.

“Sekarang aku sadar kalo politik itu cuma soal kepentingan.” Magda berkomentar.

Pipit hanya melihat tanpa komentar.

“Emang mudah ya stand up ke yang berbeda pilihan seperti lawan-lawan kita. Juga lebih mudah menerima kalo mereka stand up melawan kita.” Magda melanjutkan, “But it’s much harder to stand up to your friends. Hard to do, and also hard to accept.”

Spread the love

A happy family-man. Lives in Jakarta. Currently working in advertising, marketing, communication, social media, & strategic planning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× four = 32