Short Story #347: Catch Up

“Ga pernah aku ngerasa sesendiri ini…” Renata menggumam.

“HeY, what are you talking about? I’m always here.” Kusno langsung merespon dengan memeluk lebih erat.

Renata menoleh ke Kusno yang berada di sampingnya. “Maksudku bukan kamu…”

“Trus, ada cowok lain dalam hidupmu?” Kusno bertanya. Memastikan.

“You know you’re the one only.”

Kusno tersenyum. Lalu membelai rambut Renata.

“Ini soal yang kemarin itu?” Kusno akhirnya bertanya lagi.

“Tepatnya, beberapa bulan yang lalu itu.”

“Still no follow-ups?”

“Gimana bisa ada follow-up kalo obrolan terakhirnya ya begitu itu.”

Kusno menghela napas. “Beberapa orang emang suka gitu sih, milih buat ga lagi ┬ájadi bagian hidup kita.”

“Tapi aku pengen mereka jadi bagian hidupku. Hidup kita.” Renata memberitahu. “Tapi kenapa harus gitu, sih?”

“Well.. dua hal yang pasti tentang orang lain di hidup kita. Kita ga bisa milih, dan kita ga bisa maksa.” Kusno memberitahu.

“Ucapanmu terdengar religius banget.”

“Ya… gitu lah.”

Giliran Renata menghela napas. Lalu menarik tangan Kusno agar memeluknya lebih erat. Kusno pun makin mendekatkan kepalanya ke kepala Renata.

“Life goes on. Dengan atau tanpa beberapa orang, kamu tetap harus ngelanjutin hidup.” Kusno berbisik.

“Tapi gimana kalo aku sayang banget dan berharap mereka terus ada dalam hidupku?” Renata kembali bertanya.

“So don’t worry. Kalo emang udah takdirnya, they’ll catch up.”

A happy family-man. Lives in Jakarta. Currently working in advertising, marketing, communication, social media, & strategic planning.

2 Comments

  1. Duh, ini mengena banget sih ujungnya. Hohohoho. Bagus ceritanya! Salam kenal ya kak. Baru pertama kali main ke sini! \(w)/

  2. wiiii mengalir banget nih ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


8 + = thirteen