Short Story #338: Fragmen

“Udah ada keputusannya?” Santi bertanya sambil menatap Ferdi, lelaki yang telah menjadi pasangannya selama beberapa tahun terakhir.

“Belum.”

“Butuh berapa lama lagi?”

“Ga tau.”

“Kamu biasanya cepat ambil keputusan.” Santi berkomentar.

“Tapi ga yang melibatkan perasaan.” Ferdi memberikan alasan.

Santi diam. Sebenarnya ia sudah jengah. Sudah gemas. Ingin agar Ferdi segera mengambil keputusan, atau dia yang akan mengambil keputusan. Tapi ia tidak berada di posisi yang kuat untuk itu. Setidaknya, saat ini, setelah apa yang terjadi.

“Aku ga maksa ya untuk apapun keputusanmu.” Santi menegaskan lagi kalimat yang telah ia ucapkan beberapa hari yang lalu. Saat ia mengaku.

“Aku tau.” Ferdi memberitahu. “Tapi kamu maksa supaya aku cepat ambil keputusan.”

“Karena makin lama dibiarkan, makin besar potensi luka yang timbul.” Santi memancing.

Ferdi mendengus. Ia tidak terpancing.

“Kalo kamu emang udah ga ada niatan lagi, mungkin harusnya kamu yang ambil keputusan.”

“Maunya sih gitu.” Santi langsung merespon. “Tapi aku ga mau dicap ingkar janji lagi.”

Nafas Ferdi sedikit memburu. Ia kesal karena teringat lagi saat Santi mengaku. Saat ia tahu bahwa Santi mengingkari janjinya.

“Buatku, yang terbaik itu adalah adalah yang kita tau kita bisa menjalaninya.” Santi menasihati. “Sesederhana mengikuti kata hati.”

“Buatku, itu ga sederhana.”

“Kenapa bisa?”

“Kan kamu bilang, ‘Ikuti kata hati.’ Tapi gimana bisa ngikutin kata hati kalo hatimu terpecah luluh lantak jadi jutaan fragmen? Bagian hati mana yang harus aku ikuti?” Ferdi merespon.

 

NB: terinspirasi dari salah satu twit oleh @tikabanget.

Spread the love

A happy family-man. Lives in Jakarta. Currently working in advertising, marketing, communication, social media, & strategic planning.

6 Comments

  1. Udah lama nggak dengar kata mendengus 🙂
    Kangen nulis fiksi lagi iiih

  2. lama ga baca fiksi bikinan billy ih
    *baca cerita yg lainnya

  3. “Karena makin lama dibiarkan, makin besar potensi luka yang timbul.” —> ini benar sekali. Luka yang sudah timbul juga perlu segera diatasi, agar tidak membesar.

  4. nah…

  5. lanjuuuttttt

  6. langsung nulis dong kak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


nine × 1 =