Browse By

#20

Deburan ombak menyapa pantai. Sepi. Damai. Aku duduk sendiri. Angin laut menyibakkan rambutku. Aku menunggu. Menunggu siapa? Kurasakan, seseorang mendekat. Aku ingin menoleh, tapi aku tak bisa. Dalam hati, aku bertanya-tanya. Siapa dia? Rambutku seakan-akan dibelai. Lembut sekali. Hanya satu orang yang bisa membelaiku lembut

#19

Malam itu, lagi-lagi aku menunggui Pram. Kusandarkan kursiku di dekat jendela. Diam. Menatap Pram. Bulan bersinar hangat. Bintang menemani malamku. “Pram, aku harap kau bisa mendengarku, karena aku tahu sebenarnya kau bisa, bukan?” Hening. “Dua hari yang lalu, seseorang menjengukmu. Namanya Samiaji. Kau kenal?” Hanya

#18

Malam sudah menjelang. Di ruang 36, hanya ada aku dan Pram. Ia terlelap dalam damai. Tubuhnya dililiti selang-selang yang menunjang kehidupannya. Tenang. Sunyi. Sepi. “Pram…sebenernya, apa sih yang terjadi di peragaan tadi? Kenapa kamu nggak hati-hati? Denger-denger, kamu nolong orang jadi begini. Kenapa? Sampe kapan

#17

Esoknya, aku ke kampus seperti biasa. Selain kuliah dan konsultasi dengan dosen tentang skripsiku, aku kembali menenggelamkan diri di perpustakaan. Mengembalikan beberapa buku yang sudah kubaca, sekaligus mencari lagi beberapa buku yang baru. Perpustakaan cukup penuh siang itu. Aku tak kebagian tempat duduk. Terpaksa, aku

Tulis Saja!

Yap, posting berikut ini saya berikan judul ‘Tulis Saja!’. Kenapa? Karena kebanyakan dari kita yang berhasrat untuk menjadi penulis, tidak bisa melakukan hal tersebut. Ketika timbul niatan yang sangat kuat untuk menulis, kita seringkali mengabaikan keinginan tersebut, hingga akhirnya lupa akan ide yang menggebu-gebu saat