Rss Feed
  1. Short Story #105: Kesempatan Saat Hujan

    March 14, 2012 by Billy Koesoemadinata

    “Pagi-pagi kok ya ujan..” Gilang menggerutu di teras toko yang mulai basah.

    “Gapapa lah, Lang.. pertanda bagus justru..” Retno menimpali sambil menyandarkan dirinya di bagian teras toko tempat mereka berteduh yang tak terkena bias hujan.

    “Pertanda bagus gimana?” tanya Gilang.

    “Pastinya dosen kita pagi ini juga telat toh..” jawab Retno.

    “Halah.. emang dikira Pak Dudi ga bakalan ngasih tugas atau dia naik mobil sendiri?” Gilang langsung merespon.

    “Eng.. sepertinya enggak. Belom pernah deh kaya’nya Pak Dudi begitu.. udah berapa kali kan pagi-pagi ujan, dan dia juga mendadak ga masuk.” ucap Retno.

    “Iya juga sih..”

    Lalu kedua teman sekampus tersebut sama-sama diam. Menatap hujan dari teras toko yang masih tutup sementara jalanan di depan mereka kembali diterpa hujan deras. Sama-sama diam menatap seperti orang-orang lain yang juga berteduh di samping mereka.

    “Padahal udah deket banget ini sama kampus. Nanggung bener..” komentar Gilang.

    “Iya.. tapi ya mau gimana lagi? Aku males basah-basahan..” ujar Retno.

    “Sori ya, No. Sekalinya gue jemput loe buat bareng ke kampus, malah ujan gini..”

    “Halah.. ga usah dipikirin lah, Lang..” jawab Retno. “Tapi ya.. biar gimanapun ujan gini bisa ngasih kesempatan lain juga..”

    “Oh ya? Apa tuh?”

    “Kesempatan buat dilindungin sama jaket kamu kalo aku tiba-tiba pengen jalan pas ujan..” goda Retno sambil beranjak dari teras toko ke tengah trotoar yang masih diterpa hujan.


  2. Hugo, Anak Lelaki Yang “Berfungsi”

    March 11, 2012 by Billy Koesoemadinata

    Peringatan: Hati-hati terhadap spoiler film yang bertebaran di sepanjang blogpost ini! *dualpost*

    Nama anak lelaki itu Hugo Cabret. Panggilannya Hugo. Dia yatim piatu. Ia tinggal di stasiun kereta, dan ia cukup cekatan dengan perkakas dan memperbaiki barang. Sepertinya, bakat tersebut ia warisi dari ayahnya yang telah meninggal dunia.

    Intro tersebut akan langsung didapatkan ketika menyaksikan “Hugo”, film yang mendapatkan 5 piala Oscar pada helatan ke-84 awal Februari lalu. Total 5 piala Oscar itu adalah untuk kategori Cinematography, Art Direction, Visual Effects, Sound Mixing, dan Sound Editing. Kelima piala Oscar itu pun diraih setelah sebelumnya mendapatkan 11 nominasi piala Oscar. Still anyway, yang dibahas di blogpost ini bukan tentang piala Oscar-nya, melainkan tentang filmnya.

    (more…)


  3. Short Story #104: Pegangan

    March 7, 2012 by Billy Koesoemadinata

    “Al.. Kaya’nya kita ga bisa lanjutin hubungan ini, deh..” Widya
    mencoba tenang walau suara bergetar.

    Ali yang duduk di kursi depannya seketika menyimpan sendok dan
    garpunya. Ia lantas menoleh ke jendela. Melihat ke tengah hujan yang
    melanda. Lalu mendengus.

    “Jangan bilang karena orangtua kamu lagi deh..” kata Ali datar.

    Widya tak menjawab meski dalam hatinya ia mengiyakan ucapan Ali.

    “Emang aku kurang apalagi ya buat mereka?” Ali bertanya tanpa
    memalingkan mukanya dari jendela.

    “Aku ga tau..” jawab Widya. “Tapi yang pasti mereka pengen aku ga
    lanjutin berhubungan sama kamu..”

    Ali tersenyum kecil lalu kemudian menoleh ke arah Widya yang sedari
    tadi memerhatikannya.

    “Alasannya?”

    Widya menarik napas. “Mereka ga ngasih alasan, Al.. Mereka cuma ngasih
    pilihan..”

    “Oh ya?” sergah Ali sambil menaikkan sebelah alisnya.

    “Iya.” jawab Widya.

    Lalu hening menyeruak di antara Ali dan Widya.

    “Kamu ga tanya apa pilihan yang dikasih mereka ke aku?” tanya Widya.

    “Buat apa… Toh kamu udah milih mereka..” jawab Ali datar.

    Widya diam. Ia sebenarnya ingin agar Ali bertanya. Tapi… Kejadian
    ini sudah berulang sekian kali. Lagi.

    “Aku pengen milih kamu, Al.. Tapi.. aku ga bisa kalo ga ada mereka,
    Al.. Mereka kan orangtuaku..” Widya memberitahu. “Kalo ga ada mereka,
    aku pegangan sama siapa kalo ada apa-apa?”

    Ali mendengus. Lalu tertawa kecil.

    “Tanganku..” jawab Ali. “Kalo kamu milih aku, kamu bisa pegang
    tanganku sambil kita jalani ini bareng-bareng..”


  4. Memulai Dengan Kutipan

    March 6, 2012 by Billy Koesoemadinata

    Seperti diketahui oleh banyak orang, ada 2 jenis tulisan. Yakni fiksi dan non-fiksi. Keduanya sama-sama punya kelebihan-kekurangan, serta ciri-ciri tersendiri. Yang ingin saya bahas di blogpost kali ini adalah mengenai permulaan dari tulisan.

    Awalan sebuah tulisan perlu memiliki ciri berupa jangkar yang demikian kuat agar bisa “menahan” pembacanya agar mau membaca, lalu menuntaskan membaca tulisan itu. Dan, salah satu caranya adalah dengan memulai tulisan dengan kutipan. Iya, kutipan atau kata langsung.

    Contoh kutipan antara lain,

    “Saya kan sudah bilang, taktik yang dipakai di pertandingan kemarin itu salah semuanya..” ujar pelatih.
    “Just play. Have fun. Enjoy the game.” – Michael Jordan.

    Kedua contoh kutipan tersebut bisa digunakan baik di tulisan fiksi maupun nonfiksi. Kenapa saya bisa sebutkan demikian? Karena kalimatnya diawali dengan tanda kutip – iya ini ilmu dasar menulis, dan berupa kalimat langsung yang diucapkan oleh seseorang, yang seseorang pengucap tersebut disebutkan di akhir kalimat – setelah tanda kutip ditutup.

    Bingung? Coba nanti di kolom komentar, beritahu saya apa yang bikin bingung. Sementara itu, lanjut dulu ya.. :)

    Kekuatan sebuah kutipan di awal tulisan setidaknya harus memiliki salah satu atau sekaligus semua faktor di bawah ini,
    1. Mengundang pertanyaan akan isi dari tulisan,
    2. Merupakan hal yang dibicarakan oleh banyak orang – pada saat tulisan itu dipublikasikan,
    3. Diucapkan oleh seseorang yang berpengaruh, dan atau,
    4. Terdiri dari sebuah kalimat sederhana – tidak menimbulkan kebingungan.

    Apabila kutipan di awal tulisan sudah kuat, maka bisa dijamin setidaknya pembaca akan meneruskan membaca hingga setidaknya 2-3 paragraf lagi. Dan diharapkan di paragraf-paragraf tersebut terdapat hubungan yang kuat, sehingga pembaca akan terus bertahan hingga mendapatkan intisari dari tulisan dan atau sesuai persepsi yang ia butuhkan saat proses membaca itu tuntas.

    Jadi, sudah siap memulai tulisan dengan kutipan? Cobalah dengan memuat kutipan berupa kata-kata bijak atau bagus. Tujuannya, selain berlatih dengan kutipan, kata-kata tersebut juga bisa memotivasi penulis secara terselubung untuk menuntaskan tulisan. :)


  5. Dear Myself…

    March 1, 2012 by Billy Koesoemadinata

    Happy birthday..
    Happy celebrating your day..

    Wish you all the best!