“Apa yang terjadi dengan ‘my door always open for you’?” Laksmi setengah berteriak dari luar di sela pintu apartemen yang setengah terbuka. “Semuanya udah berubah sejak terakhir kali lo ke sini.” Wira memberitahu dari dalam apartemen. Sedikit jauh dari pintu agar Laksmi tak dapat melihatnya. “Sejak kapan? Pas gue mabok itu?” “Iya!” Wira balas setengah berteriak…. Read Article →

Sarah mengenakan jaketnya di foyer. Sambil sesekali melihat ke arah jalanan, ia kembali melihat ke arah pria yang duduk di kursi ruang tamu agak membelakanginya dengan selembar kertas di pegangan. Memahaminya. “One last question, Lex..” Sarah memberitahu. Alex menoleh tanpa berdiri. “..Kenapa kamu berhenti minta aku buat minta maaf?” “Kamu ngerasa itu perlu ga?” Alex… Read Article →

“Kenapa sih lo? Udah kaya’ kebelet pengen boker tapi kamar mandi lagi penuh.” Yoga mengomentari Bagas yang sedari tadi terlihat gelisah. “Deg-degan gue.” Bagas menjawab singkat. “Sidang besok?” Yoga bertanya lagi sambil kemudian duduk di depan Bagas lalu meminum minumannya. “Iya.” Bagas menjawab singkat lagi. Yoga melihat sejenak Bagas yang masih gelisah meski tak memegang bahan… Read Article →

Sari baru saja sampai ke kantornya. Tapi ia sudah terlihat lelah. Bukan karena perjalanan menuju kantornya, tapi hal lainnya… “Malam panjang?” Ayu, teman sekantornya menebak. “Ya gitu lah.” Sari menjawab singkat. “Kalo kamu capek, konsultasi hari ini bisa aku handle semua.” “Trus aku makan gaji buta, gitu?” “Yee.. co-owner makan gaji buta itu wajar kali.” Ayu memberitahu. “Jadi itu yang… Read Article →

“Udah ada keputusannya?” Santi bertanya sambil menatap Ferdi, lelaki yang telah menjadi pasangannya selama beberapa tahun terakhir. “Belum.” “Butuh berapa lama lagi?” “Ga tau.” “Kamu biasanya cepat ambil keputusan.” Santi berkomentar. “Tapi ga yang melibatkan perasaan.” Ferdi memberikan alasan. Santi diam. Sebenarnya ia sudah jengah. Sudah gemas. Ingin agar Ferdi segera mengambil keputusan, atau dia yang… Read Article →

Scroll To Top