Ngapain Jalan-Jalan Ke Luar Negeri?

Beberapa kali saya mendapati slogan atau tulisan seperti judul postingan ini. Buat saya, tulisan tersebut bermaksud persuasif, dimaksudkan agar kita lebih eksplorasi lebih banyak di dalam negeri – tanah air Indonesia dari ujung ke ujung, dan bukannya keluar negeri. Tapi ya, itu saya sih. Entah kalo orang lain.

Emang harus saya akui, jalan-jalan eksplorasi tanah air juga jadi salah satu keinginan terpendam saya. Saya bahkan punya niatan pribadi, harus bisa menjejakkan kaki (ekplorasi) di setidaknya kelima pulau besar di Indonesia – yang hingga saat ini tinggal 1 pulau lagi yang belum yaitu Sulawesi. Untuk Sumatera sudah diwakili Banda Aceh dan Medan, untuk Kalimantan sudah diwakili oleh Balikpapan, untuk Papua sudah diwakili oleh Sorong, dan Jawa… ya itu sih udah cukup sering karena saya juga kan tinggal di pulau Jawa. Dan iya, tinggal Sulawesi saja yang belum. Sekalinya saya ke Sulawesi, ya sebentar aja di Makassar. Belom sempat eksplorasi.

Meski begitu, saya juga tetep kepengen jalan-jalan keluar negeri. Minimal ke negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia, atau negara-negara ASEAN seluruhnya. Kenapa? Ya karena pengen. Klise memang, tapi kalo udah kepengen ya gimana dong?

DSC00948 - Pyrmont Bridge, Sydney, June 11, 2013

Pyrmont Bridge, Sydney, June 11, 2013

Selain buat naikin gengsi nambah cap di paspor – halah, jalan-jalan keluar negeri jadi salah satu kesempatan buat ngalamin sesuatu yang berbeda. Minimal, keseharian yang beda sama di dalam negeri. Yang paling berasa tentunya adalah perihal bahasa, dan mata uang yang digunakan. Kalo di dalam negeri, bahasa bisa beda, tapi mata uang tetep sama.

Pengalaman yang didapet dengan jalan-jalan di luar negeri dan pelosok negeri ya sebenernya sama aja. Beda budaya, bahasa, dan bahkan kebiasaan bisa didapati. Tapi ya lagi-lagi, di luar gengsi nambahin cap di paspor, jalan-jalan keluar negeri itu ya seru aja buat ngalamin fasilitas-fasilitas yang ga ditemuin di dalam negeri. Subway, trotoar yang ramah pejalan kaki, sampai dengan area terbuka publik yang gratis dan nyaman. Itu beberapa fasilitas yang sering saya nikmati kalo lagi jalan-jalan ke luar negeri. Selainnya ya jelas, atraksi hiburan seperti taman permainan, dan lain-lain.

DSC01030 - Farewell Sydney Monorail! #postcardfromSydney ~ taken from Novotel Darling Harbour, June 13, 2013

Sydney monorail during their last month of services, taken from Novotel Darling Harbour, June 13, 2013

Kalo kamu sendiri, ngapain jalan-jalan ke luar negeri?

Spread the love

A happy family-man. Lives in Jakarta. Currently working in advertising, marketing, communication, social media, & strategic planning.

1 Comment

  1. aku ke LN mentok spore-KL, dan impian daku ke eropa, buat tour stadion bola+museum”nya pemainnya..
    cita” banget ya ke kandang chelsea+milan..
    Dan ke Jepang, ngapain? mau ke laut yang ada banyak starfishnya gituh.. *embuh apa namanya lupak sekalinya lupak trs susah nemunya lagi, mungkin mas billy tauk*
    terakhir liat ada di film thailand judulnya timeline..

    Tapi apa daya keluar jawa (tengah-barat)+bali doang mentoknya.. bahkan ke jawa timur pun belum pernah, hahaha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


5 × = thirty