Men-Digital

Judul postingan ini saya tulis sebagai “Men-Digital” yang merupakan terjemahan bebas atas “Digitalize”. Saya sebenarnya ingin menuliskan dalam bahasa aslinya, tetapi sepertinya maknanya kurang mengena. Jadilah, saya buat terjemahannya dalam bahasa Indonesia, walaupun memang menjadi rancu.

Bagi saya sendiri, “Men-Digital” berarti mengalihkan atau memadukan sebagian kehidupan saya ke dalam bentuk digital. Baik itu kejadian sehari-hari, maupun juga beberapa properti yang saya miliki. Contoh paling mudah dari kehidupan saya yang saya alihkan atau padukan ke dalam bentuk digital adalah tulisan saya.

Iya, tulisan saya.

Seperti diketahui, saya gemar sekali menulis cerita fiksi. Salah satu cerita fiksi saya sudah terbit dalam bentuk novel yang terbit pada 2006 lalu. Beberapa cerita fiksi saya juga masih saya apdet di blog ini, ataupun juga di blog lainnya. Dan, agar bentukan tulisan fiksi saya tidak terbuang percuma, atau justru hanya mengendap di database komputer saya, jadilah saya pun mengalihkan dan memadukannya ke dalam bentuk digital.

Saat ini, bentukan digital untuk tulisan yang saya gemari adalah cerita singkat di posterous. Cukup dengan mengirimkan melalui e-mail, maka saya dapat mengapdet tulisan fiksi saya di sana. Serta, kemudahan akses yang saya sambungkan dengan akun twitter saya, membuat saya tak perlu susah-susah mengapdet akun twitter saya setiap kali saya selesai menulis cerita baru. Otomatis, dan praktis!

Oiya, alasan lain saya menempatkan tulisan fiksi saya di dunia digital seperti blog posterous itu, adalah karena saya termasuk orang yang pelupa. Sifat pelupa tersebut terutama sering muncul, di saat ide sedang liar-liarnya. Sementara ide saya yang sedang liar untuk menulis fiksi adalah ketika saya biasanya dalam perjalanan, di tengah menunggu, dan waktu-waktu yang “memaksa” saya untuk berada dalam kondisi diam di suatu tempat, namun tak bisa pergi ke tempat lainnya.

Bingung ya?

Oke, intinya sih segeralah membuat versi digital dari dokumen atau karya Anda. Mau itu tulisan, gambar, atau bahkan produk aplikasi. Banyak koq penyedia jasa untuk digitalisasi karya Anda tersebut. Ada posterous, wordpress, tumblr, deviantart, 4shared, dan lain-lain.

Yuk, kita digitalkan hidup!

Spread the love

A happy family-man. Lives in Jakarta. Currently working in advertising, marketing, communication, social media, & strategic planning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


2 × = fourteen