Liburan Nekat ke Singapura

Musim liburan biasanya adalah musim yang selalu dinanti setelah selesai berpenat ria dengan tugas-tugas yang menumpuk. Masa-masa liburan sering digunakan sebagian orang berjalan-jalan jauh untuk me-refresh otak. Sama halnya dengan salah satu kenalan saya yang baru lulus UN tahun ini. Sebelum berjibaku dengan dunia kuliah nanti, di liburan panjang kali ini dia berencana pergi ke Bali. Uang sudah disiapkan dan sudah check beberapa harga tiket sebagai referensi sebelumnya.

Menurut ceritanya, ketika ia beritahukan akan rencananya kepada orang tua dan kakaknya, mereka awalnya kaget, apakah berani pergi sendiri ? Karena tekadnya sudah kuat untuk berlibur, kali ini dia yakin dapat mandiri dan bisa mengatasinya sendiri. Dia pun coba search kembali harga beberapa tiket serta akomodasi ke beberapa tempat liburan dan hasilnya kebingungan karena harga-harga sudah berubah dan tidak seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Akhirnya dia bertanya dan konsultasi pada kakaknya yang notabanenya sudah mahasiswa. Mereka coba kembali mencari beberapa tiket dan penginapan di Bali yang murah. Ketika sedang mencari beberapa harga tiket, kakaknya kemudian punya ide cemerlang. “Ini harga ke Bali ga beda jauh dengan harga ke Singapura, kita ke Singapura aja yuk. Kebetulan kakak juga ada beberapa tabungan” Jawab kakaknya dengan mantap.

“Beneran kak ? kita kan sama-sama belum pernah ke luar negeri ?” dia bertanya seperti tidak yakin apa yang dikatakan kakaknya. “Udah tenang aja, besok kita buat passport bareng ya.” Jawabnya dengan mantap.

Dia bilang pada saya, walau ingin sekali pergi ke Bali tapi ke Singapura adalah liburan yang lebih mengasyikkan, ditambah dia tidak akan sendiri — ada kakak yang menemani.

Pembuatan passport mereka pun berjalan lancar, pembelian tiket pesawat dan booking hotel sudah diurus oleh kakaknya dengan pemesanan lewat salah satu OTA (Online Travel Agent) yang ada. Liburan mereka ke luar negeri yang kelihatannya sangat mahal, jadi terasa sangat hemat karena sudah dipersiapkan segalanya.

Kemajuan teknologi memang sangat menguntungkan, liburan mereka yang nekat jadi penuh dengan persiapan. Mereka yang belum pernah sama sekali ke sana, dapat menyusun agenda liburan dengan matang. Sebelum berangkat mereka sudah booking hotel sehingga tidak perlu takut tidak dapat penginapan. Mereka pun merasakan sekali kemudahan dalam mencari tiket serta penginapan dengan OTA.

Berdasar ceritanya, berikut beberapa keuntungan memesan menggunakan OTA.

  1. Pilihan banyak dan variatif
    Mereka memilih beberapa hotel yang mudah transportasi dan dekat dengan beberapa tempat yang ingin didatangi saat di Singapura. Pastinya mereka mencari juga hotel yang pas dengan kantong mereka berdua.
  1. Hemat waktu dan tenaga
    Mereka tidak perlu mengantri lama dan menelepon satu-persatu hotel untuk booking, hanya dengan mengunjungi website sebuah OTA, mereka sudah dapat memesan dengan mudah.
  1. Informasi lengkap mengenai hotel termasuk pendapat pengunjung sebelumnya
    Ini juga merupakan hal yang penting, dengan melihat ulasan pengunjung lain saat menginap di hotel tersebut dapat menjadi referensi mereka untuk memilih hotel yang baik.
  1. Metode pembayaran yang komplit dan aman
    Pemesanan hotel sebelumnya bisa ke kantor cabang travel, langsung bayar di hotel dan via transfer, jadi tidak harus punya kartu kredit. Saat ini ada beberapa metode pembayaran seperti transfer via mobile, ATM atau bayar di indomaret, dan lain-lain. Sehingga jika tidak punya kartu kredit juga tetap dapat memesan.
  1. Penawaran spesial
    OTA sering memberikan diskon terkait pemesanan kamar dan diskonnya bisa sampai 70%

Sekarang dia jadi tidak perlu khawatir jika ingin berlibur jauh, yang utama punya schedule yang baik. Liburannya kali ini bersama kakaknya adalah hal yang tidak bisa dilupakan, katanya sih mereka jadi seperti bocah petualang yang tentunya sangat mengasyikkan. Ternyata ke luar negeri tidak sesulit yang dibayangkan, kan? Berkat OTA dia berterimakasih banget dan untuk liburan depan bakal giat menabung karena tujuan selanjutnya adalah Eropa. Semoga mimpinya dapat tercapai, ya.

Spread the love

A happy family-man. Lives in Jakarta. Currently working in advertising, marketing, communication, social media, & strategic planning.

2 Comments

  1. Aku udah beberapa kali pake OTA dan so far oke sih. No hussle. Emang kadang perlu pake yang beginian kalau mau praktis. :)))

  2. :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− one = 3