Kenapa Beriklan Online?

Salah satu cara memasarkan produk ataupun jasa agar dikenal banyak orang dengan harapan dapat memberikan income dari praktik pemasaran tersebut, adalah memasang iklan atau singkatnya adalah beriklan. Banyak ragam, media, serta praktik untuk beriklan. Mulai dari kegiatan yang jelas-jelas beriklan seperti slot TVC (TV commercial), radio ad, hingga praktik BTL (below the line) yang dihiasi atribut-atribut dari sebuah merek.

Di tengah ramainya produk dan jasa yang sejenis atau mungkin mengenalkan sebuah produk atau jasa yang benar-benar baru dan belum dikenali, beriklan menjadi sebuah keharusan. Kreativitas manajemen pemasaran untuk beriklan, menghasilkan banyak ragam iklan, mulai dari yang senafas, senada, hingga saling berkaitan dan “menjawab”. Selain itu, kreativitas pun dibutuhkan untuk menggunakan segala medium untuk beriklan agar produk atau jasa lebih dikenal. Salah satunya medium digital, atau online.

Digital? Buat apa? Kenapa ga beriklan di TV aja? Atau radio gitu?

Jawabannya sederhana saja, karena digital menyimpan potensi yang tak dimiliki jika beriklan di TV atau radio. Apa saja? Banyak, beberapa di antaranya adalah jangkauan, hubungan, peluang kreatif, hingga komunikasi. Mau tahu apa saja maksudnya? Yuk, ikuti penjelasannya sebagai berikut..

1. Jangkauan

Jaringan digital/online membuat dunia serasa tak berbatas. Batasan kota, daerah, hingga negara terlihat semu dan hampir tak terasa. Kenapa? Karena jaringan digital/online dapat diakses dari mana saja yang memiliki koneksi internet. Oleh karena itulah, audience iklan digital/online berpotensi lebih besar ketimbang TV ataupun radio.

2. Hubungan

Pernah mendengar bahwa dunia digital/online menghubungkan orang di mana saja? Pernah mendengar begitu mudahnya mengetahui apa yang terjadi di belahan dunia lain dalam sekejap saja melalui dunia digital? Itulah potensi yang tersembunyi dari beriklan digital/online. Yakni, hubungan yang membuat iklan dapat lebih cepat dan mudah disampaikan, lebih cepat dan mudah dilihat konsumen, hingga lebih mudah meraih calon konsumen.

3. Peluang kreatif

Bosan melihat iklan yang begitu-begitu saja di TV? Atau bosan mendengar pesan yang sama di jingle radio? Itulah hal yang bisa dijawab melalui beriklan digital. Potensinya adalah membuat peluang kreatif iklan yang lebih menarik, berbeda, dan paling penting adalah.. lebih menggigit sehingga terus terngiang-ngiang di benak konsumen dan calon konsumen. Mulai dari permainan teks, gambar, hingga suara. Semuanya bisa dan lebih kreatif.

4. Komunikasi

Jika Anda melihat sebuah iklan di media cetak, TV, ataupun radio, dan hendak ada pertanyaan, ke mana Anda akan menuju? Biasanya adalah, dengan bertanya ke redaksi cetak, stasiun TV, hingga stasiun radio mengenai iklan tersebut. Bagaimana dengan iklan digital? Tentu saja langsung dapat berkomunikasi dengan pemasang iklan. Bagaimana bisa? Caranya dan jawabnya adalah dengan mengaitkan (linking) display iklan kita, dengan domain website yang support hal yang kita iklankan. Ga lucu kan, sudah keren beriklan digital, tapi tak ada domain/website yang dituju.

Lalu, apa harus beriklan secara digital?

Jawabnya adalah tidak harus, tapi akan lebih baik jika dilaksanakan. Kenapa? Karena media digital/online memiliki beragam channel yang bisa digunakan, dengan audience yang beragam pula. Selain itu, tarifnya pun cenderung “murah” serta prosesnya cepat, ketimbang iklan radio, TVC, maupun juga iklan media cetak.

Untuk proses yang cepat, sudah barang tentu disebabkan materi pendukung iklan tak perlu diproduksi berlama-lama. Selain itu, pemasangan iklan digital pun sudah dimudahkan dan bisa pasang sendiri oleh para pengiklan – jika tak ingin menggunakan jasa agency.

Tarif yang “murah” untuk beriklan digital/online bukan tanpa alasan. Pernah dengar istilah CTR? CPC? CPM? Itulah hal-hal yang sering digunakan jika beriklan digital/online. CTR adalah Clickthrough rate, yang mengitung rasio/rating kemungkinan besar iklan kita diklik setelah dipasang. Biasanya, angkanya dalam bentuk persen, dan merupakan hasil perbandingan antara total audience yang melihat iklan, dan total click di iklan tersebut.

Lalu, apa itu CPC dan CPM? CPC adalah Cost Per Click, sementara CPM adalah Cost Per Mile. CPC adalah mekanisme iklan yang cukup laku belakangan ini. Karena, pemasang iklan berpotensi mendapat coverage view yang lebih luas sebelum kemudian calon konsumen mengeklik iklannya menuju link yang dituju. Selain itu CPC juga memudahkan bagi pemasang iklan untuk membuat laporan, karena dengan tarif tertentu yang sudah kita set, setiap harinya pemasang iklan dapat report penggunaan uang di iklan secara detail, disesuaikan dengan jumlah clicks. Contohnya antara lain google adsense dan juga facebook ads.

Sementara CPM – Cost Per Mile adalah biaya yang harus dibayarkan ke agensi/perusahaan penyedia jasa penayangan iklan, setiap kali angka display mencapai  1000 kali. Jadi, setiap 1000 kali iklan tersebut tayang di manapun dengan klik berapapun,  maka akan mendapat tagihan sesuai settingan di awal.

Jadi gimana, udah tau mau  pilih jenis iklan yang mana?

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.

Spread the love

A happy family-man. Lives in Jakarta. Currently working in advertising, marketing, communication, social media, & strategic planning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


one × = 5