Cerita Rak Majalah

dari stream yang dibuat putri pratiwi di googleplus soal cover buku, saya jadi keingetan salah satu laporan dan riset “kecil-kecilan” soal cover majalah yang pernah saya buat dulu waktu masih jadi pekerja media.

kurang lebihnya, intisarinya seperti ini: selayaknya manusia, cover itu adalah tampilan terluar sebuah produk buku/majalah. bisa itu baju yang kita kenakan, wajah, ataupun tampilan kita secara keseluruhan. itulah cover.

dan, selayak manusia pula, buku/majalah pun “ingin” terlihat berbeda. tapi apabila manusia mampu membedakan dirinya selain dengan penampilan tapi juga dengan keahlian dan kelihaian dalam komunikasi 2 arah, maka buku/majalah “hanya” bisa berkomunikasi 1 arah, sehingga belum tentu keahlian dan kelihaian yang dimilikinya dapat “dinikmati” pembacanya apabila covernya tak menarik.

lalu bagaimana agar bisa menarik? apakah perlu desain yang kreatif, menonjol, dan mahal? jawab singkatnya, iya dan tidak. iya, karena hal itu dapat menunjang, dan tidak karena hal itu akan percuma apabila produk buku/majalah nantinya disimpan di bagian rak yang tak terjangkau — baik oleh pandangan mata, maupun tangan.

yes, penempatan di rak adalah hal yang juga penting bagi sebuah produk buku/majalah agar bisa “laku” — diambil, dibaca, lalu (mudah-mudahan) dibeli. lalu, kalau penempatannya tidak di lokasi yang bagus, maka percuma saja sebuah cover dibuat sesempurna mungkin. contoh mudahnya, cover yang terbuat dari lembaran emas sekalipun takkan menarik untuk dilihat atau dibeli, apabila diletakkan di bagian bawah rak — yang sejajar dengan kaki kita, dan atau kemudian ditumpuk dengan deretan majalah/buku lain.

jadi bagaimana membuat sebuah cover agar bisa menarik untuk dibaca, dan (mudah-mudahan) dibeli? pertimbangkan faktor ini,
1. majalah/buku cenderung ditumpuk secara cascade ke atas. jadi, pertimbangkan meletakkan header yang menarik.
2. majalah/buku juga cenderung ditumpuk secara cascade ke samping, dengan meletakkan jilid di bagian luar. jadi, pertimbangkan membuat sidebar yang juga menarik.

silakan cermati rak buku/majalah di lapak, hingga toko buku. kebanyakan, pasti akan melakukan hal ini. soal image/foto yang digunakan sebagai cover, itu nilai plus yang lebih menampilkan isi dari majalah/buku itu.

begitulah, kurang lebihnya..

NB: gambar asli dari sini.

Spread the love

A happy family-man. Lives in Jakarta. Currently working in advertising, marketing, communication, social media, & strategic planning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six × = 12