Hal-hal yang Baiknya Dilakukan Sebelum Melakukan Road Trip

Road trip atau perjalanan darat, adalah salah satu pilihan travelling yang memiliki penggemar dengan jumlah tidak sedikit. Melakukan road trip bisa umumnya dengan menggunakan kendaraan roda empat seperti bis dan mobil pribadi. Tapi tak jarang juga yang melakukan road trip dengan menggunakan sepeda motor, atau sambung-menyambung dengan menggunakan kereta atau alat transportasi darat lainnya.

A road trip is a long distance journey on the road. Typically, road trips are long distances traveled by automobile. – Wikipedia

Buat saya pribadi, road trip yang paling lama pernah saya lakukan dengan mengendarai kendaraan pribadi adalah ketika melakukan perjalanan pulang dari Yogyakarta-Jakarta melalui jalur Selatan Jawa. Kala itu, perjalanan yang dilakukan total kurang lebih 18 jam. Waktu selama itu terjadi bukan karena macet periode liburan, tapi lebih karena banyak melakukan berhenti untuk istirahat sesuai dengan medan jalan yang cukup menantang. Perihal kenapa banyak berhenti ketika melakukan road trip dengan kendaraan pribadi, akan saya bahas lebih lengkap di postingan lainnya, ya. 🙂

Untuk postingan kali ini, adalah hal-hal yang baiknya dilakukan sebelum melakukan road trip. Khususnya ketika menggunakan kendaraan pribadi. Tentu, ini berdasar pengalaman saya pribadi, sbb:

  1. Pastikan kendaraan pribadi dalam kondisi fit.
    Bawa ke bengkel jika perlu, atau usahakan pengecekan terakhir ke bengkel tidak lebih dari 30 hari yang lalu. Hal ini bagi saya wajib dilakukan supaya kendaraan pribadi dalam kondisi yang mendukung untuk melakukan road trip. Yang harus dicek antara lain kondisi oli, rem, ban, sampai dengan radiator, tegangan aki (biasanya sekaligus cek umur aki), dan juga kemudi. Jika melakukan servis rutin — per 6 bulan atau 10.000 km (untuk mobil), pengecekan ini sudah pasti akan membuat kendaraan pribadi dalam kondisi fit. Di beberapa bengkel pun cukup dengan menyatakan akan melakukan road trip, maka teknisi/mekanik sudah punya bayangan apa saja yang akan dicek.
  2. Pastikan kondisi badan dalam kondisi fit.
    Kenapa badan harus dalam kondisi fit? Karena road trip biasanya akan memakan waktu berjam-jam lamanya, dan terkadang lalu lintas tidak bisa ditebak — kecuali kalo musim liburan atau lebaran yang udah hampir pasti macet sepanjang jalan. 😛 Memastikan badan dalam kondisi fit ga melulu harus ke dokter dengan cara medical check up kok, cukup kenali saja tanda-tandanya mulai dari yang ringan seperti apakah hidung mampet, mata perih, tenggorokan sakit, dan lain-lain. Jikalau masih bisa dihalau/dikurangi efek sakitnya, pastikan membawa obat-obatan pribadi karena belum tentu bertemu toko kelontong di perjalanan.
  3. Pastikan sudah cuti/libur.
    Iya, ini paling vital. Ga lucu banget kalo mau road trip yang lama, trus tau-tau harus masuk ke kantor untuk bekerja karena dianggap ga cuti. :mrgreen:
  4. Bikin rute perjalanan dan atau siapkan peta.
    Road trip yang menyenangkan adalah yang sesuai dengan rencana. Karena waktu di perjalanan cukup lama, maka nyasar ga boleh jadi pilihan. Untuk menghindari nyasar, maka baiknya siapkan rute perjalanan. Hal ini penting terutama jika mengendarai kendaraan pribadi, dan atau kalau tidak sering melakukan road trip.
  5. Siapkan makanan.
    Makanan ringan ataupun berat, penting adanya untuk disediakan di kendaraan sebagai konsumsi di jalan. Makanan ini bisa berfungsi untuk penghalau kantuk atau penahan lapar sampai bertemu dengan rumah makan/restoran. Untuk jenis makanan yang dibawa, amat sangat disarankan untuk makanan yang tidak berkuah dan sedikit sampahnya — atau habis sekali dimakan. Apabila perjalanan disertai anak kecil, upayakan membawa makanan yang menjadi kesukaannya.
  6. Punya kontak darurat.
    Kontak darurat ini bisa mencakup orang di tempat tujuan, orang di tempat asal, sampai dengan nomer telepon Polisi, bengkel, dan lain-lain. Kalo misal ternyata sinyal internet cukup kuat, bisa juga dengan memastikan paket internetnya nyala dan bisa akses internet untuk cari informasi terdekat.

Kurang lebih itu sih persiapan sebelum melakukan perjalanan darat dengan kendaraan sendiri. Nanti kalau ada update lagi, akan saya share di sini. Sementara itu, have a nice trip!

 

photo credit: HO|PE via photopin (license)

Persiapan Tas Untuk Travelling

Travelling, atau jalan-jalan yang rada jauh, pasti perlu persiapan yang ga sebentar dan ga sedikit. Minimal bawa satu tas atau koper untuk dibawa berisikan perlengkapan sepanjang perjalanan. Utamanya tentu berisikan pakaian dan perlengkapan mandi, tapi ga jarang juga alat tulis seperti buku dan pulpen, kamera, sampai dengan perlengkapan elektronik seperti charger dan powerbank.

Tanpa perencanaan yang baik, tas atau koper yang dipake untuk travelling bisa jadi semacam kapal pecah yang segala macam ada dan bakal sulit untuk dicari saat perlu. Saya ga langsung menuduh bahwa orangnya berantakan ya, bisa jadi rapi tapi malas atau teledor. Nah, berdasarkan pengalaman sendiri, berikut kiat-kiat saya untuk mempersiapkan tas saat akan travelling. Please note, kiat berikut ini dalam konteks pria yang akan solo-travelling, ya.

  1. Walaupun travelling akan berjalan sebentar — maksimal seminggu, saya minimal akan membawa 2 tas. Bisa dibedakan dari ukurannya, kecil dan besar. Kecil ukurannya maksimal sebesar backpack, dan besar minimal seukuran koper yang bisa masuk kabin pesawat.
  2. Kedua tas yang akan saya gunakan tadi saya fungsikan dengan beda kegunaan. Yang tas besar akan digunakan sebagai penyimpanan seluruh pakaian dan perlengkapan mandi yang akan saya gunakan sepanjang perjalanan. Sementara tas yang kecil akan diisi dengan minimal satu pakaian (dan pakaian dalam) ganti, buku tulis dan pulpen, parfum, serta alat-alat elektronik. Ditambah plaster luka, minyak kayu putih, dan panadol jika perlu.
  3. Tas kecil akan berfungsi sebagai semacam jaring pengaman saya, sebagai tas yang dapat memberikan “pertolongan” pertama dan mudah diraih. Sementara tas besar akan berfungsi sebagai tas terlengkap.
  4. Tas kecil juga akan berfungsi sebagai teman travelling setiap harinya. Tempat untuk menyimpan paspor, dompet, dan ponsel jika diperlukan. Dan juga peta perjalanan, serta kamera. Sementara tas utama akan disimpan di penginapan.

Jikalau saya bepergian dengan keluarga kecil saya, tentunya keperluan tas tersebut akan berbeda dan cenderung bertambah. Tetapi, minimal saya sendiri akan membawa 2 tas dengan susunan seperti di atas.

photo credit: Go-tea 郭天 Complicity via photopin (license)

Long John, Penyelamat agar Tetap Hangat Kala Traveling ke Negeri Musim Dingin

Pernah jalan-jalan ke negeri 4 musim saat winter (musim dingin)? Pernah ngalamin kedinginan karena badai salju? Atau lagi siap-siap buat bepergian ke negeri 4 musim saat winter? Lebih baik baca dulu postingan ini.

Sebagai makhluk tropis — manusia yang terbiasa dan lama tinggal di iklim tropis, tentunya terbiasa juga untuk selalu hangat hampir setiap saat. Kalaupun kedinginan, biasanya ga lebih saat naik gunung, tinggal di sekitar gunung, dan atau lagi hujan lebat. By default, makhluk tropis hampir ga pernah ngalamin yang namanya salju dan atau suhu di bawah 10 derajat Celcius, atau bahkan di bawah 0 derajat. Tapi karena satu dan lain hal — salah satunya karena kesempatan, harus gimana kalo pergi ke negeri 4 musim saat musim dingin yang suhunya bisa mendekati nol dan atau terkena salju?

Long John
Long John. sumber: https://fitinline.com/article/read/long-john/

Jaket tebal, baju dan pakaian tangan panjang, sampai dengan berlapis-lapis pakaian hangat dan kaos kaki pasti jadi pilihan utama untuk melengkapi perjalanan tersebut. Meski begitu, cara tersebut kurang praktis dan kalo diterapin bisa jadi bikin susah bergerak — karena berlapis-lapis pakaian tersebut. Ada cara yang lebih praktis, yakni dengan menggunakan long john — juga dikenal sebagai long underwear.

Wikipedia: Long underwear, also called long johns or thermal underwear, is a style of two-piece underwear with long legs and long sleeves that is normally worn during cold weather. It is commonly worn by people under their clothes in cold countries. sumber: di sini

Saya pertama kali mengenal long john di tahun 2007 lalu. Singkat cerita lagi penugasan di Tiongkok (China) di saat winter. Penugasan tersebut butuh banget interaksi di luar ruang (outdoor) dan atau ruangan yang tanpa pemanas — karena kebutuhan teknis. Sebagai makhluk tropis, saya awalnya sedikit kewalahan. Kurang lebih seminggu pertama, saya pake pakaian berlapis-lapis, termasuk kaos kaki. Alhasil, susah gerak dan masih kedinginan pula meski udah pake jaket tebal! Kemudian ada salah satu kolega kerjaan bilang “Harusnya pake long john dulu jadi daleman.”

Pergilah saya ke salah satu hipermarket besar, dan beli 2 setel long john. Pertamanya agak sangsi dengan penampakannya yang lebih seperti pakaian dalam ketat, tapi ya karena udah ga tahan dingin akhirnya dicobalah. Jadi, long john digunakan di atas pakaian dalam, lalu dilapis pakaian kasual (kaos, celana panjang, kaos kaki), baru kemudian sweater (kalo suka pake), jaket dan sepatu. Masih berasa dingin sih, tapi seenggaknya udah ga susah gerak dibanding pake pakaian berlapis-lapis.

Pengalaman lain dengan long john sang penyelamat agar tetap hangat terjadi medio 2013-2014 lalu. Seperti pernah dibaca di sini juga (mungkin), saya ke Korea dan Jepang pas lagi musim dingin. Berhubung long john yang saya beli taun 2007 lalu sudah wassalam entah ke mana, akhirnya beli baru di ITC Kuningan. Lagi-lagi, sangsi karena produknya (dijual) dalam negeri. Tapi karena udah butuh, akhirnya beli dan dibawa-lah ke Korea dan Jepang. Hasilnya? Mayan anget, sama seperti waktu di Tiongkok (China) dulu. Malah pernah saya iseng ngetes pada saat pulang long john ga saya lepas sampe turun di bandara Jakarta. Hasilnya? Keringetan segede biji jagung. 😆

Long john ini punya beragam warna (harusnya), juga ukuran. Jadi kalo mau beli, carilah yang sesuai dengan ukuran badan. Soalnya kalo kekecilan atau kegedean, ya jelas ga bakal maksimal jaga hangatnya. Selain itu, sebagian besar long john punya lengan yang panjang, kalo pake kaos (T-shirt) tangan pendek jadi kaya’ kepanjangan gitu. Ga perlu risau atau misleuk (mislook), karena di luar negeri sana juga banyak kok yang begitu. Lagipula, pilih kedinginan (karena ga pake atau lengannya long john dipendekin), atau berasa aneh? Saya sih, pilih ga berasa aneh juga ga kedinginan (soalnya dilapis sweater lagi 😆 ).

Nah, berhubung sekarang udah November dan di negeri 4 musim lagi autumn (musim gugur) dan akan masuk ke winter (musim dingin), yang lagi berniat buat jalan-jalan ke sana karena penasaran dengan salju, mending nyiapin long john dari sekarang. Udah banyak yang jual sih harusnya, apalagi e-commerce udah menjamur. Jadi ga perlu takut susah nyarinya. 🙂 Dan kalo misal takut gerah pas berangkat, ya simpenlah di tas yang dibawa ke kabin. Jadi begitu turun dari pesawat, bisa langsung ganti — atau ganti di toilet pesawat sebelum landing.

Liburan Nekat ke Singapura

Musim liburan biasanya adalah musim yang selalu dinanti setelah selesai berpenat ria dengan tugas-tugas yang menumpuk. Masa-masa liburan sering digunakan sebagian orang berjalan-jalan jauh untuk me-refresh otak. Sama halnya dengan salah satu kenalan saya yang baru lulus UN tahun ini. Sebelum berjibaku dengan dunia kuliah nanti, di liburan panjang kali ini dia berencana pergi ke Bali. Uang sudah disiapkan dan sudah check beberapa harga tiket sebagai referensi sebelumnya.

Menurut ceritanya, ketika ia beritahukan akan rencananya kepada orang tua dan kakaknya, mereka awalnya kaget, apakah berani pergi sendiri ? Karena tekadnya sudah kuat untuk berlibur, kali ini dia yakin dapat mandiri dan bisa mengatasinya sendiri. Dia pun coba search kembali harga beberapa tiket serta akomodasi ke beberapa tempat liburan dan hasilnya kebingungan karena harga-harga sudah berubah dan tidak seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Akhirnya dia bertanya dan konsultasi pada kakaknya yang notabanenya sudah mahasiswa. Mereka coba kembali mencari beberapa tiket dan penginapan di Bali yang murah. Ketika sedang mencari beberapa harga tiket, kakaknya kemudian punya ide cemerlang. “Ini harga ke Bali ga beda jauh dengan harga ke Singapura, kita ke Singapura aja yuk. Kebetulan kakak juga ada beberapa tabungan” Jawab kakaknya dengan mantap.

“Beneran kak ? kita kan sama-sama belum pernah ke luar negeri ?” dia bertanya seperti tidak yakin apa yang dikatakan kakaknya. “Udah tenang aja, besok kita buat passport bareng ya.” Jawabnya dengan mantap.

Dia bilang pada saya, walau ingin sekali pergi ke Bali tapi ke Singapura adalah liburan yang lebih mengasyikkan, ditambah dia tidak akan sendiri — ada kakak yang menemani.

Pembuatan passport mereka pun berjalan lancar, pembelian tiket pesawat dan booking hotel sudah diurus oleh kakaknya dengan pemesanan lewat salah satu OTA (Online Travel Agent) yang ada. Liburan mereka ke luar negeri yang kelihatannya sangat mahal, jadi terasa sangat hemat karena sudah dipersiapkan segalanya.

Kemajuan teknologi memang sangat menguntungkan, liburan mereka yang nekat jadi penuh dengan persiapan. Mereka yang belum pernah sama sekali ke sana, dapat menyusun agenda liburan dengan matang. Sebelum berangkat mereka sudah booking hotel sehingga tidak perlu takut tidak dapat penginapan. Mereka pun merasakan sekali kemudahan dalam mencari tiket serta penginapan dengan OTA.

Berdasar ceritanya, berikut beberapa keuntungan memesan menggunakan OTA.

  1. Pilihan banyak dan variatif
    Mereka memilih beberapa hotel yang mudah transportasi dan dekat dengan beberapa tempat yang ingin didatangi saat di Singapura. Pastinya mereka mencari juga hotel yang pas dengan kantong mereka berdua.
  1. Hemat waktu dan tenaga
    Mereka tidak perlu mengantri lama dan menelepon satu-persatu hotel untuk booking, hanya dengan mengunjungi website sebuah OTA, mereka sudah dapat memesan dengan mudah.
  1. Informasi lengkap mengenai hotel termasuk pendapat pengunjung sebelumnya
    Ini juga merupakan hal yang penting, dengan melihat ulasan pengunjung lain saat menginap di hotel tersebut dapat menjadi referensi mereka untuk memilih hotel yang baik.
  1. Metode pembayaran yang komplit dan aman
    Pemesanan hotel sebelumnya bisa ke kantor cabang travel, langsung bayar di hotel dan via transfer, jadi tidak harus punya kartu kredit. Saat ini ada beberapa metode pembayaran seperti transfer via mobile, ATM atau bayar di indomaret, dan lain-lain. Sehingga jika tidak punya kartu kredit juga tetap dapat memesan.
  1. Penawaran spesial
    OTA sering memberikan diskon terkait pemesanan kamar dan diskonnya bisa sampai 70%

Sekarang dia jadi tidak perlu khawatir jika ingin berlibur jauh, yang utama punya schedule yang baik. Liburannya kali ini bersama kakaknya adalah hal yang tidak bisa dilupakan, katanya sih mereka jadi seperti bocah petualang yang tentunya sangat mengasyikkan. Ternyata ke luar negeri tidak sesulit yang dibayangkan, kan? Berkat OTA dia berterimakasih banget dan untuk liburan depan bakal giat menabung karena tujuan selanjutnya adalah Eropa. Semoga mimpinya dapat tercapai, ya.

Keuntungan Berangkat Malam untuk Travelling Jarak Jauh

This morning: sunrise at 41,000 feet. Somewhere above #Japan. #fromabove

A photo posted by Billy Koesoemadinata (@billykoesoemadinata) on Feb 18, 2014 at 6:45pm PST

Sejak kecil saya dibiasakan untuk melakukan perjalanan jauh. Kapanpun itu — pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari — dini hari. Saat kecil seringkali perjalanan jauh yang dilakukan adalah perjalanan darat, baik itu menggunakan kendaraan mobil ataupun kereta. Perjalanan yang sering dilakukan tak lebih dari Jakarta-Tasikmalaya (kota asal ibu saya).

Kalo ditanya apakah suka? Saya akan bilang, iya dan tidak. Suka karena perjalanan jauh bisa berarti saya punya waktu untuk melihat dan menikmati hal-hal yang tidak ada di keseharian saya. Tidak suka karena jika sudah terkena macet atau terlambat, rasanya sebal sekali. Belum lagi perjalanan jauh amat sangat menguras tenaga — terutama jika mengendarai sendiri dan atau banyak barang bawaannya.

Walau begitu, saya tetap coba menikmati perjalanan.

Dari waktu-waktu perjalanan yang pernah saya lakukan, saya paling suka ketika malam hari. Baik itu berangkatnya, dan atau saat di perjalanannya. Alasannya sederhana: tidak perlu gerah/silau karena terkena matahari. Selain itu ada beberapa keuntungan melakukan perjalanan malam hari, antara lain,

  1. Menghemat waktu di perjalanan.
    Dari sekian banyak orang yang melakukan perjalanan, yang memilih untuk melakukannya di malam hari lebih sedikit. Risiko dan alasannya akan saya utarakan kemudian di postingan ini, tapi satu hal yang pasti adalah menghindari kelelahan dan kurangnya konsentrasi. Sehingga jalanan bisa jadi tidak lebih macet ketimbang siang hari, lebih lancar gitu.
  2. Menghemat budget perjalanan
    Salah satu faktor yang dipertimbangkan ketika melakukan perjalanan adalah budget. Melakukan perjalanan malam hari bisa sedikit menghemat budget karena kita saat tiba di tujuan bisa sudah pagi/siang dan langsung beraktivitas karena tidur sepanjang perjalanan. Jika melakukan perjalanan pagi/siang hari, ketika sampai bisa jadi sudah sore/malam dan keburu lelah sehingga tidak efektif untuk beraktivitas dan perlu budget untuk menginap semalam.
    Menghemat budget juga bisa dilakukan dengan cara tidak perlu membeli makanan/cemilan untuk di perjalanan karena tidur di sepanjang perjalanan.
  3. Bisa langsung beraktivitas ketika sampai di tujuan
    Seperti sudah disebutkan di nomer 2, perjalanan malam hari bisa menguntungkan karena ketika tiba bisa langsung beraktivitas. Hal ini dimungkinkan karena sepanjang perjalanan dilakukan untuk beristirahat, terutama jika perjalanan jauh memakan waktu cukup lama — lebih dari 5 jam. Bisa terjadi untuk bis AKAP dan juga dengan pesawat. Kecuali jika harus menyetir/jadi supir.
  4. Berangkat tidak terburu-buru sehingga tak ada barang tertinggal
    Berangkat malam hari tidak perlu terburu-buru karena waktu malam terasa lebih panjang ketimbang siang hari. Selain itu, persiapan yang dilakukan juga bisa dilakukan di siang hari dan lebih update — terutama jika hendak membawa makanan tak perlu takut basi. Selain itu, jika perlu menyetir/jadi supir di perjalanan malam hari, maka bisa beristirahat terlebih dulu dengan lebih tenang di pagi/siang harinya.
  5. Rest area/tempat peristirahatan/transit lebih lengang ketimbang siang hari
    Penjelasannya seperti nomer 1 di atas, karena lebih banyak orang yang melakukan perjalanan siang hari.

Itu beberapa keuntungan yang pernah saya rasakan ketika melakukan perjalanan malam hari. Meski begitu, melakukan perjalanan di malam hari bukan berarti tanpa risiko. Bahkan bisa jadi risikonya lebih besar ketimbang perjalanan bukan di malam hari. Beberapa yang saya sadari antara lain,

  1. Kemungkinannya besar untuk tidak berhenti/turun di stasiun tujuan dan terbawa ke tujuan berikutnya,
  2. Rawan kehilangan barang karena tertidur lelap, sampai dengan,
  3. Kelelahan apabila mengendarai sendiri karena kondisi fisik harus lebih prima.

Intinya, asalkan kita bisa menjaga diri untuk tetap aman & sehat, maka perjalanan malam hari banyak keuntungannya.

A to Z Backpackeran di Legian Bali

Kalo ngaku berjiwa backpacker, tentunya harus merencanakan segala sesuatunya sebelum berangkat. Salah satu tujuan yang cocok buat jalan-jalan backpacker adalah ke Bali, dengan spot seperti Legian. Nah, buat yang pengen jalan-jalan di seputar Legian, beberapa hal berikut bisa menjadi rekomendasi:

  1. Wisata di Legian

Di kawasan Legian, dapat menikmati keindahan pasir putih di Pantai Legian. Pantai ini sama terkenalnya dengan Pantai Kuta dan Sanur. Pantai Legian terkenal dengan pasir putihnya dan keindahan sunset-nya. Tapi, pantai ini ga serame Pantai Kuta. Jadi kalo mau menikmati waktu bersantai lebih cocok di pantai ini.

Sepanjang pantai yang membentang bisa ngeliat wisatawan berjemur, berenang bahkan berselancar meski ombak di pantai ini tidak terlalu besar. Mayoritas wisatawan asing yang bersantai di pantai ini adalah wisatawan dari Australia.

Selain wisatawan Australia, wisatawan lain yang mendominasi pantai ini adalah wisatawan dari Indonesia. Mungkin karena pantai ini sangat mirip dengan Pantai Kuta karena memang letaknya yang berdekatan dan kawasan Pantai Legian sangat mudah dijangkau dari bandara yaitu hanya 20 menit atau sekitar 6 km.

wisata legian-01

Photoright: plesiryuk.com

  1. Tempat Makan di Legian

Setelah puas bermain air di pantai, pasti laper kan, dan bakal nyari tempat makan di sekitar kawasan pantai. Jangan kuatir! Kawasan Legian udah jadi sebuah kawasan serba ada yang sangat disukai oleh wisatawan, sehingga mencari tempat makan bukanlah hal yang sulit.

Mau makan di tempat yang berkelas dengan standar hotel bintang lima? Tersedia resto-resto yang berjajar di sepanjang Jalan Legian. Atau bisa juga ke resto hotel bintang lima yang ada di sepanjang Pantai Legian.

Atau mau makan di tempat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan backpacker karena harganya yang terjangkau dengan menu yang lezat? Bisa nih, coba Warung Murah yang berada di Jalan Double Six Legian.

tempat makan legian-02

Photoright: blog.samatkong.com

Warung ini menjadi rekomendasi karena sudah dikenal tidak saja oleh wisatawan domestik namun juga oleh wisatawan mancanegara yang mengunjungi Legian. Di warung dengan menu utama masakan Bali juga menu Thailand, Chinese serta western ini tidak jauh dari Pantai Double Six Legian atau tepatnya di Jl. Arjuna.

Uniknya, karena warung ini sifatnya prasmanan, setiap kali pesan makanan atau minuman, staf warung akan ngasih semacam tag “Just For Food” atau “Just For Drink” yang nantinya bisa diberikan ke kasir. Kasirpun akan segera menghitung jumlah biaya makan tanpa harus bertanya lagi. Praktis juga!

tempat makan legian-03

Photoright: cremaandcrumbs.com

Dengan porsi makanan yang cukup mengenyangkan dan harga yang terjangkau, sayang sekali kalo ga mengunjungi warung yang letaknya persis di seberang Cafe Marzano di area Legian yang padat dan sibuk.

  1. Hotel Backpacker

Jalan-jalan itu ga bisa cuma sebentar, apalagi kalo tempatnya susah/jarang kita datengin. Nah, tentunya sayang kalo berkunjung ke Legian cuma sebentar. Supaya nyaman, enaknya nginep di sekitar Legian juga kan. Untuk itu bakal butuh tempat penginapan yang nyaman namun ramah di kantong. Amaris Hotel adalah salah satu hotel bintang dua dengan fasilitas dan pelayanan juara. Semua info tentang hotel ini bisa dicek di situs booking online Traveloka.

Hotel ini berjarak hanya 4 km dari Bandara I Ngurah Rai dan 5 menit saja berjalan kaki ke Pantai Legian yang akan membuat liburan backpacker di Legian menjadi komplit. Kalau mau belanja, wisata kuliner dan berwisata malam di kawasan Legian yang terkenal dengan cafe dan pubnya, cukup berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit.

hotel backpacker-04

Photoright: hotels.com

Konsep hotel budget yang menjadi ciri khas Amaris Hotel membuat kamar-kamarnya cukup sempit kalo bawa koper besar. Tapi kalau cuma koper kecil atau ransel layaknya backpacking, ga bakal bikin penuh kamarnya yang hanya memiliki satu tempat tidur ukuran queen dengan kabinet dan lampu tidur di sisi kanan dan kirinya. Untuk sekedar tempat beristirahat dan titip barang dengan aman, hotel ini recommended banget.

Walaupun hanya berbintang dua, tapi bakal tetep dapet handuk bersih, toiletries, air mineral dan shower air hangat. Berguna banget kalo perlu mandi di malam hari abis jalan-jalan seharian.

Kalo nginep di Amaris Hotel, juga dapet paket sarapan yang sifatnya prasmanan. Jadi, bisa ambil sendiri sesuai porsi, tapi jangan mubazir ya! Fasilitas lain di hotel ini antara lain kolam renang yang berada di samping restoran dan hanya bisa digunakan dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Oiya, di hotel ini juga mempunyai rutinitas daily housekeeping lho! Jadi, setelah seharian jalan-jalan, kamar yang berantakan bakal disulap jadi bersih dan wangi lagi. Bikin istirahat malam jadi makin nyaman.

Yuk, backpacker ke Legian Bali, yuk!

“Diuntungkan” Fitur Scheduling Post di WordPress

Suka baca Short Story saya, ‘kan? Kalo engga, pokoknya harus baca deh. Nah, kalo yang ngeh, belakangan ini Short Story saya itu kebanyakan dan seringnya saya apdet di hari yang sama setiap minggunya, yaitu hari Senin. Jam apdetnya pun, saya lagi coba-coba buat disamain – meski kadang ada aja yang ga sama. Bukan, saya bukan mau ngomongin tren atau data analytics perilaku/kunjungan orang ke blog/website. Saya mau ngomongin gimana kok saya bisa ngapdet postingan di hari yang sama, setiap minggunya.

WordPress. Itulah CMS – Content Management System yang saya pake buat blog saya ini. Kenapa pake WordPress? Soalnya gratis – kalo udah pake hostingan sendiri. Soalnya gampang pakenya. Soalnya udah familier – blog saya yang lain juga pake WordPress. Soalnya gampang kalo mau “nempelin” themes – buat tampilan blog jadi lebih beragam. Soalnya gampang buat nambah-kurang plugin. Soalnya… dst. dll. dsb.

Iya, banyak banget alasan kenapa saya pake WordPress.

Trus, apa hubungannya saya pake WordPress dan apdet post di hari yang sama setiap minggunya? Nah, ada salah satu fitur/opsi di WordPress yang namanya scheduling post – penjadwalan terbit. Fitur ini bakal keliatan tiap kali kita lagi ngedit post, baik itu postingan baru atau postingan eksisting. Secara singkat, scheduling post ini ngebantu kita buat nerbitin/publish post di waktu yang kita mau – baik itu tanggal maupun jam.

ini penampakan fitur scheduling kalo lagi ngedit/bikin post baru
ini penampakan fitur scheduling kalo lagi ngedit/bikin post baru

Kalo lagi ngedit postingan baru (new post) ataupun postingan eksisting, saat scheduling post ini ditambahin untuk waktu yang akan datang, maka postingan kita bakal ke-save di daftar postingan dan akan terbit di waktu yang diminta. Lucunya adalah, scheduling post ga cuman bisa buat ngejadwal nerbitin/publish post di waktu yang akan datang, tapi juga di waktu yang lampau. Iya, bisa dijadwalin buat di tanggal atau jam yang udah lewat.

Nah, berkat fitur scheduling post inilah, saya pun “diuntungkan”. Soalnya, saya jadi lebih bisa keliatan tepat waktu nerbitin postingan. Ehehehe.. jadi postingannya ga dibuat serta-merta dan langsung publish atau publish-nya bergantung sama koneksi yang lancar, melainkan bisa kelarin postingan trus dijadwal di waktu yang kita pengen. :mrgreen: Ya, sederhananya adalah.. fitur penjadwalan terbit/publish postingan ini, bikin hidup saya jadi lebih “tentram”, karena saya ga dikejar-kejar deadline buat selalu terbit di hari yang sama – meski terkadang kalo ide lagi abis dan mandeg, ujung-ujungnya ya.. dikejar-kejar deadline juga. *eh*

Trus, kenapa kok jam terbit/publish-nya kadang beda-beda meski bisa disetel pake fitur scheduling post? Ah.. saya jawabnya di postingan lain kali aja ya. Karena kalo udah soal yang itu, selain faktor teknis berupa fitur, juga berupa pertimbangan saya pribadi. SOK SERIUS *halah*

Serunya Internetan Terus Pake Telkomsel Flash!

Dulu saya ga pernah ngerti kenapa pacar saya sering bener internetan: fesbukan, browsing, surfing pake hape. Iya, dulu masih pacar, sekarang kan udah jadi istri. :mrgreen: Btw, back to topic >> saya dulu kalo ga salah pernah komentar gini soal kebiasaan internetan via hape itu, “Ngapain sih internetan dari hape? Bukannya mahal ya per kilobyte datanya?” Dan jawabannya: “Ya ga mahal lah, kan pake paket internetan.”

Oh, paket internet. Jujur aja, saya tau paket internet buat nomer ponsel itu ya dari dia. Setelah tanya-tanya lagi soal paket internet itu, akhirnya saya pun tau lebih banyak soal paket internet. Berapa harganya, berapa kuotanya, dan gimana daftarnya. Dan, karena saya dan dia sama-sama pake operator nomer simPATI dari Telkomsel, tentunya paket internetnya pun pake Telkomsel Flash.

Pertamanya saya kirain paket internet Telkomsel Flash itu cuman buat dipake via modem doang. Tapi ya ternyata sejak begitu banyak hape pinter (smartphone) yang bisa dipake internetan, saya pun mulai langganan paket internetan Telkomsel Flash.

Cara buat langganannya gampang, tinggal ketik nomer *363# dan call, trus tunggu sampe ganti tampilan ke pilihan-pilihan paket. Kalo buat Telkomsel Flash, pilih aja nomer 2. Tunggu sampe ganti tayangan lagi, ke pilihan-pilihan paket.

*363* buat daftar telkomsel flash
*363* buat daftar telkomsel flash

Beda-beda lho pilihannya paket internetan Telkomsel Flash ini. Ada paket modem dan tablet, paket turbo, paket flash optima, paket flash ultima. Paket-paket itu juga bisa dipilih sesuai kuota yang dimau, juga bisa pilih jangka waktunya. Kalo mau tau apa aja, bisa juga diliat di http://mobi.telkomsel.com.

http://mobi.telkomsel.com
http://mobi.telkomsel.com

 

Pilihan Paket Telkomsel Flash
Pilihan Paket Telkomsel Flash

Kalo udah pilih paket pilihannya, tinggal tunggu notifikasi dari sistem. Dan, udah gitu bisa langsung internetan deh. Gampang kan? 🙂 Iya, segampang itu buat pilih langganan paket internetan Telkomsel Flash. Bayarnya juga gampang, tinggal potong pulsa aja. Ciyus deh.

Dan, kenapa saya awet pake Telkomsel Flash? Karena sinyalnya juga paling kuat! Dari semua operator seluler di Indonesia, cuman Telkomsel deh yang sinyalnya juara. Makanya, langganan Telkomsel Flash juga ga perlu takut sinyal ilang, atau nunggu sinyal penuh baru bisa internetan.

Dan, sinyal yang terus penuh juga didukung sama teknologi 3,75 G! otomatis, wus-wus deh internetannya.. Asoy bener, jadi ga perlu nunggu lama buat load halaman ataupun akses aplikasi. Kalo udah gini, bisa-bisa ga berasa kuota udah abis aja.. #pengalaman 😆

Oiya, kalo dulu pernah ada yang tau soal “trio” *88x#, pasti tau kalo *889# bisa dipake buat cek value added services yang kita punya. Dulu, di *889# ya paling ngecek akun gratisan yang kita punya, trus gimana sekarang? Nah, akses *889# itupun masih bisa diakses buat ngecek pemakaian kuota internet kita. Sisanya berapa, jangka waktunya sampai kapan, dan lain-lain.

Aaaanyway, pas ngecek di sini, saya #barutau kalo paket Telkomsel Flash itu ada beragam. Bisa dari kartuHalo, simPATI, maupun juga kartuAS. Asik juga ya.. pake produk manapun, bisa beli dan pake paket internetan Telkomsel Flash.

Apapun produknya, Telkomsel Flash internetannya
Apapun produknya, Telkomsel Flash internetannya

Saking asiknya, sampe pengen internetan terus.. langganan terus.. pake Telkomsel Flash di hape apapun. Kamu juga kan?

Memulai Dengan Kutipan

Seperti diketahui oleh banyak orang, ada 2 jenis tulisan. Yakni fiksi dan non-fiksi. Keduanya sama-sama punya kelebihan-kekurangan, serta ciri-ciri tersendiri. Yang ingin saya bahas di blogpost kali ini adalah mengenai permulaan dari tulisan.

Awalan sebuah tulisan perlu memiliki ciri berupa jangkar yang demikian kuat agar bisa “menahan” pembacanya agar mau membaca, lalu menuntaskan membaca tulisan itu. Dan, salah satu caranya adalah dengan memulai tulisan dengan kutipan. Iya, kutipan atau kata langsung.

Contoh kutipan antara lain,

“Saya kan sudah bilang, taktik yang dipakai di pertandingan kemarin itu salah semuanya..” ujar pelatih.
“Just play. Have fun. Enjoy the game.” – Michael Jordan.

Kedua contoh kutipan tersebut bisa digunakan baik di tulisan fiksi maupun nonfiksi. Kenapa saya bisa sebutkan demikian? Karena kalimatnya diawali dengan tanda kutip – iya ini ilmu dasar menulis, dan berupa kalimat langsung yang diucapkan oleh seseorang, yang seseorang pengucap tersebut disebutkan di akhir kalimat – setelah tanda kutip ditutup.

Bingung? Coba nanti di kolom komentar, beritahu saya apa yang bikin bingung. Sementara itu, lanjut dulu ya.. 🙂

Kekuatan sebuah kutipan di awal tulisan setidaknya harus memiliki salah satu atau sekaligus semua faktor di bawah ini,
1. Mengundang pertanyaan akan isi dari tulisan,
2. Merupakan hal yang dibicarakan oleh banyak orang – pada saat tulisan itu dipublikasikan,
3. Diucapkan oleh seseorang yang berpengaruh, dan atau,
4. Terdiri dari sebuah kalimat sederhana – tidak menimbulkan kebingungan.

Apabila kutipan di awal tulisan sudah kuat, maka bisa dijamin setidaknya pembaca akan meneruskan membaca hingga setidaknya 2-3 paragraf lagi. Dan diharapkan di paragraf-paragraf tersebut terdapat hubungan yang kuat, sehingga pembaca akan terus bertahan hingga mendapatkan intisari dari tulisan dan atau sesuai persepsi yang ia butuhkan saat proses membaca itu tuntas.

Jadi, sudah siap memulai tulisan dengan kutipan? Cobalah dengan memuat kutipan berupa kata-kata bijak atau bagus. Tujuannya, selain berlatih dengan kutipan, kata-kata tersebut juga bisa memotivasi penulis secara terselubung untuk menuntaskan tulisan. 🙂

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.

Java Jazz? Let’s GO!

dance - image courtesy of timeout.com
dance - image courtesy of timeout.com

Do you hear jazz? Because I do. Yep, this kind of music was one of my favorite to be listened, beside anything-but-indie. 😉 I’m listening jazz, because it had some history. But then, I’m not going to tell the story itself, but another thing.

Just for you information – if you didn’t know it already, that jazz is going to town! Yep, jazz is going to Jakarta! They’re going to Jakarta, through the annually event, Java Jazz which sponsored by AXIS, the good GSM. Many artists which is local and also international are going to be the performer in the show, which will be held for 3 days, on 6, 7, and 8 of March 2009. So, are you ready to jazz?
Read More