Ketika Jarak Ga (Begitu) Berasa

Saya pekerja kantoran. Istri saya juga pekerja kantoran. Tapi, sepanjang periode setaun terakhir saya beberapa kali harus ngelakuin perjalanan keluar kota (dan bahkan keluar negeri), istri saya pun demikian halnya, dengan waktu perjalanan yang macem-macem. Otomatis, komunikasi jadi hal yang penting. Apalagi, di periode setaun ini saya dan istri baru dikaruniai anak pertama. Jadi, rasa kangen pasti berlipat-lipat kalo lagi pada jauh-jauhan.

Contohnya taun lalu saya sempat ngelakuin perjalanan keluar negeri selama 2 hari 1 malam. Singkat sih, tapi namanya keluar negeri, pasti bakal berhadapan sama roaming internasional dan itu yang sering bikin komunikasi jadi terhambat. Apalagi, pas saya keluar negeri itu, anak pertama saya dan istri, usianya baru beberapa bulan. Kangen rasanya, karena biasa sehari-hari saya berkomunikasi secara langsung di rumah.

Untungnya, saya dan istri pake perangkat komunikasi yang sama, operator telekomunikasi yang sama, dan paket langganan data yang sama. Iya, saya dan istri sama-sama pake BlackBerry, nomer simPATI dari operator Telkomsel, dan paket langganan data BIS unlimited per bulan. Kenapa bisa untung? Soalnya jadi lebih gampang buat komunikasi. Saling kirim BlackBerry Messenger (BBM) dan e-mail juga ngapdet via social networking (social media) macam twitter/facebook, yang isinya bisa berupa foto-foto anak dan istri, serta teks.

Tapi ya, walaupun selalu dapet apdet foto dan info terbaru selama di luar negeri, tetep aja rasanya kangen. Pas pulang, langsung peluk-peluk semuanya deh.. :’)

Cerita lainnya, terjadi waktu istri saya harus menjalani diklat dari tempatnya bekerja. Jangka waktu diklatnya sekitar 2 minggu, di luar kota pula. Rencana awalnya, anak kami akan dibawa oleh istri saya selama diklat. Tentunya, dibawa dengan mertua untuk membantu menjaga. Tapi, atas beberapa pertimbangan kemudian, rencana berubah dan anak kami pun ga ikut dibawa diklat, melainkan tinggal bersama saya, dan gantian dijagai oleh saya dan mertua.

Jarak antara tempat diklat dan Jakarta, beda 3 jam perjalanan aja sih. Tapi ya, namanya kangen kan bisa timbul kapan aja. Lagi-lagi, perangkat komunikasi-operator-paket BIS yang sama, membuat semuanya jadi lebih mudah. Membuat jarak jadi ga gitu berasa. Selama diklat, setiap harinya istri saya ngirim BBM nanyain kondisi anak kami: sudah mandi, berapa kali minum susu, bangun pagi jam berapa, tidur jam berapa, dan lain-lain. Kadang-kadang, dia meminta foto terbaru di hari itu, yang dengan mudahnya bisa saya kirim via BBM ataupun e-mail.

Trus, kalo BBM lagi pending, dan sulit kirim e-mail, kirim foto via social networking/social media bisa jadi jawaban. Tinggal aplod, trus mention akun istri, dia pun bisa buka via browser atau aplikasi di device BlackBerry-nya. Ya, namanya juga paket BIS unlimited, bisa ngapain aja. Komunikasi dan berbagi informasi, bisa jadi lebih gampang! :mrgreen:

Aaakk.. senangnya, berkat paket BIS unlimited simPATI-Telkomsel di device BlackBerry, bikin saya dan istri jadi gampang berkomunikasi, gampang berbagi momen, dan masih banyak lagi cerita-cerita lain yang belum (dan mudah-mudahan sempat) saya share!

Eh..eh.. kalo ada yang punya pengalaman seru juga pake device BlackBerry plus langganan BIS simPATI-Telkomsel, ikutan aja “#BacaCeritaku Writing Competitiondi sini! Siapa tau bisa dapetin BBZ10 atau pulsa simPATI jutaan rupiah! Kan mereka punya paket BIS baru, yakni BlackBerry Sosialita. *iya, saya juga nulis blogpost ini buat ikutan itu 😛 *

Tentang Tanggung Jawab & Perlindungan

DISCLAIMER: Postingan berikut ini lebih baik dibaca oleh kamu yang berusia 18 tahun ke atas. Karena materi di dalamnya kurang cocok buat kamu yang berusia di bawahnya. Kalo masih maksa buat baca, pastikan kamu didampingi oleh mereka yang telah berusia 18 tahun ke atas.

ilustrasi: kondom

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran begitu mendengar kata “kondom”? Iya, kondom. Kalo sampe ada yang ga mikir tentang seks, berarti dia ga tau sama sekali kondom itu apaan. 😛 Yah, mau gimanapun juga, kondom memang sangat identik dengan seks. Sekilas aja nih ya, alasan kondom begitu identik dengan seks ya karena… kondom digunakan ya saat berhubungan seks. Gitu.

Pasti pada heran ya, kok tumben-tumbenan saya bahas soal kondom? Tenang, postingan ini bukan cerita ala esek-esek gitu, melainkan lebih ke perihal kesehatan. Lho kok bisa soal kesehatan? Ya jelas toh.. seperti kondom berkaitan dengan seks, seks juga ada kaitannya dengan kesehatan. Iya, karena hubungan seks itu berkaitan dengan alat kelamin, dan alat kelamin itu juga berkaitan dengan tubuh/badan kita yang sudah jelas-jelas harus sehat. *maksa dikit*

Nah, pasti sebagian besar udah tau arah postingan saya bakal ke mana. :mrgreen:

Jadi gini.. ternyata negara kita selain memperingati hari AIDS di tanggal 1 Desember lalu, juga ada namanya Pekan Kondom Nasional yang berlangsung sepekan sejak hari AIDS tersebut. Dan, secara singkat aja ya: kondom itu penting. Terutama buat mereka yang benar-benar peduli sama alat kelaminnya. Kenapa bisa? Jelas bisa. Buat yang pernah belajar soal biologi di SMP atau SMA, pasti pernah denger yang namanya penyakit kelamin, penyakit menular seksual, dan masih banyak lagi. Nah, selain sebagai alat bantu pencegah kehamilan, kondom juga berfungsi untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut.

Iya, kondom bisa berfungsi buat mencegah penyakit kelamin dan penyakit menular seksual terutama buat mereka yang aktif secara seksual dan memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit tersebut. Engga, ini ga terbatas pada mereka yang bekerja di bidang komersialisasi seks, melainkan semua orang. Iya, semua orang yang aktif secara seksual, suka berganti pasangan seks, dan juga memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit.

Tapi ya, bukan berarti orang-orang yang ga memiliki perilaku seperti disebut sebelumnya ga mungkin terkena penyakit kelamin atau penyakit menular seksual. Karena, semua orang bisa terkena walaupun setia terhadap pasangannya. Contohnya: seorang istri yang setia sama suaminya, dan ngira suaminya juga setia padanya, bisa jadi terkena penyakit kelamin/menular seksual kalo ternyata suaminya suka “jajan”. Begitupun sebaliknya.

Yang sedikit mengkhawatirkan lagi, kalo dari perilaku orang-orang dengan seks aktif dan memiliki risiko tinggi untuk tertular, adalah jika mereka tertular HIV/AIDS. Meskipun bantuan bisa datang dari manapun, dan obat anti retroviral bisa didapatkan dengan akses apapun, tetap saja akan ada faktor eksternal yang bisa membuat para penderita HIV/AIDS itu hancur mentalnya.

Intinya sih, kalo mau aman ga kena penyakit HIV/AIDS, penyakit kelamin, atau penyakit menular seksual, ya jangan aktif secara seksual. Tahan kehendak untuk melakukan hubungan seksnya setelah nikah dengan pasangan yang sah dan setia. Tapi, kalo ternyata emang udah aktif dan sulit untuk berhenti, ya.. kondom bisa bantu mencegah. Iya, ini bantu mencegah ya bukan berarti 100% mencegah. Karena materi penyusun kondom yang sebagian besar terbuat dari karet, masih bisa bocor. Dan kalo udah bocor? Ya.. udah bisa ditebak, penyakit apapun bisa menular. *bergidik serem*

Melindungi diri itu penting, tapi lebih penting lagi untuk bertanggung jawab – dan, hindari semua risiko buat kena penyakit kelamin, penyakit menular seksual, atau penyakit HIV/AIDS.

Catatan: Tanpa mengurangi isi dan maksud, tulisan ini sedang saya ikutsertakan di lomba blog ini yang juga dalam rangka Pekan Kondom Nasional – 2012 lalu.

Lebih Besar, Lebih Cepat Berkembang, Lewat Digital

Apapun bisa dibisniskan. Pendapat itu seringkali dilontarkan oleh mereka yang berwirausaha, atau minimal memiliki naluri untuk berwirausaha. Dan, bisnis itupun ga harus langsung besar, bisa dari yang kecil-kecil dulu. Yang penting, terus berkembang,  dan fokus.

Lalu, bagaimana berbisnis itu? Agak sulit menjawabnya, karena saya bukan (tepatnya belum jadi) pemilik bisnis. Saya masih jadi pekerja bisnis – alias, bekerja di bisnisnya orang lain. Walau begitu, saya belajar banyak hal – siapa tau kelak bisa dan berani jadi pemilik bisnis sendiri. Salah satu hal yang dipelajari adalah.. melek atau aware dunia digital itu penting buat bisnis. Terutama buat startup bisnis (bisnis yang baru dibuat). Pasti banyak yang bertanya-tanya kenapa.. Mau tahu alasannya? Simak sebagai berikut…

  1. Riset dan analisa pasar.
    Apa output bisnis yang lagi dibuat? Produk atau jasa? Apapun outputnya, pasti akan lebih baik kalo tau punya informasi yang detail soal siapa target, dan juga kondisi pasarnya. Target ini perlu diketahui supaya kita tau siapa calon potensial dari klien/konsumen bisnis kita. Sementara kondisi pasar itu perlu diketahui apakah pasarnya jenuh/kepenuhan atau engga.
    Gimana cara caritaunya? Gampang.. Buka aja search aja via search engine seperti google.com, trus gugling (cari) kata kunci yang berkaitan sama output bisnis kita. Misal: output bisnisnya adalah logo, maka kita gugling aja logo, dan liat search resultnya. Link-link yang tersedia itulah yang bisa buat riset dan analisa pasar bisnis kita.

    gugling soal logo
    gugling soal logo

    Kalo ga melek digital gimana? Ya riset dan analisa pasarnya dilakukan sambil beneran turun ke pasar, nanya sana-sini, cari sana-sini, atau nyebar angket gitu.. Atau bahkan, bayar lembaga tertentu buat bikin riset dan analisa itu. Coba, lebih praktis dan cepat mana ketimbang kalo via digital?

  2. Gabung dan diskusi di forum bisnis – siapa tau bisa dapat coaching gratis.
    Forum pengusaha atau pebisnis di dunia digital itu udah banyak lho. Mulai dari yang berbasis di milis – yahoogroups atau googlegroups, sampai di forum berbasis web, dan atau twitter seperti @tangandiatas, @startupbisnis, atau @startuplokal. Ga cuman forum bisnis, beberapa pentolannya juga aktif di dunia digital seperti @nataliardiantodan lain-lain. Di forum-forum itu selain bisa sharing, juga bisa nanya-nanya lho. Dan bahkan, bisa jadi dapet coaching gratis. Seru kan? :mrgreen:

    tangandiatas - salah satu forum pengusaha/pemilik bisnis
    tangandiatas – salah satu forum pengusaha/pemilik bisnis

    Kalo ga via digital? Musti dateng ke kantornya mereka, ngajak meet up, via telepon, dan kadang ga semuanya bisa didapetin karena forum atau pentolannya udah keburu sibuk sama bisnis mereka sendiri. Selain itu, time consuming dan kurang praktis ketimbang via digital.

  3. Dapetin inspirasi.
    Inspirasi bisa dateng dari mana aja. Salah satunya dateng via digital. Maksudnya gimana? Gini deh.. gini… Misal punya output bisnis berupa jasa desain produk, nah.. ada kalanya kalo mau ngedesain produk itu selain berdasarkan deskripsi dari klien kan. Kadang, deskripsi itu ya standar, seperlunya aja.
    Buat dapetin inspirasi, bisa aja kita gugling images di google images, dan atau nanya pendapat ke “masyarakat” digital soal produk yang lagi kita buat desainnya. Ga perlu deskripsi jelas, cukup seperlunya aja. Yang penting, keywordnya jelas. Berbagai respon dan input itulah yang bisa jadi bahan inspirasi kita buat desain produk. Ini contoh gampangnya yaaa.. Kalo ga melek digital? Pasti dapetin inspirasinya kalo mau nanya harus bikin angket gitu.. ga praktis. 😛

    gugling desain produk
    gugling soal desain produk

    Ada satu hal yang harus digarisbawahi kalo kita dapetin inspirasi via digital.. Yakni, jangan copy paste. Hargailah hasil karya orang lain, jangan jadi plagiator. Dapetin inspirasi dari hasil karya orang lain boleh, dan kalo mau bikin desain sendiri, bikinlah yang lebih bagus lagi. Kaya’ prinsip ATM – Amati, Tiru, Modifikasi.

  4. Pemasaran & Periklanan
    Sejauh mana dan seperti apa sih, kepengen bisnis dan outputnya diketahui banyak orang? Se-RT? Se-RW? Se-kelurahan? Kalo pake digital, bisa menjangkau seluruh dunia dengan sebatas perantara satu komputer/device yang terhubung ke internet. Mudah, murah, dan akurat! Caranya? Gampang.. mulai dari ngepost di forum/komunitas besar seperti kaskus, punya blog prbadi macam di wordpress atau domain sendiri, sampai dengan pasang iklan dengan biaya yang bisa diatur! Apalagi kalo pasang iklannya di facebook, notabene calon klien/konsumen potensial bisa didapat secara akurat, mengingat pengguna facebook dari Indonesia udah banyaaaaakkk banget.

    contoh iklan di fb
    contoh iklan di fb

    Semakin besar dan semakin akurat pemasaran bisnis dan outputnya, tentunya akan meningkatkan peluang bisnis kita untuk diketahui banyak orang, dan juga tentunya meningkatkan peluang dibeli/digunakan klien. Banyak kok order bisnis yang dilakukan sekarang via online. Contohnya? Paling mudah adalah toko buku, atau penjual buku dan atau aksesoris.

  5. Networking & Partnership
    Digital itu.. menghubungkan siapa aja, di mana aja, kapan aja, dengan lebih mudah. Dulu kalo mau kontak siapa pun, pake cara surat pos, telepon, dan atau ketemuan secara nyata. Sekarang? Via digital? Semua lebih praktis dan cepat. Udah baca sebab nomer 2 di atas kan? Nah, dari gabung di forum atau dapet coaching itulah, bisa jadi malah ada networking/partnership buat bisnis. Siapa tau, malah dapet pemodal baru.

    buat networking
    buat networking

    Yup, dengan dunia digital yang bisa ngehubungin siapa aja dengan mudah, berarti kita sebagai pemilik startup business pun bakal mudah dihubungi siapa aja – apalagi kalo selain punya email, kita punya laman pribadi tempat informasi dasar kita, seperti di website gitu.. Banyak lho yang gratisan, macam punya saya di about.me. Modal, partner baru, atau bahkan peluang buat memperbesar business akan terbuka dengan lebar! Kalo ga via digital, bakal butuh waktu yang lebih banyak kaya’nya ketimbang lewat digital yang praktis.

    laman kontak
    laman kontak

Jadi, penting ga sih melek digital buat startup business? Jawabnya, penting banget! Karena, bisnis kita yang masih startup bisa jadi lebih besar, lebih dikenal, dan lebih cepat berkembang dengan bantuan dunia digital. Cara-caranya ya… seperti udah saya tulis di atas yaa.. Apalagi, sekarang dunia digital (dan internet) lebih mudah diakses. Salah satu penyedia akses yang mudah ya AXIS dengan paket internetnya. Saya sendiri, pake paket AXIS Pro yang bulanan di device saya. Anyway, cara-cara di atas itu sebagian aja sih, karena masih banyak lagi cara-cara yang bisa dilakukan kalo kita udah melek digital. :mrgreen:

Sudah siap melek digital, kan?

NB: Tanpa mengurangi isi, blogpost ini sedang saya ikutsertakan di Melek Digital untuk Startup Business Blogging Competition. Semua hasil skrinsut saya dapat dengan membuat sendiri via browser di laman web terkait.

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.

Mungkinkah Summer yang Spectacular di Hong Kong?

Hong Kong - courtesy of wikipedia

Pertama kali tau Hong Kong, ya dari film-film Mandarin rilis dari Hong Kong. Sebut aja, mulai dari God of Gambler-nya Chow Yun fat-Andy Lau, sampe Young & Dangerous-nya Ekin Cheng (eh bener ga sih film ini settingnya di Hong Kong? 😛 ). Dan, saya pun mulai makin kagum sama wilayah otorita khusus RRC itu setelah tau kalo dia merupakan kota yang terletak di pinggir laut. Kayanya asik aja gitu kalo bisa jalan-jalan di sebuah kota modern yang punya perpaduan antara gedung tinggi dan hunian yang terletak di pinggir laut.

Oiya, selidik punya selidik, ternyata Hong Kong itu terdiri dari Hong Kong Island, semenanjung Kowloon, Pulau Lantau, dan juga ada wilayah namanya New Territories. Anyway, kota ini juga deket sama sungai Shenzhen (yang juga jadi nama kota Shenzhen). Harusnya sih, kota ini punya banyak pemandangan dan juga tourism spot yang menarik.

Anyway, selain kondisi geografis yang cukup menarik itu, Hong Kong juga punya event tahunan yang namanya Hong Kong Summer Spectacular. Di tahun 2012 kali ini, event itu dilaksanain mulai 22 Juni sampe 31 Agustus! Dan, kalo liat dari websitenya di sini, Hong Kong Summer Spectacular itu punya berbagai agenda utama, antara lain:

  1. Hong Kong Dragon Boat Carnival – Karnaval/lomba perahu naga di Hong Kong.
  2. Summer Pop, Live in Hong Kong – pertunjukan musik terkenal di Hong Kong.
  3. Visa Go Shopping Indulgence – Shopping! Shopping! Shopping! *udah cukup menjelaskan kan?* 😛

Oiya, khusus dari Visa Go Shopping Indulgence itu, ada 1 sub agenda yakni Visa Go Hong Kong Super Shopper di tanggal 29-31 Agustus nanti. And you know what, sub agenda itu bakal seru abis karena ajang lomba yang diikuti sama tim-tim terhebat yang bisa jelajahin Hong Kong, dengan jadwal perjalanan yang dibuat sendiri. Dan, tim yang tersukses bakal digelarin Visa Go Hong Kong Super Shopper plus dapet berbagai hadiah! *mupeng*

Hong Kong Summer Spectacular - courtesy of Hong Kong Summer Spectacular

Haduh, dari contoh 3 agenda utama itu aja (dan juga 1 sub agenda) dari Hong Kong Summer Spectacular, udah bikin pengen summer di Hong Kong. Belom lagi atraksi-atraksi dan tourism spot lain yang juga tersedia di Hong Kong. Apa aja? Antara lain di bawah ini..

Hong Kong Disney Land gate - courtesy of @chikastuff

Hong Kong Disney Land! Udah bukan rahasia lagi kalo di Hong Kong ada Disney Land! IYA, DISNEY LAND YANG ITU! YANG BANYAK TOKOH-TOKOH DISNEY-NYA! *sori kepslok* *biar lebay* Disney Land ini bisa dibilang salah satu tujuan yang pengen saya datengin kalo saya bisa ke Hong Kong. Ga laen ga bukan, buat bisa ketemu dan foto bareng sama tokoh-tokoh Disney! Donal Bebek (Donald Duck) bakal jadi tokoh kartun rekaan Disney yang bakal saya utamakan buat foto bareng. :mrgreen:

Avenue of Stars di Tsim Sha Tsui, Kowloon juga harus didatangi. Karena di situ ada marka macam Hollywood Walk of Fame, tapi bintang-bintangnya adalah para legenda film Hong Kong! Plus juga pengennya keliling kota Hong Kong dan bisa liat-liat Kowloon Bay, Patung Buddha di Pulau Lantau, Sai Kung, dll..

Oiya, lagi ada seru-seruan juga soal Hong Kong ini antara lain Hong Kong Summer Showreels yang berhadiah jalan-jalan ke Hong Kong plus dapet hadiah HK$ 200.000 visa spending credit! MANTAP!

Duh, mungkinkah saya dapetin summer yang spectacular di Hong Kong?

Rencanakan dan Lakukan dari Sekarang, Untuk Masa Depan

Well-planned, begitu yang saya coba lakukan setiap harinya. Sebelum saya melakukan sesuatu, saya berusaha untuk membuat rencana agar bisa dan tahu apa dan bagaimana harus menjalankan hari-hari saya. Mulai dari hal-hal kecil seperti waktu untuk melakukan pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, hingga mengurus keluarga. Terutama, si kecil Cissy yang semakin lucu setiap harinya. Oiya, Cissy itu nama panggilan bagi anak saya kalau ada yang belum tahu. ^^

Salah satu hal yang saya coba jalankan untuk well-planned bagi Cissy adalah rencana masa depan buat dia. Rencananya bukan yang ribet-ribet macam nanti siapa jodohnya dll, melainkan yang “mudah” saja dulu yakni rencana pendidikan buat dia nantinya. Tentunya, rencana pendidikan tersebut harus didukung oleh perencanaan finansial demi mendukung pendidikan Cissy nantinya, mulai dari yang “kecil” seperti masuk TK, hingga (mudah-mudahan) perguruan tinggi. Karena walau banyak sekali pemberitaan bahwa pendidikan gratis serta banyak sekali kesempatan beasiswa, namun riilnya di lapangan begitu banyak sekali yang harus dilakukan untuk mendapatkan “fasilitas” tersebut. Anyway, bukan soal pendidikan gratis atau beasiswa itu yang ingin saya bahas, melainkan apa rencana pribadi saya untuk finansial pendidikan Cissy nantinya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perencanaan pendidikan Cissy nantinya adalah ucapan dari orangtua saya. “Pendidikan seorang anak haruslah lebih baik daripada orangtuanya. Jika orangtuanya hanya sanggup menyelesaikan hingga SMA, maka anaknya haruslah sanggup menyelesaikan hingga perguruan tinggi.” Kurang lebih, ucapan tersebut terpatri di benak saya, bahwa kelak Cissy haruslah lebih tinggi pendidikannya dibandingkan saya. FYI aja: (saat ini) saya “cuma” lulusan D3; sehingga (mudah-mudahan) Cissy bisa jadi lulusan S1. Amin.

Untuk mendukung rencana tersebut, tentunya perlu didukung oleh layanan perbankan yang memberikan solusi. Tabungan, adalah salah satu bentuk produk perbankan yang bisa dipilih. Ragamnya pun banyak, mulai dari tabungan reguler yang bisa ditambahkan terus saldonya dari hasil menyisihkan pendapatan setiap bulan, ataupun tabungan pendidikan dan skema lainnya. Semua itu tentunya merupakan solusi perbankan yang bisa ditemui di berbagai bank. Salah satunya adalah BCA (http://www.bca.co.id).

Lalu, apa rencana masa depan saya untuk kebutuhan finansial pendidikan Cissy? Jujur saja, saat ini saya baru memilih untuk menggunakan tabungan reguler – yakni Tahapan BCA atas nama saya untuk menjadi “lumbung” pengumpulan finansial bagi kebutuhan pendidikan Cissy kelak. Alasannya, karena mudah untuk bertransaksi.

Sekian tahun saya memiliki rekening berupa Tahapan BCA, sekian tahun pula kemudahan transaksi berupa penggunaan ATM BCA, debit BCA, transfer via ATM BCA, pembelian voucher telepon seluler, hingga pembayaran asuransi melalui ATM BCA begitu membantu keseharian saya. Jadi, tentu saja alasan tersebut cukup kuat bagi saya untuk kemudian menggunakan Tahapan BCA saya untuk menjadi “lumbung” bagi rencana finansial pendidikan Cissy.

Saat ini, rencana besaran minimal yang saya sisihkan per bulan untuk Cissy belum begitu besar. Masih di bawah 300ribu rupiah per bulannya. Mungkin kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan total finansial pendidikan jaman sekarang (atau nanti) yang bisa jadi membutuhkan hingga belasan atau puluhan juta rupiah. Tapi, rencana tersebut tujuannya tak lain agar cash flow setiap bulan dari pendapatan dan pengeluaran saya tetap stabil, tidak bergelombang, dan saya pun tertib untuk terus menabung. Pernah dengar kan prinsip “menabung itu yang penting terus bersambung”? :mrgreen: Lagipula, saya juga kan pengen dong punya kebebasan finansial dengan cash flow yang stabil tersebut.. – meski riilnya cukup “menantang” untuk dilakukan. 🙂

Well, saya memang kurang pandai berhitung untuk keuangan yang berkaitan dengan tabungan di bank. Tapi setidaknya saya berharap dengan rencana kecil ini, saya di kemudian hari menjadi lebih tertib, lebih mawas diri, dan lebih terbantu untuk kebutuhan finansial pendidikan Cissy kelak. Sambil tetap dan terus berdoa, berikhtiar, dan melakukan pekerjaan halal untuk mengumpulkan rezeki. Karena itulah, perlu rencanakan dan lakukan dari sekarang, untuk masa depan. Amin.

Kalau kamu, punya rencana finansial apa?

NB: tanpa mempengaruhi isi & kondisi riil, blogpost ini sedang diikutsertakan di BCA blog competition.

Keterangan foto: tabungan dari sini, dan topi toga dari sini.