Gyeongbok: Kediaman Raja-Raja Korea

Korea, negeri yang terletak di sebuah semenanjung antara China dan Jepang ini adalah sebuah negara yang memiliki sejarah cukup panjang. Baik itu pada jaman kuno, maupun jaman modern. Sejarah yang kini menjadi salah satu landasan kuat dari budaya bangsa. Dan, salah satu saksi berbagai sejarah tersebut adalah Gyeongbok, sebuah istana yang dulu pernah menjadi kediaman resmi Raja Korea.

Secara singkat, Korea dulunya merupakan sebuah negara berbentuk kerajaan hingga beberapa generasi. Seperti layaknya sebuah kerajaan, pasti ada dinasti yang memerintah dari waktu ke waktu. Salah satu dinasti yang terkenal pada sejarah Korea adalah dinasti Joseon – yang juga menjadi dinasti terakhir yang memerintah kerajaan Korea. Salah satu raja yang terkenal dari dinasti tersebut adalah Sejong – juga dikenal sebagai Raja Sejong yang Agung. Mau tau apa aja sebabnya dia terkenal? Mungkin bisa diliat sebagian di sini.

Anyway, blogpost ini ga bakal bahas soal silsilah atau sejarah kerajaan Korea ya.. Itu cuman pengantar aja buat bahas salah satu peninggalan kerajaan Korea yang masih bisa dilihat dan dikunjungi saat ini. Yaitu… Gyeongbok, dikenal juga sebagai Gyeongbokgung, atau Istana Gyeongbok. Istana yang dulu pernah menjadi kediaman resmi dari sang Raja Korea.

Untitled

Gyeongbok ini terletak di bagian utara dari Seoul – ibukota Korea Selatan (atau juga disebut Republik Korea). Arti dari Gyeongbok itu kurang lebih adalah “Penuh Berkah Surga”, jadi kalo Gyeongbokgung artinya jadi “Istana yang Dipenuhi Berkah dari Surga”. Keren ya?

Sejarahnya, Gyeongbok ini dibangun pada tahun 1395 dan terus mengalami perubahan sampai akhirnya bisa terlihat seperti yang ada sekarang. Dibakar, dihancurkan, dibangun lagi, dan direnovasi sudah pernah dialami oleh Gyeongbok. Tapi sejak dulu sampai dengan berakhirnya masa kerajaan di Korea, fungsinya tetap sama, yakni sebagai Istana Raja.

Ada apa aja di sana? BANYAK! Terutama bangunan antik khas Korea dan berbagai peninggalan sejarah. #yaiyalah. Nah, salah satu yang ada di komplek Gyeongbok itu Gwanghwamun, gerbang masuk Gyeongbok yang keliatan banget ke jalan raya. Beberapa peninggalan sejarah di Gyeongbok juga terawatt dengan baik, mulai dari gedung utama tempat tahta raja, tempat tidur, dan masih banyak lagi.

Ciri-ciri Korea terlihat jelas di Gyeongbok, salah satunya sistem pemanas ruangan. Jadi, Korea itu kan termasuk negara yang mengalami 4 musim, jadi dia butuh penghangat kalo lagi musim dingin. Nah, rumah atau bangunan di Korea itu pada jaman dulu dibuat tinggi, trus di bawahnya ada pemanas yang dibuat dari api/bara yang memanaskan lantai. Jadinya dalam rumah tetap hangat.

Walaupun Korea memiliki aksara sendiri berupa Hangul, tapi beberapa papan nama asli di Gyeongbok masih menggunakan aksara Mandarin/China. Karena pada saat pembangunan Gyeongbok, Korea menggunakan aksara China untuk berkomunikasi, namun dengan dialek dan pengucapan Korea – info ini saya dapat dari tour guide di Gyeongbok. Walau begitu, banyak rakyatnya – pada waktu itu tidak bisa baca dan tulis, sampai akhirnya Raja Sejong membuat aksara Hangul yang kemudian disebarkan ke seluruh masyarakat.

Foto-foto Gyeongbok, di bawah ini ya.

[set_id=72157638851424626]

Kalo datang ke Gyeongbok, ga usah takut nyasar atau ga ngerti sejarahnya. Soalnya, ada tur gratis yang dikoordinasiin sama bagian informasi dari pengurus Gyeongbok. Iya, resmi. Kemaren aja waktu saya ke sana, dapet tur gratis sama pemandu dari pengurus Gyeongbok. Berbahasa Inggris pula. Dan, karena turnya gratis jadi rombongannya bebas, siapa aja boleh ikutan. Dalam sehari, tur gratis itu ada 3x – kalo ga salah.

Trus, kalo ke Gyeongbok juga jangan takut bayar mahal. Harga tiketnya terhitung murah kok: 3.000 Won buat sekali masuk buat dewasa. Kalo dirupiahin sekitar 36.000 – kurs 1 Won = Rp 12. Nah, tapi kalo beli satu tiket doang sayang kaya’nya jadi mending beli tiket terusan/kombinasi yang juga bisa dipake buat masuk ke istana-istana lain di Seoul yang merupakan bagian dari 5 Grand Palace – 5 Istana Utama di Seoul. Tiket terusannya berlaku selama 1 bulan sejak dibeli ke semua tempat itu – jadi ga musti dalam 1 hari buat ke semua tempatnya. Tempat lainnya? Changgyeong, Jongmyo Shrine, dll.

Oiya, salah satu “tantangan” jalan-jalan di negeri Asia Timur adalah sedikitnya orang yang bisa berbahasa Inggris, dan sulitnya membaca aksara lokal. Tapi, sepertinya Korea Selatan – Seoul lebih ramah bagi turis kaya’nya, soalnya Metro (pelayanan subway di Seoul dan sekitarnya) sudah banyak menggunakan aksara latin dan Bahasa Inggris pada tulisannya. Selain itu, setiap kali berhenti di stasiun, ada pengumuman berbahasa Korea dan Inggris. Jadi, tenang aja.

Kalo udah cukup berani buat jalan-jalan, ke Gyeongbok itu gampang kok. Naik Metro line 3, turun persis di stasiun Gyeongbokgung. Dari situ tinggal ngikutin exitnya nanti langsung keluar di salah satu sisi di dalam halaman depan Gyeongbok. As simple as that.

Kapan waktu yang tepat buat dateng ke Gyeongbok? Bisa dibilang, hampir setiap saat, setiap musim. Tapi pastinya, masing-masing musim atau waktu punya pengalaman dan sensasi yang berbeda. Seperti yang saya alami kemarin, datang ke Gyeongbok saat musim dingin, jadinya seluruh lapangannya hampir ketutup salju. Oiya, kalo dateng di jam-jam tertentu ada “atraksi” yang bisa dilihat oleh pengunjung yakni pergantian penjaga. Kemaren, saya beruntung banget soalnya dapet 2x nonton atraksi itu, yakni pas jam 12an dan jam 3an. Mau tau seperti apa? Ini di bawah.

Jadi, kalo kelak ke Korea Selatan dan ke Seoul, pastiin sempetin buat mampir ke Gyeongbok ya. Ke salah satu istana terindah di dunia.

Keinginan yang Terwujud Bertemu Arsenal FC Berkat Telkomsel

Nonton pemain bola beradu kemampuan untuk saling mendapatkan kemenangan, lazim bisa dengan cara ditonton di TV. Kalopun nonton langsung ke stadion, pengalaman berbeda bakal didapatkan karena atmosfer yang berbeda. Nah, kalo sampai ketemu langsung berada di satu ruangan, bisa berinteraksi, atau bahkan foto bareng dan juga salaman sama pemain bola idola? Tentunya jadi pengalaman yang luar biasa dan bakal dikenang seumur hidup, dong. Seperti yang dialami mereka yang ikutan nonton dan atau ketemu Arsenal Football Club wiken (12-14 Juli 2013) lalu.

Dan, saya salah satunya. Tepatnya, saya ketemu dengan beberapa pemain Arsenal Football Club!

Iya, ini Arsenal Football Club yang dari London, Inggris itu. Arsenal yang dilatih sama Arsene Wenger. Arsenal yang beberapa bintangnya antara lain Theo Walcott, Lukas Podolski, Tomas Rosicky, Alex Chamberlain, Olivier Giroud, dan masih banyak lagi.

Wiken lalu, sekurang-kurangnya puluhan ribu orang berhasil mewujudkan mimpi untuk menonton langsung Arsenal FC bertanding, di Stadion Utama Gelora Bung Karno pula! 400an orang pula berhasil mewujudkan mimpi untuk bertemu langsung dengan pemain-pemain Arsenal dan sempat salaman atau foto bareng!

Termasuk saya. *mengulang*

Saya pertama kali “kenal” dengan Arsenal FC kira-kira di periode 1998 akhir. Kalo ga salah, waktu itu dari artikel tabloid olahraga lagi memuat profilnya Dennis Bergkamp – kalo yang ngaku fans Arsenal, pasti tau beliau siapa. Dennis Bergkamp, salah satu pemain penting di timnas Belanda pada jaman itu, adalah salah satu penyerang top yang dimiliki Arsenal.

Trus, siapa lagi pemain Arsenal di jaman itu yang saya ingat? Ada Emmanuel Petit – yang waktu itu juga memperkuat timnas Prancis jadi juara Piala Dunia 1998, trus ada Marc Overmars, David Seaman, dan Martin Keown. Pemain-pemain yang menjadi sejarah dari Arsenal FC, yang kemudian beregenerasi ke masanya Thierry Henry, Patrick Vieira, Emmanuel Adebayor, Cesc Fabregas (sebelum pindah balik ke Barcelona), Robin van Persie (sebelum pindah ke MU), dan Theo Walcott.

Ada 2 “momen” penting dalam sejarah Arsenal yang cukup teringat oleh saya. Yakni pada saat mereka jadi juara Liga Inggris tanpa sekalipun terkalahkan – tahun 2003/2004 (CMIIW), serta pada saat mereka menjejak final Piala Champions Eropa – tahun 2005/2006 – walau kemudian belum berhasil jadi juara Champions.

Saya akui ada klub yang lebih saya favoritkan di Liga Inggris, tapi saya tetap mengikuti perkembangan berita Arsenal FC. Mulai dari transfer keluar masuk pemain, wacana penggantian pelatih Arsene Wenger – yang tetap belum bisa tergantikan, sampai dengan perpindahan stadionnya dari Highbury ke Emirates! Oiya, soal transfer keluar masuk pemain, beberapa yang saya ingat antara lain Mathieu Flamini ke AC Milan, kemudian ada Lukas Podolski masuk sebagai striker, dan juga perpindahan RvP ke MU.

Anyway, pada saat saya dapat kabar bahwa Arsenal FC akan datang ke Jakarta – Indonesia sebagai salah satu bagian dari Asia Tour-nya, saya termasuk yang seneng lho. Kenapa? Karena saya pengen banget bisa ketemu Lukas Podolski – atau minimal ngeliat dari deket lah! :mrgreen: Selain itu, saya juga pengen bisa ngeliat dari deket Theo Walcott dan juga Tomasz Rosicky. Untungnya, berkat Telkomsel keinginan itu terwujud.

Iya, Telkomsel kan jadi Official Mobile Network of Arsenal in Indonesia – dengan kata lain, Telkomsel jadi SPONSOR Arsenal FC Asia Tour di Indonesia.

13 Juli 2013 lalu, setelah sehari sebelumnya dapet undangan via email dan SMS, saya akhirnya bisa beneran ketemu: satu ruangan-tatap muka-foto bareng beberapa pemain Arsenal FC. Ada Theo Walcott, Tomasz Rosicky, Olivier Giroud, Lukas Fabiansky, Alex Oxlade-Chamberlain, Laurent Koscielny, dan Aaron Ramsey yang saya ketemuin di acaranya “The Arsenal simPATI Fan Party” yang diselenggarain Telkomsel. 400-an orang dari seluruh Indonesia dan juga sebagian dari Singapore-Malaysia-Filipina dapetin pengalaman berharga seumur hidup yang mungkin ga bakal keulang lagi.

Berdasar info yang saya terima, Acara “The Arsenal simPATI Fan Party” itu sendiri jadi salah satu rangkaian Telkomsel Football Experience yang dimulai sejak beberapa minggu sebelumnya. Buat yang ngikutin, pasti tau ada acara Meet & Greet legenda Arsenal FC: Freddie Ljungberg, Telkomsel Football Fair, nonton bareng ‘simPATI Big Match’, dan juga ada launching ‘simPATI Starter Pack Arsenal Limited Edition’!

[set_id=72157634650126872]

Back to the event itself, “The Arsenal simPATI Fan Party” itu bener-bener HEBOH! Acara yang dipandu sama duet Tamara Geraldine & Nico Siahaaan itu beneran memanjakan undangan yang dateng. Ada bagi-bagi hadiah dengan lelang poin Telkomsel, ada undian buat interaksi dengan pemain Arsenal FC, juga ada undian buat nonton latihan Arsenal FC malam harinya.

Yang paling bikin HEBOH itu adalah saat pemain Arsenal FC bersiap masuk ke dalam ruangan acara, hampir seluruh fans yang dateng nyanyi bareng lagu dukungan Arsenal FC. Bulu kuduk saya sampe merinding dengernya.. And you know what, saat pemain Arsenal FC itu mulai dikenalin satu-satu, seluruh ruangan sampe bergemuruh sambutan yel-yel nama masing-masing pemain Arsenal FC itu. Well, the fans who attended clearly really LOVE Arsenal FC.

Keseruan acara berlanjut waktu sesi foto bareng dimulai. Seluruh fans yang hadir diundang ke depan per sepuluh orang sesuai dengan nomer urutan kursi duduk. Dan ya, walaupun MC serta pihak keamanan udah ngasitau soal dos & don’ts, tapi tetep aja ada yang curi-curi kesempatan buat minta tanda tangan ke jersey yang dipake, foto bareng personal, dan lain-lain. Saya pribadi, setelah kesempatan foto bareng, “cuma” sempet salaman sama Tomasz Rosicky dan juga Theo Walcott – sayangnya ga ada bukti foto. 🙁

satuframe-by yeti_sugyati
Foto bareng pemain-pemain Arsenal FC. Thanks @yeti_sugyati atas fotonya!

Anyway, it’s such a GREAT event. Jelas, acara itu bener-bener bikin keinginan dan mimpi fans yang hadir terwujud: untuk bisa lebih dekat dengan pemain-pemain Arsenal FC yang biasanya cuman bisa diliat di TV-untuk foto bareng-untuk minta tanda tangan asli. Saya sendiri setelah foto bareng (sekitar jam 5 sore) langsung pulang, karena saya berencana untuk buka puasa di rumah, sementara acara masih berlanjut sampai dengan jam 6 sore.

Terima kasih Telkomsel. Terima kasih Arsenal FC. Kalian benar-benar tahu bagaimana cara membuat keinginan banyak orang terwujud.

NB: Baca juga tulisan saya di sini!

Mengelilingi Tempat Tertinggi di Sydney Tower Eye

Setiap kota pasti punya ciri khas berupa landmark. Entah itu gedung tertinggi, bangunan termegah, terantik, terluas, atau apapun. Yang pasti punya. Kalopun ga punya, pasti ada satu bangunan atau area yang emang jadi ciri khas kota itu.

Begitupun Sydney, dengan Sydney Tower Eye yang jadi salah satu landmark-nya.

Sydney Tower Eye dilihat dari Hyde Park

Sydney Tower Eye, singkat cerita adalah tempat paling tinggi di Sydney. Berdasar kelakar yang saya dengar dari seorang kenalan, dulunya menara ini tidak ada. Lalu seorang warga Sydney berujar bahwa sebagai salah satu kota maju, mereka harus punya sebuah menara layaknya menara atau gedung tinggi lain di dunia, maka diciptakanlah Sydney Tower Eye ini. Benar atau tidak, biarlah menjadi misteri. *halah*

Beda sama Monas di Jakarta, Sydney Tower Eye ga dikelilingi sebuah lapangan atau area terbuka khusus. Sydney Tower Eye justru dikelilingi deretan bangunan dan toko-toko. Akses menuju Sydney Tower Eye sendiri melalui lantai 5 sebuah pusat perbelanjaan bernama Westfield – pusat perbelanjaan yang berlokasi di Pitt Street dan juga Market Street. Pas banget di tengah-tengah CBD Sydney! Soal tiket, seperti pernah saya bilang di postingan sebelumnya, mendingan beli via online atau beli paketan sama objek wisata lain di Sydney. Pasti dapet lebih murah dibandingkan Go Show.

Eiya, sebagaimana gedung tinggi lain di dunia, lift di dan dalam Sydney Tower Eye ini cepet kok. Ga sampe semenit dari lantai 5, udah sampe ke Observation Deck. Selain itu, juga ada teater 4D yang emang bisa dikunjungi dalam perjalanan menuju ke atas dari loket tiket.

Trus, apa aja sih yang spesial dari Sydney Tower Eye selain jadi tempat tertinggi di Sydney? Banyak! Mau tahu? Ini dia:

  1. Pemandangan menyeluruh dari seluruh penjuru Sydney. Barat-Utara-Timur-Selatan. Dan itu bisa dikelilingi dalam 1 tempat yang tak putus di Observation Deck.
  2. Buat yang punya nyali cukup besar, pengalaman jalan-jalan di area outdoor di tempat tertinggi bisa jadi pilihan tambahan dengan ikutan Skywalk. Pastinya ada tiket tambahan selain tiket masuk ke Sydney Tower Eye, tapi ya buat pengalaman sekali seumur hidup ya jangan sampe kelewat – kecuali anggaran terbatas macam saya. Jangan khawatir, aman kok.
  3. Pernah makan di mana aja? Kalo pengen ngerasain makan di tempat tertinggi, ada lho pilihan Sydney Tower Dining. Makan malam sama orang tersayang di tempat tertinggi, pemandangannya kan bagus. Siapa tau ada yang pengen bikin prosesi lamaran di situ. *eh*
  4. Di Sydney Tower Eye juga ada beberapa poin spesial antara lain bis surat yang masih aktif (tapi saya belom coba sih), toko souvenir, dan juga tempat pembuatan pin manual gitu.

Cara buat ke sana? Gampang kok. Karena dia bentuknya unik dan bisa keliatan dari hampir seluruh penjuru Sydney, begitu kita bilang pengen ke Sydney Tower Eye juga (hampir) semua orang tahu. Kalo masih bingung juga, bisa diliat infonya di sini.

Kapan paling pas ke sana? Banyak yang bilang ga ada waktu yang pas. Tapi saya pribadi, pas kunjungan ke sana, timing-nya pas deket-deket sama waktu sunset –matahari tenggelam gitu. Ya, selain buat nyari experience berada di tempat tinggi dan ngeliat suasana perubahan siang/sore ke malam, saya juga nyari kesempatan buat foto-foto sih. Hasilnya? Saya dapet experience sunset yang seru berupa pemandangan pelangi di Timur Sydney, dan pemandangan matahari tenggelam di Barat Sydney. Foto-foto lengkapnya ada di bawah ini ya..

[set_id=72157634300043768]

Kamu pernah ke tempat paling tinggi di mana aja?

#TselNEDTrip: Jakarta-Semarang-Solo, 27-28 Juni 2013 with @Telkomsel

Bermula dari sebuah DM di twitter dan juga email, jadilah (sebelum) wiken lalu saya “jalan-jalan” ke Solo melalui Semarang dari Jakarta, barengan rombongan media dan Telkomsel yang lagi ngadain Network Drive Test. Tanggal pasti pelaksanaannya 27-28 Juni lalu.

Network Drive Test Telkomsel
Network Drive Test Telkomsel

Berdasar press release yang saya terima dari Telkomsel di perjalanan tersebut, rangkaian acara ini jadi salah satu persiapan menjelang musim Ramadan, mudik, Lebaran, dan arus balik buat ngetes jaringan dan sinyal Telkomsel. Berita lengkap seputar Network Drive Test dari Telkomsel, bisa dilihat di sini, di sini, atau di sini.

Kenapa Telkomsel ngadain Network Drive Test? Karena di musim Ramadan, mudik, Lebaran, dan arus balik nanti traffic komunikasi Telkomsel diprediksi meningkat. Tahu dari mana? Ya pastinya dari lesson learn tahun-tahun sebelumnya. Dan kenapa jalurnya Jakarta-Semarang-Solo? Kalo ga salah sih, berdasar percakapan di bus sepanjang jalur Semarang-Solo, jalur Jakarta-Semarang-Solo termasuk yang peningkatan traffic komunikasinya paling tinggi pada saat musim mudik dan Lebaran.

Alhasil, perjalanan yang saya pribadi awali dengan jadwal kereta commuterline paling awal dari stasiun terdekat dari rumah menuju stasiun kereta Gambir supaya sampe sana jam 5an pagi lewat, seluruh peserta #TselNEDTrip ngetes jaringan pake alat komunikasi (baca: smartphone, tablet, dan juga modem) masing-masing. Saya sendiri ngetes pake BlackBerry dan juga android.

Sepanjang perjalanan naik kereta Argo Muria buat rute Jakarta-Semarang, yang juga ada gerbong kereta wisata, peserta #TselNEDTrip ga berenti-berentinya dapet hiburan dan juga MAKANAN! :mrgreen: Hiburannya mulai dari live music, games yang dipandu MC @ichasasmita, dan juga film yang disetel secara sentral di dalam kereta. Oiya, sepanjang perjalanan juga ada penjelasan mengenai Network Drive Test dengan narasumber Nurdianto – Head of Radio Access Network Quality Management Jawa Bali Department Telkomsel, dan juga Pak Abdus Somad Arief – Direktur Network Telkomsel. Pas ikutan penjelasan itu, kalo ga berasa wartawan (lagi), ya.. berasa jadi mahasiswa teknik elektro telekomunikasi. 2 cita-cita tercapai sekaligus deh *eh*

Abdus Somad Arief - Direktur Network Telkomsel lagi ngasih penjelasan
Abdus Somad Arief – Direktur Network Telkomsel lagi ngasih penjelasan

Tiba di Semarang, abis rehat sejenak langsung aja lanjut perjalanan naik bus menuju Solo. Jujur, saya belum pernah ke Semarang, apalagi Solo. Kalo lewat-lewat aja, mungkin pernah. Tapi ga pernah sambil lihat-lihat pemandangan sekitar. Dan syukurnya, sambil naik bus itu saya jadi bisa lihat-lihat sekitar Semarang menuju Solo.

Sekitar jam 7-8an malam, sampailah di Solo. Langsung masuk hotel, dan siap buat gathering #TselNEDTrip. Apa aja yang disampein di gathering itu? Antara lain peresmian BTS On Air Telkomsel ke-7500 di 2013– yang totalnya jadi 62ribu se-Indonesia, mudik bareng Telkomsel, kesiapan posko mudik Telkomsel Siaga di jalur mudik, sampai dengan pemaparan hasil Network Drive Test. Berita lengkapnya bisa dilihat di sini, atau di sini. Kalo dari sisi saya pribadi, Network Drive Test-nya cukup berhasil karena Alhamdulillah, seluruh kebutuhan saya pake Telkomsel sepanjang perjalanan bisa terpenuhi. Ya pake aplikasi di smartphone, ya menelepon, ya terima telepon. Syukurnya lancar. Salah satu bukti kalo Telkomsel emang siap ngadepin musim Ramadan, mudik, Lebaran, dan arus balik. Mudah-mudahan pas hari H mudik dan arus balik, sinyal dan traffic komunikasi Telkomsel tetap lancar. 🙂

Peresmian BTS On Air Telkomsel ke 7500 di 2013, total jadi 62000. Di-mention juga lho sama @Telkomsel di http://t.co/ZkAMwbY2aI

Eiya, di gathering itu ada penampilan Isa Raja – yang ikutan X Factor itu lho, bersama bandnya. Ga lupa pula ada Magdalena yang nge-MC bareng Icha Sasmita. Jam berapa gatheringnya kelar? Yang pasti sih larut, dan saya SENENG! (yang ngikutin twit saya pasti tau kenapa saya seneng *eh*)

Besok paginya, rombongan dibagi jadi 2 kelompok – kelompok city tour pagi, dan kelompok city tour siang. Saya sebenernya kebagian kelompok city tour siang – secara flight saya ke Jakarta dijadwalkan setelah jam 6, tapi ya.. singkat cerita saya pun jalan duluan dengan city tour pagi. Ke mana aja? Yang pasti sih ke Laweyan! Belajar ngebatik, dan juga liat-liat suasana sekitar.

Kelar ngebatik, beberapa pria yang muslim pun beranjak Jumatan dekat dengan rumah makan yang udah ditentuin panitia #TselNEDTrip – saya juga Jumatan dong. 🙂 Kelar Jumatan, langsung makan siang dan sementara peserta city tour pagi langsung ke bandara Adi Soemarmo buat ngejar flight, saya dan @agushamonangan justru menuju tempat standby dari city tour sore. Agendanya pun ternyata sama, yakni ke Laweyan (lagi)! 😆 Ya… lumayan lah, kali kedua ke Laweyan di hari yang sama buat ngebatik, saya udah cukup lancar. :mrgreen:

Selesai dari Laweyan, langsunglah menuju bandara dan persiapan balik ke Jakarta. Walau “diwarnai” delay 1 jam karena faktor dari maskapainya, tapi ya Alhamdulillah, saya tiba di Soekarno-Hatta dengan selamat. Lebih bersyukurnya lagi, bisa nebeng pula dengan bis yang sudah disediakan panitia #TselNEDTrip yang menuju kantor Telkomsel di Gatot Subroto. Saya sih turun di sekitar Kuningan, baru kemudian pulang ke rumah.

Yang paling berkesan dari perjalanan #TselNEDTrip ini, selain karena (akhirnya) saya bisa liat-liat kota Solo, sbb:

1. Bisa liat pinggir laut secara dekat dari atas kereta Argo Muria. Iya, saya baru tau kalo jalur kereta api Jakarta-Semarang itu lewat pinggir laut persis. Kalo ga salah deket Pekalongan atau Batang itu ya. CMIIW.

Pinggir laut dilihat dari atas Argo Muria
Pinggir laut dilihat dari atas Argo Muria

2. Bisa foto bareng Magdalena! :mrgreen:

Foto bareng Magdalena
Foto bareng Magdalena

3. Bisa kenal (dan ketemu) dengan @agushamonangan, @IDberry, @aditawiharto, @mrbambang, dan masih banyak lagi rombongan #TselNEDTrip yang ga bisa saya sebut satu-persatu. Baik itu dari media, panitia, maupun dari Telkomsel.

4. Jadi tau beberapa istilah telekomunikasi dan juga teknis pelaksanaan Network Drive Test meski ga mendetail. Tapi, hal-hal semacam itu aja udah bikin saya seneng karena berasa jadi mahasiswa Teknik Elektro Telekomunikasi. :mrgreen:

5. Ngebatik di Laweyan! Yay! Ini hal yang jarang-jarang banget bisa saya lakukan, secara ngebatik langsung di salah satu wilayah yang emang terkenal dengan batik gitu lho.. 🙂

Ngebatik di Laweyan. Foto by @aditawiharto – https://twitter.com/aditawiharto/status/350450135798534144/photo/1

6. Trus apa lagi ya? *mikir*

Well, semoga hasil dari Network Drive Test kemarin terbukti kehandalannya saat hari H musim mudik dan arus balik kelak. Terima kasih Telkomsel! Thanks juga buat semua panitia dan rombongan yang udah ikut serta. 🙂

Ketemu Tokoh Dunia di Madame Tussauds, Sydney

Siapa aja tokoh dunia yang jadi idola kamu? Kalo saya ada Nicole Kidman dan Barack Obama. Itu beberapa tokoh dunia yang pengen saya ketemuin, selain karena mereka masih hidup, juga karena saya dan mereka hidup di jaman yang sama. *halah* Trus, emang ada tokoh dunia yang pengen saya ketemuin? Jelas ada, antara lain Marilyn Monroe dan juga Heath Ledger. Tapi ya.. mungkin itu cuman mimpi.

Kenapa saya bilang mimpi? Karena saya bukan artis, bukan (atau belum tentu?) politisi, apalagi orang dengan kekayaan selangit macam Bill Gates. Saya cuman seorang Billy Koesoemadinata, yang senang nulis, senang jalan-jalan, dan senang foto-foto. :mrgreen:

Tapi saya juga bukan sekadar bisa mimpi doang. Sebisa mungkin saya bakal ngelakuin usaha-usaha buat ngebuat mimpi-mimpi itu terwujud. Saya pernah baca kata-kata positif sebagai berikut,

Jika engkau bersungguh-sungguh, maka seluruh alam semesta akan mendukungmu.

Saya kurang ingat persis bacanya di mana. Entah itu di buku, entah itu di film. Tapi yang pasti, kata-kata positif itu (bisa jadi) benar adanya. Setidaknya, sesuai dengan pengalaman saya pribadi. 🙂

Iya, saya beneran bisa ketemu tokoh-tokoh dunia yang saya impikan itu* (keterangan *=syarat dan ketentuan berlaku 😛 ). Ini nih, bukti foto-fotonya di galeri di bawah ya.

[set_id=72157634300022420]

Ehehehe.. Jangan kecele ya, tapi semua tokoh dunia di galeri foto itu asli lho. Asli replika dari tokoh aslinya. :mrgreen: Nicole Kidman, Barack Obama, Nelson Mandela, Ratu Elizabeth II, Marilyn Monroe, Johnny Depp, Bruce Willis, Heath Ledger, Iron Man, Einstein, Jackie Chan, dan masih BANYAK LAGI! Semuanya bisa ditemuin di Madame Tussauds, Sydney, Australia yang letaknya deket Darling Harbour.

Kok bisa ke sana? Gimana caranya? Berapa harga tiketnya? Kapan ke sana lagi? Ada oleh-oleh, ga?

Eng.. singkat cerita saya ke sana hari Jumat 14 Juni 2013 lalu. Masih sekitar seminggu yang lalu lah.. Dalam rangkaian pekerjaan sih, tapi saya sempet-sempetin ke sana. Karena e karena, emang udah cita-cita pengen ke Madame Tussauds, di lokasi manapun. Kebanyakan teman-teman saya sih ke Madame Tussauds yang di Hong Kong — dan Alhamdulillah, saya sempetnya ke yang di Sydney, Australia. 🙂

Oiya, beberapa catatan seputar Madame Tussauds Sydney ini, sbb:

  1. Beli tiket masuk secara online. Selain lebih murah dan praktis, juga banyak promo yang bisa digabung sama objek wisata lainnya di Sydney. Kemarin saya beli yang sepaket dengan tiket masuk Sydney Tower Eye **. (**=ceritanya di postingan lain ya)
  2. Kalo mau menikmati koleksinya, sebisa mungkin datang di awal-awal jam buka. Pengunjungnya masih sepi (banget). Trus gimana kalo mau foto-foto? Tenang, ada fotografer Madame Tussauds yang bisa bantu, ataupun ada beberapa pengunjung yang bisa dimintain bantuan — tapi ya, emang ga semudah kalo ke sana bareng temen sih.
  3. Ketahui dulu siapa aja tokoh yang ada di sana. Koleksi-koleksi Madame Tussauds di seluruh dunia itu ga semuanya sama. Khusus yang di Sydney ini, selain tokoh-tokoh dunia macam presiden dan tokoh legendaris macam Marilyn Monroe, juga banyak tokoh-tokoh asli Australia atau Inggris. Jelas Presiden Soekarno ga ada di Sydney, melainkan adanya di Hong Kong.
  4. Bawa duit yang cukup, kalo bisa minimal AUD 50. Buat apa? Buat beli memorabilia alias oleh-oleh, terutama foto-foto bagus yang dibuat sama fotografer Madame Tussauds.
  5. Trus apa lagi ya?

Intinya sih, kalo emang lagi ke kota yang ada Madame Tussauds macam di Sydney begini, saya nyaranin banget buat sempetin dateng. Sebisa mungkin, anggap harga tiket yang cukup tinggi (kalo di-compare sama harga tiket di Indonesia) sebanding dengan pengalaman dan foto-foto yang bakal didapat.

Trus, yang mana di Madame Tussauds yang jadi favorit saya? Jelas Nicole Kidman. Tapi, dari sekian banyak foto di sana, saya paling suka foto yang ini nih.

thanks for lending me your desk, mister Obama! ~ taken at Madame Tussauds, Sydney, June 14, 2013.

 

Kapan lagi coba bisa pose begitu sama Barack Obama? 😛

Kamu udah pernah dateng ke Madame Tussauds belum?

Bagaikan Mendapat FC Barcelona Dalam Genggaman Tangan

Bagaimana mendefinisikan sebuah klub sepakbola bertaraf dunia? Pemain dengan level permainan internasional? Prestasi mentereng di liga lokal, regional, hingga internasional? Atau pelatihan dan manajemen yang baik sehingga bisa menciptakan sebuah brand yang digdaya di seluruh dunia? Semua definisi itu benar adanya. Dan akan lebih lengkap lagi saat klub sepakbola tersebut memiliki fanbase di seluruh dunia.

FC Barcelona. Klub sepakbola besar yang berasal dari negara Spanyol Eropa ini, salah satu klub sepakbola bertaraf dunia. Saya pribadi termasuk salah satu pengagum klub sepakbola ini. Dimulai saat periode 1990-an, saat mereka mulai mengembangkan permainan bola ala Barcelona yang terinspirasi total football, hingga kemudian saat generasinya mulai berganti dengan Patrick Kluivert, Rivaldo, Luis Figo (sebelum pindah ke Madrid), Ronaldo, Ronaldinho, hingga generasi saat ini seperti Lionel Messi, Xavi, Andres Iniesta, dan lain-lain yang mengembangkan permainan tiki-taka. Sebuah klub sepakbola besar dengan fanbase yang juga besar, terutama di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, sekarang selain bisa mendapatkan siaran pertandingan di TV FTA atau jaringan, fans FC Barcelona bakal makin dimanjakan oleh Value Added Service dari Indosat bernama INFO BARCA Services. Yups, semua tentang FC Barcelona ada di sini. Mulai dari info seputar FC Barcelona, prediksi pertandingan, hasil dan statistik pertandingan, highlight pertandingan, games, screensaver, sampai dengan lagu (keren, ya? :mrgreen: ), dan juga foto-foto eksklusif! Mau? Baca terus blogpost ini.

Kamu yang udah jadi pelanggan Indosat (IM3 dan Mentari), caranya gampang aja. Langsung ketik *465*1# dan call.

*465*1# & Call
*465*1# & Call

Nanti bakal muncul tampilan buat berlangganan seperti ini, nih. Pilih angka 1 ya.

Pilih 1 untuk Gabung Info Barca
Pilih 1 untuk Gabung Info Barca

Setelah pilih buat gabung, nanti bakal dapet pemberitahuan melalui SMS seperti ini. Ohiya, selain bakal dapet info FC Barcelona, juga bisa dapet gratis telepon 60 menit!* (*syarat dan ketentuan berlaku)

SMS Pemberitahuan
SMS Pemberitahuan

Nanti kalo udah terdaftar buat langganan, setiap minggunya bakal ada 2x info atau konten terbaru yang bakal ada pemberitahuan melalui SMS yang bisa diklik. Contohnya sbb:

Konten Barca
Konten Barca

 Saya sendiri dapet SMS pertama soal Info Barca ini dalam jangka waktu 1×24 jam pertama setelah gabung. Dan, pas link-nya diklik, nyambungnya ke sebuah website yang kaya’nya dedicated cuman buat pelanggan Info Barca ini aja.

Website Khusus Info Barca
Website Khusus Info Barca

Seperti yang udah saya sebut di atas tadi, di Info Barca ini ada beberapa menu yang bisa dipilih eksklusif buat pelanggan yang sekaligus fans berat FC Barcelona. Ada news, ringtone, wallpaper, sampai dengan jadwal dan hasil pertandingan.

Seneng ga dengan adanya Info Barca ini? Saya sih jelas seneng. Soalnya saya bisa dapetin langsung semua info soal FC Barcelona langsung di satu tempat tanpa harus nyari-nyari atau kecampur sama informasi lainnya. Bagaikan mendapat FC Barcelona dalam genggaman tangan saya. *halah* 😛

Apalagi, bisa download-download konten seru nih macam wallpaper dan juga ringtone. Eiya, saya download ringtone Barca theme song lho.. lagunya bikin merinding juga pas dijadiin ringtone hape.

Trus, kalo suatu saat pengen berhenti langganan, gimana? Jawabnya gampang. Ketik lagi aja *465*1# dan call. Tunggu sampai keliatan pilihan gabung-berhenti-info seperti gambar kedua di blogpost ini. Atau, ketik aja “UNREG BARCA” dan kirim by SMS ke 465. Gampang kan?

Info lebih lengkap termasuk tarif langganan, bisa didapetin di http://www.indosat.com/barca.

Yuk, segera dapetin info dan konten eksklusif FC Barcelona di Info Barca Indosat!

Indosat Barca services is content and information about FC Barcelona exclusively for Indosat users

Anugerah

Ga ada kata yang bisa ngegantiin betapa kagumnya Papi akan kamu, Nak. Setiap tingkah laku, ucapan, dan semua respon darimu, adalah anugerah. SEMUANYA! Kehadiranmu, di setiap bagian dan setiap saat untuk Papi adalah anugerah.

Tangisan pertama, tatapan pertama, sentuhan tangan pertama, gendongan pertama, pelukan pertama, sampai dengan senyuman pertama, tawa pertama, kata pertama, jejak merangkak pertama, atau bahkan “obrolan” pertama adalah beberapa momen terbaik yang akan Papi usahakan agar selalu teringat. Bukan semata-mata karena urutan, melainkan karena kamu adalah anugerah.

Begitu banyak yang hendak Papi lakukan denganmu, bersamamu, untukmu, Nak. BANYAK! Tapi Papi juga tahu, bahwa kamu akan begitu cepat tumbuh dan berkembang. Betapa engkau akan menjadi dirimu sesuai yang engkau inginkan. Betapa engkau bukan Papi, melainkan dirimu, anugerah.

Satu hal yang sudah pasti, Papi akan selalu ada untukmu. Sebagai ayah, teman, guru, instruktur, hingga penyemangat. Jika kelak perjalananmu bagai sebuah pertandingan olahraga, maka Papi akan menjadi yang pertama kali berteriak lantang setiap kali engkau mencetak angka, memberikan nyanyian penyemangat sepanjang pertandingan, dan akan jadi yang terakhir pergi dari lapangan setelah pertandingan usai apapun hasilnya. Karena perjalananmu adalah anugerah.

Nak, selamat ulang tahun pertama, anugerah-ku.

Cissy
Cissy – the birthday girl. The photo taken January of 2013 on a studio at Depok.

Ketika Jarak Ga (Begitu) Berasa

Saya pekerja kantoran. Istri saya juga pekerja kantoran. Tapi, sepanjang periode setaun terakhir saya beberapa kali harus ngelakuin perjalanan keluar kota (dan bahkan keluar negeri), istri saya pun demikian halnya, dengan waktu perjalanan yang macem-macem. Otomatis, komunikasi jadi hal yang penting. Apalagi, di periode setaun ini saya dan istri baru dikaruniai anak pertama. Jadi, rasa kangen pasti berlipat-lipat kalo lagi pada jauh-jauhan.

Contohnya taun lalu saya sempat ngelakuin perjalanan keluar negeri selama 2 hari 1 malam. Singkat sih, tapi namanya keluar negeri, pasti bakal berhadapan sama roaming internasional dan itu yang sering bikin komunikasi jadi terhambat. Apalagi, pas saya keluar negeri itu, anak pertama saya dan istri, usianya baru beberapa bulan. Kangen rasanya, karena biasa sehari-hari saya berkomunikasi secara langsung di rumah.

Untungnya, saya dan istri pake perangkat komunikasi yang sama, operator telekomunikasi yang sama, dan paket langganan data yang sama. Iya, saya dan istri sama-sama pake BlackBerry, nomer simPATI dari operator Telkomsel, dan paket langganan data BIS unlimited per bulan. Kenapa bisa untung? Soalnya jadi lebih gampang buat komunikasi. Saling kirim BlackBerry Messenger (BBM) dan e-mail juga ngapdet via social networking (social media) macam twitter/facebook, yang isinya bisa berupa foto-foto anak dan istri, serta teks.

Tapi ya, walaupun selalu dapet apdet foto dan info terbaru selama di luar negeri, tetep aja rasanya kangen. Pas pulang, langsung peluk-peluk semuanya deh.. :’)

Cerita lainnya, terjadi waktu istri saya harus menjalani diklat dari tempatnya bekerja. Jangka waktu diklatnya sekitar 2 minggu, di luar kota pula. Rencana awalnya, anak kami akan dibawa oleh istri saya selama diklat. Tentunya, dibawa dengan mertua untuk membantu menjaga. Tapi, atas beberapa pertimbangan kemudian, rencana berubah dan anak kami pun ga ikut dibawa diklat, melainkan tinggal bersama saya, dan gantian dijagai oleh saya dan mertua.

Jarak antara tempat diklat dan Jakarta, beda 3 jam perjalanan aja sih. Tapi ya, namanya kangen kan bisa timbul kapan aja. Lagi-lagi, perangkat komunikasi-operator-paket BIS yang sama, membuat semuanya jadi lebih mudah. Membuat jarak jadi ga gitu berasa. Selama diklat, setiap harinya istri saya ngirim BBM nanyain kondisi anak kami: sudah mandi, berapa kali minum susu, bangun pagi jam berapa, tidur jam berapa, dan lain-lain. Kadang-kadang, dia meminta foto terbaru di hari itu, yang dengan mudahnya bisa saya kirim via BBM ataupun e-mail.

Trus, kalo BBM lagi pending, dan sulit kirim e-mail, kirim foto via social networking/social media bisa jadi jawaban. Tinggal aplod, trus mention akun istri, dia pun bisa buka via browser atau aplikasi di device BlackBerry-nya. Ya, namanya juga paket BIS unlimited, bisa ngapain aja. Komunikasi dan berbagi informasi, bisa jadi lebih gampang! :mrgreen:

Aaakk.. senangnya, berkat paket BIS unlimited simPATI-Telkomsel di device BlackBerry, bikin saya dan istri jadi gampang berkomunikasi, gampang berbagi momen, dan masih banyak lagi cerita-cerita lain yang belum (dan mudah-mudahan sempat) saya share!

Eh..eh.. kalo ada yang punya pengalaman seru juga pake device BlackBerry plus langganan BIS simPATI-Telkomsel, ikutan aja “#BacaCeritaku Writing Competitiondi sini! Siapa tau bisa dapetin BBZ10 atau pulsa simPATI jutaan rupiah! Kan mereka punya paket BIS baru, yakni BlackBerry Sosialita. *iya, saya juga nulis blogpost ini buat ikutan itu 😛 *

Tentang Tanggung Jawab & Perlindungan

DISCLAIMER: Postingan berikut ini lebih baik dibaca oleh kamu yang berusia 18 tahun ke atas. Karena materi di dalamnya kurang cocok buat kamu yang berusia di bawahnya. Kalo masih maksa buat baca, pastikan kamu didampingi oleh mereka yang telah berusia 18 tahun ke atas.

ilustrasi: kondom

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran begitu mendengar kata “kondom”? Iya, kondom. Kalo sampe ada yang ga mikir tentang seks, berarti dia ga tau sama sekali kondom itu apaan. 😛 Yah, mau gimanapun juga, kondom memang sangat identik dengan seks. Sekilas aja nih ya, alasan kondom begitu identik dengan seks ya karena… kondom digunakan ya saat berhubungan seks. Gitu.

Pasti pada heran ya, kok tumben-tumbenan saya bahas soal kondom? Tenang, postingan ini bukan cerita ala esek-esek gitu, melainkan lebih ke perihal kesehatan. Lho kok bisa soal kesehatan? Ya jelas toh.. seperti kondom berkaitan dengan seks, seks juga ada kaitannya dengan kesehatan. Iya, karena hubungan seks itu berkaitan dengan alat kelamin, dan alat kelamin itu juga berkaitan dengan tubuh/badan kita yang sudah jelas-jelas harus sehat. *maksa dikit*

Nah, pasti sebagian besar udah tau arah postingan saya bakal ke mana. :mrgreen:

Jadi gini.. ternyata negara kita selain memperingati hari AIDS di tanggal 1 Desember lalu, juga ada namanya Pekan Kondom Nasional yang berlangsung sepekan sejak hari AIDS tersebut. Dan, secara singkat aja ya: kondom itu penting. Terutama buat mereka yang benar-benar peduli sama alat kelaminnya. Kenapa bisa? Jelas bisa. Buat yang pernah belajar soal biologi di SMP atau SMA, pasti pernah denger yang namanya penyakit kelamin, penyakit menular seksual, dan masih banyak lagi. Nah, selain sebagai alat bantu pencegah kehamilan, kondom juga berfungsi untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut.

Iya, kondom bisa berfungsi buat mencegah penyakit kelamin dan penyakit menular seksual terutama buat mereka yang aktif secara seksual dan memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit tersebut. Engga, ini ga terbatas pada mereka yang bekerja di bidang komersialisasi seks, melainkan semua orang. Iya, semua orang yang aktif secara seksual, suka berganti pasangan seks, dan juga memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit.

Tapi ya, bukan berarti orang-orang yang ga memiliki perilaku seperti disebut sebelumnya ga mungkin terkena penyakit kelamin atau penyakit menular seksual. Karena, semua orang bisa terkena walaupun setia terhadap pasangannya. Contohnya: seorang istri yang setia sama suaminya, dan ngira suaminya juga setia padanya, bisa jadi terkena penyakit kelamin/menular seksual kalo ternyata suaminya suka “jajan”. Begitupun sebaliknya.

Yang sedikit mengkhawatirkan lagi, kalo dari perilaku orang-orang dengan seks aktif dan memiliki risiko tinggi untuk tertular, adalah jika mereka tertular HIV/AIDS. Meskipun bantuan bisa datang dari manapun, dan obat anti retroviral bisa didapatkan dengan akses apapun, tetap saja akan ada faktor eksternal yang bisa membuat para penderita HIV/AIDS itu hancur mentalnya.

Intinya sih, kalo mau aman ga kena penyakit HIV/AIDS, penyakit kelamin, atau penyakit menular seksual, ya jangan aktif secara seksual. Tahan kehendak untuk melakukan hubungan seksnya setelah nikah dengan pasangan yang sah dan setia. Tapi, kalo ternyata emang udah aktif dan sulit untuk berhenti, ya.. kondom bisa bantu mencegah. Iya, ini bantu mencegah ya bukan berarti 100% mencegah. Karena materi penyusun kondom yang sebagian besar terbuat dari karet, masih bisa bocor. Dan kalo udah bocor? Ya.. udah bisa ditebak, penyakit apapun bisa menular. *bergidik serem*

Melindungi diri itu penting, tapi lebih penting lagi untuk bertanggung jawab – dan, hindari semua risiko buat kena penyakit kelamin, penyakit menular seksual, atau penyakit HIV/AIDS.

Catatan: Tanpa mengurangi isi dan maksud, tulisan ini sedang saya ikutsertakan di lomba blog ini yang juga dalam rangka Pekan Kondom Nasional – 2012 lalu.