Rss Feed

‘Daily’ Category

  1. Ketika Kesempatan itu Datang

    May 30, 2011 by Billy Koesoemadinata

    Setiap langkah dalam hidup, baiknya memang dipikirkan matang-matang. Baik itu langkah yang kecil, ataupun besar, baik itu yang invidividu kita sendiri, ataupun yang berkaitan dengan orang lain. Ada baiknya, setiap langkah tersebut dipikirkan dan direnungi sebelum diambil. Tapi tak jarang juga, sebuah langkah memang harus segera dilaksanakan dan diambil, sebelum kesempatan untuk melangkah itu hilang, dan belum tentu datang lagi.

    Dan, ya, saya pun melangkah.

    Sudah cukup lama pemikiran untuk melangkah itu timbul, dan dengan berbagai pertimbangan serta tujuan yang ingin dicapai. Namun berkali-kali, niatan saya untuk melangkah tersebut terhenti. Banyak alasannya, mulai dari diri sendiri, faktor orang-orang sekitar, hingga perhitungan rencana yang akan terjadi kemudian. Intinya, banyak hal-hal yang menjadi pertimbangan saya ketika saya memikirkan tentang melangkah. Dan, pemikiran tersebut memakan waktu yang tak sedikit, timbul dan tenggelam.

    Kini, setelah hampir 3 tahun, saya pun melangkah untuk menaklukkan tantangan baru dalam hidup saya. Bukan, bukan tentang menikah – karena itu sudah ada di postingan sebelumnya *eh*, melainkan beralih karir dari pekerja media menjadi pekerja humas dan komunikasi.

    It’s been a great journey to be a media worker, but then, I want to fulfil another challenging field and conquer it! :)

    Bismillah!

    NB: cerita versi lain dan yang lebih lengkap, bisa disimak di sini.


  2. Dskon: Info Lengkap, Harga Hemat yang Seru!

    May 23, 2011 by Billy Koesoemadinata

    DskonSiapa ya yang ga suka beli sesuatu dengan harga miring? Putri Catherine (Kate Middleton) aja, kabarnya suka lho beli baju-baju dengan harga miring. Selain harganya yang murah, kadang kita bisa nemuin “harta karun” yang nilainya lebih daripada harganya yang murah itu. Entah itu promosi atau engga, beli sesuatu yang berbau diskon atau ada potongan harga, atau bisa dibilang dengan harga khusus, selalu bikin tertarik. Yep, saya juga. :mrgreen:

    Dan, sekarang ini makin banyak lho cara-cara buat dapetin harga khusus buat hal-hal tertentu. Apalagi, semenjak ada internet dan juga kebangkitan industri internet yang makin stabil, makin banyak pula pilihannya. Sebut aja macam dealkeren, disdus, ogahrugi, dll. Saya sendiri jadi member di beberapa situs tersebut. Dan, kadang2 beli paket harga khususnya.. kebanyakan sih, beli harga khusus buat makanan *gembul* :lol:

    Tapi kemudian, kadang suka gemes sendiri. Misal nih, baru hari ini beli paket harga khusus tertentu di situs A, eh.. besoknya ada paket lain dengan harga khusus yang beda tapi menarik juga, dan tempatnya di situs B. ribet gitu kan jadinya? Apalagi, kadang pengen ngebanding-bandingin, tapi ada kendala di koneksi.. *fakir benwit* :P

    Anyway, kaya’nya keribetan itu mulai terjawab. Ada salah satu situs layanan yang hadir dan ikut ngebantu keribetan saya. Dan, namanya Dskon. Di situs webnya, dia jadi semacam aggregator (pengumpul) tawaran paket harga khusus tersebut, dan ngebuat semuanya lebih gampang buat dicari, dibandingin, dan juga ngedapetin! Seru euy..

    Ga cuman paket harga khusus yang jadi info utama, tapi juga ada detil info dari website penyedianya, cara bayarnya, ada di kota mana aja, dan banyak lagi. Belom lagi, bisa nulis review juga lho.. Wew, lengkap ya tawarannya.. Soalnya, kepuasan pelanggan itu kan penting banget, dan review-lah yang jadi patokan pelanggan atau pembeli lainnya. macam saya gini lah.. ;-)

    Oiya, denger-denger sih, Dskon juga bisa terhubung sama facebook. Jadi, kalo kita nemu ada tawaran paket khusus yang wuokeh di sana, bisa langsung dishare di facebook. Kali-kali aja, salah satu temen kita yang jumlahnya bejibun di facebook itu, ada yang tiba2 bilang, “eh, seru nih! Yuk beli, nanti gue traktir!” *maniak haratisan* :lol:

    Dan, yang paling penting adalah apdet! Iya dong, situs tawaran paket harga khusus itu apalagi yang lebih penting selaen apdet? Apalagi, semenjak banyak brand atau venue yang ikutan, pastinya makin banyak tawaran yang bisa hadir setiap harinya.. Hmmm.. jadi laper *lho* :P

    Ah.. cari2 tawaran yang asik aaahh.. kali2 aja ada yang seru dan ada harga muraaaahh.. :mrgreen: yuk.. yuk.. ke Dskon!

    NB: image dskon, sourcenya dari dailysocial di sini.


  3. Single No More

    March 27, 2011 by Billy Koesoemadinata

    Sepertinya, saya harus segera memperbarui halaman ini. Tak lain, karena saya sudah berganti “status” dari yang semula single – but not available, menjadi bener-bener unavailable. :mrgreen:

    Iya, saya sudah menikah. Tepatnya, 26 Maret 2011 lalu. Akhirnya, setelah berteman sejak tahun 2005, dan berhubungan dekat sejak 2007 lalu, akhirnya saya bisa menikahi kekasih yang sekarang menjadi istri saya, Yulian Anita.

    Acara menikahnya kecil-kecilan sih, akad saja, tidak ada resepsi. Memang sengaja demikian, dan hanya dihadiri oleh beberapa teman dekat dan keluarga. Dan, mohon maaf pada teman-teman yang tidak sempat saya kabari sebelumnya.

    Mohon doanya ya, semoga saya dan istri saya menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Berikut, salah satu foto pernikahan saya.

    Yah, ini foto setelah akad nikah di KUA, dan kemudian kita mengadakan sesi foto bersama teman dekat dan juga keluarga yang hadir. Selengkapnya, bisa dilihat di sini sih.

    NB: Cerita lengkap bisa dibaca juga di sini.


  4. Men-Digital

    February 9, 2011 by Billy Koesoemadinata

    Judul postingan ini saya tulis sebagai “Men-Digital” yang merupakan terjemahan bebas atas “Digitalize”. Saya sebenarnya ingin menuliskan dalam bahasa aslinya, tetapi sepertinya maknanya kurang mengena. Jadilah, saya buat terjemahannya dalam bahasa Indonesia, walaupun memang menjadi rancu.

    Bagi saya sendiri, “Men-Digital” berarti mengalihkan atau memadukan sebagian kehidupan saya ke dalam bentuk digital. Baik itu kejadian sehari-hari, maupun juga beberapa properti yang saya miliki. Contoh paling mudah dari kehidupan saya yang saya alihkan atau padukan ke dalam bentuk digital adalah tulisan saya.

    Iya, tulisan saya.

    Seperti diketahui, saya gemar sekali menulis cerita fiksi. Salah satu cerita fiksi saya sudah terbit dalam bentuk novel yang terbit pada 2006 lalu. Beberapa cerita fiksi saya juga masih saya apdet di blog ini, ataupun juga di blog lainnya. Dan, agar bentukan tulisan fiksi saya tidak terbuang percuma, atau justru hanya mengendap di database komputer saya, jadilah saya pun mengalihkan dan memadukannya ke dalam bentuk digital.

    Saat ini, bentukan digital untuk tulisan yang saya gemari adalah cerita singkat di posterous. Cukup dengan mengirimkan melalui e-mail, maka saya dapat mengapdet tulisan fiksi saya di sana. Serta, kemudahan akses yang saya sambungkan dengan akun twitter saya, membuat saya tak perlu susah-susah mengapdet akun twitter saya setiap kali saya selesai menulis cerita baru. Otomatis, dan praktis!

    Oiya, alasan lain saya menempatkan tulisan fiksi saya di dunia digital seperti blog posterous itu, adalah karena saya termasuk orang yang pelupa. Sifat pelupa tersebut terutama sering muncul, di saat ide sedang liar-liarnya. Sementara ide saya yang sedang liar untuk menulis fiksi adalah ketika saya biasanya dalam perjalanan, di tengah menunggu, dan waktu-waktu yang “memaksa” saya untuk berada dalam kondisi diam di suatu tempat, namun tak bisa pergi ke tempat lainnya.

    Bingung ya?

    Oke, intinya sih segeralah membuat versi digital dari dokumen atau karya Anda. Mau itu tulisan, gambar, atau bahkan produk aplikasi. Banyak koq penyedia jasa untuk digitalisasi karya Anda tersebut. Ada posterous, wordpress, tumblr, deviantart, 4shared, dan lain-lain.

    Yuk, kita digitalkan hidup!


  5. Mengatasi Masalah Ketika Menulis

    January 16, 2011 by Billy Koesoemadinata

    Beberapa kali saya sempat mendapat pertanyaan dari beragam orang,

    Gimana sih caranya bisa tetep nulis? Emang ga pernah keabisan ide gitu? Ga pernah berasa bosen? Ga pernah pengen berenti? dsb.. dsb.. dsb..

    Dan, jawaban yang saya berikan singkat saja.

    Pernah.

    Tapi nyatanya, jawaban saya itu tidak cukup bagi mereka yang bertanya pada saya. Karena kemudian, saya diberondong lagi dengan berbagai pertanyaan. Tapi secara umum, intinya hanya satu. Yakni, sebagai berikut,

    Trus, gimana cara mengatasinya?

    Dan, biasanya bukannya menjawab dengan sesuatu yang konkrit, saya justru balik bertanya.

    Mengatasi apa?

    Tak jarang, beberapa orang langsung melengos pergi, diam, atau bahkan memutus percakapan (jika dilakukan via online). Saya geli sendiri jika mendapatkan perlakuan seperti itu. Bohong jika saya bilang saya tidak sebal atau kesal, tapi ya.. saya geli sendiri. Kenapa? Karena menurut saya, yang bisa menjawab pertanyaan “cara mengatasi” adalah mereka sendiri. Iya, masing-masing pribadi yang melontarkan pertanyaan tersebut.

    Sebuah kata mutiara pernah saya baca, isinya sebagai berikut,

    No one know you exact nor completely, besides yourself.

    Iya, hanya diri kita sendiri yang tahu apa dan bagaimana diri kita sebenarnya. Jadi, jika kita berhadapan dengan sebuah problematika yang ingin diselesaikan, ya kita harus mengenali diri kita sendiri. Mengapa? Gunanya, untuk mengetahui potensi diri yang belum dan sudah dimanfaatkan dalam mengatasi masalah tersebut. Dan, dalam hal ini adalah menulis.

    Saya buka kartu nih, saya memiliki beberapa permasalahan ketika saya harus menulis. Iya, beberapa. Tak hanya satu, atau dua. Tapi beberapa. Berikut ini, saya tulis sesuai yang teringat oleh saya,

    Menunda-nunda, atau prokrastinasi.

    Malas.

    Buntu ide.

    Lelah.

    Mengulang.

    Kurang lebih memang ada 5 masalah yang terus saya hadapi di saat saya menulis. Memang, permasalahan tersebut tidak selalu muncul. Ada kalanya, saya begitu on fire, sehingga sebuah tulisan sepanjang 2 lembar A4 dapat selesai dalam beberapa menit saja. Tapi ada kalanya juga, saya baru bisa menyelesaikan sebuah tulisan singkat — 2-3 paragraf setelah menunggu 1-2 hari. Dan, kedua jenis tulisan tersebut sama, fiksi atau nonfiksi.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, saya biasanya melakukan beberapa hal secara sekaligus. Mulai dari ngetwit, menulis cerita singkat, makan, hingga tidur. Kenapa? Karena saya ingin pikiran saya teralihkan dari bahan tulisan yang harus saya kerjakan. Karena saya perlu penyegaran dan juga perbaikan situasi sebelum menyelesaikan tulisan. Karena, perbedaan kondisi itu penting adanya.

    Anda bisa saja melakukan langkah-langkah seperti yang saya lakukan. Tapi, saya bisa jamin itu belum tentu efektif bagi Anda. Hihi, sepertinya saya menyesatkan saja ya.. :P Oke, maksud saya menyatakan seperti itu karena pribadi setiap orang itu berbeda-beda. Setiap orang itu unik, dan sempurna dengan caranya sendiri. Setiap orang tentu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Itulah makanya, di awal saya sudah bilang bahwa yang bisa menyelesaikan permasalahan ketika menulis, adalah Anda sendiri.

    Tapi bagaimana jika Anda sendiri tidak tahu bagaimana mencari penyelesaiannya? Oke, kali ini bisa saya bagi trik untuk mencari penyelesaian tersebut,

    Ambil 5 langkah ke belakang menjauh dari  masalah Anda.

    Ambil waktu sekitar 5 menit jeda untuk tidak memikirkan permasalahan Anda.

    Dan, lakukan 5 kegiatan yang tak berkaitan dengan masalah yang sedang Anda hadapi, selama kurang lebih 5-15 menit.

    Kemudian balik lagi, dan pikirkan 5 pilihan yang bisa Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah yang seharusnya sudah Anda selesaikan.

    Seharusnya, setelah Anda kembali lagi untuk menghadapi masalah setelah menjauh 5 langkah, jeda 5 menit, dan melakukan 5 kegiatan, Anda bisa mendapatkan solusi yang tepat. Trik, saya dapatkan dari menggabung-gabungkan antara berbagai problem-solving yang pernah saya dapatkan. Dan, saya tidak mengakui bahwa ini milik saya seorang. Anda berhak untuk menyebarkannya kembali.

    Sudah siap? Coba segera lakukan ketika Anda menghadapi masalah, ya!

    NB: Tak perlu melakukan semua langkah tersebut, cukup beberapa saja. Dan, hal ini tidak perlu dicatat. Cukup diingat sambil dilakukan.