Jangan Ngaku Pria Sejati, Kalau Dompetnya Masih Replika

Dompet pria kini hadir dalam berbagai model. Baik itu dari segi warna, ukuran, serta bahan. Meski kecil dan lebih sering disimpan di dalam, benda ini bisa membuat tampilan kita jadi lebih kece lho. Dompet juga bisa dijadiin sebagai acuan seberapa sejati kita sebagai pria. Caranya? Adalah dengan melihat keaslian dompet. PENTING!

Fenomena Barang KW di Indonesia

Peredaran barang palsu di Indonesia sudah bagaikan hal lumrah. Di mal, pasar tradisional, pedagang kaki lima, baik yang offline maupun online, barang-barang KW bebas bertebaran. Na’asnya, masyarakat bukannya berantipati terhadap barang tersebut, malah lebih terkesan menggemarinya.

Berdasarkan studi Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan (MIAP) dan UI, kerugian karena perdagangan barang palsu di Indonesia diperkirakan mencapai Rp65,1 triliun pada 2014. Masih dari Indonesia, data Organization for Economic Co-operation and Development’s (OECD) didapat angka pembajakan merek di seluruh dunia yang cukup fantastis. Jumlah total impor barang palsu pada 2013 mencapai $461 miliar atau sekitar Rp6 ribu triliun, menyumbang 2,5 persen dari jumlah impor global.

Jika ditanya mengapa barang KW begitu laris manis di negeri ini, mungkin alasan masyarakat kita ialah “minimnya pengetahuan soal apa dan bagaimana manfaat produk ori bagi lingkungan”. Padahal, solusi dari permasalahan tersebut sudah sangat dekat bahkan ada di tengah kita.

Brand lokal tebaik produsen dompet pria asli

Kualitas dompet pria handmade lokal Indonesia, sejatinya gak kalah kalo dibandingin sama merk terkenal di luar sana. Boleh jadi dengan harga lebih bersahaja, kita bisa mendapatkan barang dengan kualitas setara atau bahkan lebih. Berikut adalah beberapa produsen lokal tersebut :

  • Southeast merupakan produsen kerajinan dompet kulit asal kota Bandung. Begitu melihat katalog produk-produk Southeast, rasanya sulit untuk tidak jatuh cinta. Kualitas bahan serta pengerjaan yang mendetail berhasil menghadirkan kesan eksklusif dan mewah. Contohnya ialah dompet bifold wallet seharga Rp 380.000 dari material utama vegetable tanned leather yang dikerjakan dengan hand dye, finishing hand stitching, serta burnished edge.
  • Southeast, source: Qlapa
  • Saddap Leather Goods. Simpel, unik, serta berdaya fungsi tinggi merupakan keunggulan dari dompet buatan Saddap Leather Goods. Koleksi Saddap Leather Goods meliputi barang-barang seperti camera strap, tablet case, dompet kunci, strap jam tangan, sampai ikat pinggang.
  • Saddap, source: Qlapa
  • Mekafa sebenarnya merupakan produsen sepatu kulit dengan bahan kulit sapi asli pilihan. Namun yang namanya pengrajin sejati, kreasi mereka tak akan pernah terhenti. Mekafa juga memproduksi beberapa dompet kulit pria yang tidak kalah kualitasnya dengan produk utama mereka. Dua tipe andalan dompet lipat dari mereka adalah Preshion yang berbentuk standard dan Gearsion yang ukurannya lebih panjang. Dua-duanya punya ukuran yang berbeda, plus harganya masing-masing Rp 275.000 dan Rp 285.000.
  • Mekafa, source: Qlapa
  • Dompet pria karya Affaldgoods didominasi oleh bahan kulit sapi alias veg tan kasin leather. Ciri khas dari Affaldgoods sendiri ialah pilihan desain serta warna netral yang menarik. Rentang harga yang ditawarkan juga sepadan dengan kualitas serta daya tahannya. Harganya dibandrol berkisar Rp 195.000 sampai Rp 225.000 saja.
  • Affaldgoods, source: Qlapa

Cara memilih dompet pria agar sesuai dengan karakter

Meski sejatinya dompet pria lebih banyak disimpan bila bepergian, benda kecil namun penting ini dapat merepresentasikan karakter, lho. Agar orang tidak salah menilai seperti apa diri kita, coba simak beberapa saran berikut :

  • Pilih ukuran sesuai kebutuhan. Kebanyakan pria menyimpan dompetnya di saku celana bagian belakang. Apabila ukurannya yang terlalu besar, tentu tidak akan enak dipadang. Sebaiknya pilih item berukuran kecil, ringkas, serta tipis.
  • Warna netral lebih baik. Meski bentuknya kecil, dompet merupakan tempat menyimpan barang-barang penting. Oleh karena itu, warna netral dan polos lebih akan aman karena tidak terlalu mencolok.
  • Tidak perlu dikenal banyak orang, asal asli. Dari pada memaksakan diri mengikuti mode tren terkini, lebih baik kamu tampil apa adanya. Cobalah membeli barang merk lokal. Selama barang tersebut asli, ngga bakalan kalah kok sama dompet import.

Tempat menemukan koleksi dompet pria handmade berkualitas

Masih belum menemukan model yang cocok dengan karaktermu? Jaman sudah modern lho. Teknologi sudah mengubah banyak hal ribet di dunia ini menjadi sesimple mungkin. Termasuk memesan dompet pria secara khusus. Kamu bahkan bisa melakukannya sembari ngopi-ngopi santai di rumah. Tinggal ambil saja HP atau laptop, kemudian buka situs jual beli dompet pria di Qlapa.

Mata kita bakal langsung dimanjakan oleh produk-produk handmade asli Indonesia, begitu sampai di sana. Hampir segala kebutuhan sehari-hari dapat ditemukan. Semua produk tersebut juga diambil langsung dari para pengrajin, berikut dengan merk dagang mereka sendiri. Diseleksi secara detail, satu-persatu berdasarkan standar kualitas tinggi. Jadi sudah pasti terjamin keasliannya. Karena produk dipasok dari pengrajin langsung pula, kamu jadi bisa melakukan pemesanan secara khusus. Model, bahan, warna, serta kriteria lainnya bebas ditentukan sesuai keinginan.

GrabHitch: Pilihan Terbaru Untuk Perjalanan

Sebagai masyarakat Jakarta yang aktif untuk bepergian hampir setiap hari dan menggunakan moda transportasi yang berbeda-beda – kendaraan pribadi maupun juga umum, seringkali saya dihadapkan pada sulitnya mengatur waktu perjalanan. Baik itu waktu untuk berangkat/pulang, maupun waktu di perjalanan. Terutama di hari kerja (weekdays) Senin-Jumat karena jam kerja saya yang tidak seperti orang kebanyakan.

Bayangannya mudah saja: ketika orang lain berangkat kerja sekitar jam 6-8 pagi, saya justru jam-jam setelahnya. Selain karena jam masuk kantor yang memang beda, juga karena pagi hari saya masih harus mengurus keperluan anak saya yang mulai sekolah. Pun juga dengan pulangnya, ketika orang lain jam 4-6 sore sudah mulai beranjak pulang, saya justru jam-jam setelahnya. Perbedaan jam berangkat dan pulang kantor ini yang seringkali menyulitkan saya untuk mengatur waktu perjalanan. Imbasnya, sulit untuk mendapatkan moda transportasi umum yang nyaman dan aman karena tidak di saat peak hour (jam sibuk). Belum lagi perihal harga.

Aneh ya? Tenang, saya yang ngalamin sendiri juga udah berasa aneh kenapa di saat bukan peak hour justru susah dapetin transportasi.

Solusinya? Tentu dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi ada kalanya saya juga capek terus-terusan nyetir atau bawa motor sendiri. Selain faktor lelah bekerja, juga kaya’nya asyik aja kalo berangkat ke kantor di pagi hari ga usah takut muka kusam dan keburu capek di jalan karena bawa motor, atau pulang ke rumah masih ada tenaga sisa bekerja yang kemudian bisa digunakan untuk bercengkrama dengan keluarga di rumah.

Di saat itulah kemudian saya mengetahui tentang GrabHitch dari Grab. Baik itu info dari kenalan, maupun juga dari notifikasi di aplikasinya Grab.

Alhasil, saya pun coba ngecek di app-nya dan udah ada opsinya. Info dari sana-sini, katanya bisa booking sebelum melakukan perjalanan. Sedikit penasaran, maka saya pun coba eksplorasi fitur tersebut. Contohnya hari Jumat ini, saya coba booking dari malam sebelumnya untuk dijemput dari area Kelapa Gading ke arah Perintis Kemerdekaan di jam yang sudah saya pilih. Sekitar Jumat pagi hari, ada notifikasi masuk berupa SMS dan juga melalui app-nya kalo udah ada Teman Tebengan yang ambil orderan saya. Praktis!

Jumat ini, di sekitar waktu dan tempat yang telah ditentukan, mas Jainal yang jadi Teman Tebengan GrabHitch saya kali ini pun jemput saya. Mudah pula ketemu sama dia, karena by default sudah ada foto dan nopol motornya. Jadi ga perlu cari-cari lagi. Juga foto saya ada di profil Teman Tebengan GrabHitch.

Setelah mas Jainal ngasih helm dan pastiin klik, jalanlah.

Di perjalanan, sambil sesekali menaikkan volume suara karena angin yang menderu, saya iseng deh nanya-nanya sama mas Jainal ini. S = saya, J = mas Jainal.

S: “Kenapa jadi Teman Tebengan GrabHitch, mas?”

J: “Ya lumayan ya Pak, buat nambah-nambah penghasilan setiap kali berangkat-pulang kerja.”

S: “Emang kerjanya di mana & jam berapa?”

J: “Di Rawamangun. Shift sore ke malam.”

Dalam hati saya mikir, ternyata ada juga yang mirip sama saya untuk urusan waktu perjalanan kerja. Mas Jainal ini ternyata kerja sebelum peak hours, dan pulang malam setelah peak hours lembur.

S: “Udah berapa lama mas?”

J: “Sebulanan, lah.”

S: “Biasa barengan ke arah mana aja?”

J: “Ya ga jauh-jauh dari jalur saya berangkat-pulang aja. Kelapa Gading, Rawamangun, Pulo Gadung, Sunter. Orangnya juga macem-macem, ada yang mau kerja, ada yang pulang kerja, pernah ada juga yang mau main ke Ancol tapi nyasar gitu.”

Dari situ saya pun narik kesimpulan kalo mas Jainal ini cukup khatam area wilayah Jakarta Timur dekat Jakarta Utara.

Setibanya di tujuan, mas Jainal pun saya ajak foto bareng. Buat dokumentasi, saya bilang. Dan, begini nih posenya dia.

Mas Jainal, teman tebengan saya di hari Jumat ini.
Mas Jainal, teman tebengan saya di hari Jumat ini.

Beberapa alasan kenapa saya senang dengan GrabHitch:

  1. Bisa ketemu orang baru yang ternyata satu arah dengan saya. Siapa tau bisa jadi relasi bisnis. Belum lagi kalo ternyata ketemu orang seperti mas Jainal ini yang ternyata profil kerjanya mirip sama saya. 🙂
  2. Bisa booking! Ini yang paling penting, karena dengan perjalanan saya yang di luar peak hours itu, jadinya suka susah prediksi waktu di perjalanan.
  3. Bantu ngurangin macet dan polusi, sekaligus juga ngehemat tenaga saya. Sampe kantor masih ganteng, pulang makin ganteng. :mrgreen:
  4. Aman. Dengan fitur bawaan dari Grab berupa plat nomer dan juga share ke kontak, saya jadi lebih tenang di perjalanan.
  5. HEMAT! Nah ini harus di-bold. Baik itu hemat di ongkos, maupun juga hemat waktu karena lebih cepat — ga kena macet!

 

Nah, buat yang butuh tambahan penghasilan sambil dapetin kenalan baru pas lagi berangkat-pulang kerja atau aktivitas, cobain aja daftar jadi Teman Tebengan GrabHitch. Siapa tau selain dapat penghasilan, juga dapat relasi baru, atau malah ketemu saya! #penting Belum lagi jadi punya teman ngobrol di perjalanan sebagai obat paling mujarab untuk hilangkan bosan/ngantuk akibat panas atau capek.

Yang udah coba daftar, nanti coba share jalur jalannya ke mana aja sama saya kali-kali ada yang searah. 🙂

A to Z Backpackeran di Legian Bali

Kalo ngaku berjiwa backpacker, tentunya harus merencanakan segala sesuatunya sebelum berangkat. Salah satu tujuan yang cocok buat jalan-jalan backpacker adalah ke Bali, dengan spot seperti Legian. Nah, buat yang pengen jalan-jalan di seputar Legian, beberapa hal berikut bisa menjadi rekomendasi:

  1. Wisata di Legian

Di kawasan Legian, dapat menikmati keindahan pasir putih di Pantai Legian. Pantai ini sama terkenalnya dengan Pantai Kuta dan Sanur. Pantai Legian terkenal dengan pasir putihnya dan keindahan sunset-nya. Tapi, pantai ini ga serame Pantai Kuta. Jadi kalo mau menikmati waktu bersantai lebih cocok di pantai ini.

Sepanjang pantai yang membentang bisa ngeliat wisatawan berjemur, berenang bahkan berselancar meski ombak di pantai ini tidak terlalu besar. Mayoritas wisatawan asing yang bersantai di pantai ini adalah wisatawan dari Australia.

Selain wisatawan Australia, wisatawan lain yang mendominasi pantai ini adalah wisatawan dari Indonesia. Mungkin karena pantai ini sangat mirip dengan Pantai Kuta karena memang letaknya yang berdekatan dan kawasan Pantai Legian sangat mudah dijangkau dari bandara yaitu hanya 20 menit atau sekitar 6 km.

wisata legian-01

Photoright: plesiryuk.com

  1. Tempat Makan di Legian

Setelah puas bermain air di pantai, pasti laper kan, dan bakal nyari tempat makan di sekitar kawasan pantai. Jangan kuatir! Kawasan Legian udah jadi sebuah kawasan serba ada yang sangat disukai oleh wisatawan, sehingga mencari tempat makan bukanlah hal yang sulit.

Mau makan di tempat yang berkelas dengan standar hotel bintang lima? Tersedia resto-resto yang berjajar di sepanjang Jalan Legian. Atau bisa juga ke resto hotel bintang lima yang ada di sepanjang Pantai Legian.

Atau mau makan di tempat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan backpacker karena harganya yang terjangkau dengan menu yang lezat? Bisa nih, coba Warung Murah yang berada di Jalan Double Six Legian.

tempat makan legian-02

Photoright: blog.samatkong.com

Warung ini menjadi rekomendasi karena sudah dikenal tidak saja oleh wisatawan domestik namun juga oleh wisatawan mancanegara yang mengunjungi Legian. Di warung dengan menu utama masakan Bali juga menu Thailand, Chinese serta western ini tidak jauh dari Pantai Double Six Legian atau tepatnya di Jl. Arjuna.

Uniknya, karena warung ini sifatnya prasmanan, setiap kali pesan makanan atau minuman, staf warung akan ngasih semacam tag “Just For Food” atau “Just For Drink” yang nantinya bisa diberikan ke kasir. Kasirpun akan segera menghitung jumlah biaya makan tanpa harus bertanya lagi. Praktis juga!

tempat makan legian-03

Photoright: cremaandcrumbs.com

Dengan porsi makanan yang cukup mengenyangkan dan harga yang terjangkau, sayang sekali kalo ga mengunjungi warung yang letaknya persis di seberang Cafe Marzano di area Legian yang padat dan sibuk.

  1. Hotel Backpacker

Jalan-jalan itu ga bisa cuma sebentar, apalagi kalo tempatnya susah/jarang kita datengin. Nah, tentunya sayang kalo berkunjung ke Legian cuma sebentar. Supaya nyaman, enaknya nginep di sekitar Legian juga kan. Untuk itu bakal butuh tempat penginapan yang nyaman namun ramah di kantong. Amaris Hotel adalah salah satu hotel bintang dua dengan fasilitas dan pelayanan juara. Semua info tentang hotel ini bisa dicek di situs booking online Traveloka.

Hotel ini berjarak hanya 4 km dari Bandara I Ngurah Rai dan 5 menit saja berjalan kaki ke Pantai Legian yang akan membuat liburan backpacker di Legian menjadi komplit. Kalau mau belanja, wisata kuliner dan berwisata malam di kawasan Legian yang terkenal dengan cafe dan pubnya, cukup berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit.

hotel backpacker-04

Photoright: hotels.com

Konsep hotel budget yang menjadi ciri khas Amaris Hotel membuat kamar-kamarnya cukup sempit kalo bawa koper besar. Tapi kalau cuma koper kecil atau ransel layaknya backpacking, ga bakal bikin penuh kamarnya yang hanya memiliki satu tempat tidur ukuran queen dengan kabinet dan lampu tidur di sisi kanan dan kirinya. Untuk sekedar tempat beristirahat dan titip barang dengan aman, hotel ini recommended banget.

Walaupun hanya berbintang dua, tapi bakal tetep dapet handuk bersih, toiletries, air mineral dan shower air hangat. Berguna banget kalo perlu mandi di malam hari abis jalan-jalan seharian.

Kalo nginep di Amaris Hotel, juga dapet paket sarapan yang sifatnya prasmanan. Jadi, bisa ambil sendiri sesuai porsi, tapi jangan mubazir ya! Fasilitas lain di hotel ini antara lain kolam renang yang berada di samping restoran dan hanya bisa digunakan dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Oiya, di hotel ini juga mempunyai rutinitas daily housekeeping lho! Jadi, setelah seharian jalan-jalan, kamar yang berantakan bakal disulap jadi bersih dan wangi lagi. Bikin istirahat malam jadi makin nyaman.

Yuk, backpacker ke Legian Bali, yuk!

5 Wisata Populer di Bali

liburanSeumur-umur ke Bali baru sekali, itupun cuma sebentar. Meski begitu, saya punya tekad untuk bisa ke Bali minimal sekali seumur hidup, untuk waktu yang lebih lama & tentunya lebih menikmati.

Bali sebagai primadona wisata Indonesia sangat terkenal di mata dunia. Kekayaan seni budaya, keindahan alam, dan keunikan tradisi ritualnya seolah-olah mampu menyihir para wisatawan yang datang berkunjung. Kekayaan objek wisata Bali yang menarik seolah-olah tak pernah lekang oleh waktu, para wisatawan kerap datang berkali-kali dan masih akan selalu menemukan sesuatu yang istimewa di pulau ini.

Waktu yang paling tepat untuk ke Bali bukan pada saat musim libur, sebab di musim libur Bali amat ramai pengunjung dan segalanya menjadi lebih mahal. Kalau di luar musim liburan keuntungannya bisa mendapatkan tiket pesawat promo ke Bali melalui promo-promo yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan dan travel online. Selain itu, bisa mendapati promo harga di mana-mana baik akomodasi, restoran, tempat hiburan, tempat wisata, dan barang-barang murah saat berbelanja.

Nah, untuk persiapan ke Bali kelak, tempat-tempat wisata populer apa saja ya, yang kira-kira wajib dikunjungi di Bali? Cek dulu yang berikut ini.

1. Pantai Kuta

Pantai favorit wisatawan di Bali yang terkenal akan keindahan matahari tenggelamnya. Lokasinya mudah dijangkau, dekat dengan area pertokoan dan hiburan yang keren di Bali. Pantai Kuta juga suka dijadikan arena selancar bagi peselancar pemula. Tidak dipungut biaya masuk kawasan untuk menikmati pantai ini, jadi bisa menyisihkan uang untuk membeli beragam souvenir unik yang berjejer di toko-toko sepanjang jalan Pantai Kuta.

2. Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot adalah dua buah pura yang berdiri di atas sebuah batu karang besar di tepi laut. Pura ini diyakini sebagai tempat pemujaan Dewa Laut. Kita hanya bisa mendekat ke Pura Tanah Lot pada saat air laut surut, di samping itu juga bisa melihat beberapa ular keramat yang dipercaya menjaga Pura, yang boleh disentuh karena tidak berbahaya. Cukup membayar tiket masuk kawasan pantai sebesar Rp. 10.000, maka langsung bisa menyaksikan keunikan yang ada di tempat ini. Satu lagi, di sini pemandangan matahari terbenamnya juga spektakuler.

3. Garuda Wisnu Kencana (GWK)

GWK adalah sebuah taman wisata budaya di mana berdiri sebuah patung Dewa Wisnu raksasa yang megah karya I Nyoman Nuarta. Patung Dewa Wisnu yang nampak dipahat sedang menunggang Burung Garuda ini terletak di Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung. Di sini juga bisa mengagumi kemegahan blok bukit-bukit pasir raksasa berbentuk balok-balok yang menjulang di sisi kanan kiri taman, dan nantinya akan dihiasi pahatan-pahatan. GWK juga mewadahi berbagai pagelaran seni dan Tari Bali yang bisa ditonton di Amphitheatre.

4. Pura Uluwatu

Sebuah Pura suci yang berdiri anggun di atas ujung bukit karang yang menjorok ke laut. Pemandangan Pura ini sangat memukau dengan dilatari laut biru kehijauan dan sunset yang cantik. Pura ini ikut dihuni oleh sekawanan monyet yang dipercaya sebagai penjaga kesucian Pura, tingkahnya usil jadi hati-hati pada barang-barang yang dikenakan. Ketika berkunjung masuk ke Pura ini, perlu mengenakan pakaian khusus sarung, selendang, atau sabuk khas Bali sebagai simbol penghormatan akan kesucian Pura Uluwatu. Kalau beruntung, juga bisa menyaksikan suguhan Tari Kecak dan upacara ritual Bali di Pura ini.

5. Ubud

Ubud adalah daerah pusat wisata budaya dan kesenian di Bali yang letaknya di dataran tinggi, agak menjauhi kawasan pantai-pantai Bali. Desa-desa perajin ukiran patung, seni tari, seni tabuh, seni lukis, dan toko-toko kerajinan lokal bisa dijumpai di sepanjang jalan Gianyar menuju kawasan Ubud. Beragam aktivitas bisa dilakukan di tengah-tengah kesejukan Ubud, seperti bersepeda di sawah terasering, melihat proses pembuatan kerajinan lokal, menonton Tari Kecak Api, Berbelanja di Pasar Ubud, mengarungi jeram di Sungai Ayung, wisata museum, dan berkuliner ria.

Yuk, kita ke Bali! *langsung ngecek tanggal libur & harga tiket*

Gangster Squad: Classy Modern “Cowboys”

poster film Gangster Squad dari wikipedia (click to know more)

Cerita-cerita dan juga film-film bertemakan mafia, jaman 1920-1930an dan juga 1940-1950an di Amerika Serikat, ataupun film koboi, selalu menarik perhatian saya. Sebut saja: seri The Godfather, Magnificent Seven, Wild Wild West (the original), sampai dengan yang paling baru itu The Great Gatsby. Film-film seperti itu semacam punya daya tarik tersendiri, apalagi kalo semuanya jadi satu.. mungkin jadinya ya seperti film Gangster Squad.

Yep, film yang disutradarai Ruben Fleischer ini, menurut saya memadukan berbagai elemen yang menarik bagi saya. Yakni mafia, jaman 1940-1950an, dan juga koboi. Tembak-menembak, jaringan kejahatan, dengan gaya berkelas (classy) jadi ciri khas film ini, yang didukung juga oleh cerita yang – menurut saya – BAGUS. Ya.. mungkin bisa ditebak di beberapa titik cerita, tapi ya.. tetap saja bagus.

Bukan, ini bukan ala The Untouchables yang perpanjangan dari agen federal, Gangster Squad ini lebih ke sebuah unit khusus kepolisian kota beranggotakan beberapa orang Polisi yang melakukan “kejahatan” terhadap kejahatan. Fight fire with “fire”. Tepatnya, melawan bisnis yang jadi backup sebuah jaringan kejahatan, dengan cara dirampok, dibakar, dan “dihabisi” oleh para Polisi. Tapi semua uang ataupun penghasilan dari bisnis dari kejahatan itu ga diambil, melainkan tetap dihanguskan – semuanya.

Tembak-menembak, raut muka yang khas, hingga pakaian yang begitu menawan sesuai era 1940-1950an benar-benar membuat saya tak bisa melepaskan mata dari film berdurasi sekitar 113 menit ini. Film ini jadi berasa film koboi di era modern dengan gaya pakaian dan cara bertarung yang amat-sangat berkelas. Apalagi didukung akting dari Josh Brolin (Sgt. John O’Mara), Ryan Gosling (Sgt. Jerry Wooters), dan yang-cocok-banget-jadi-penjahat Sean Penn (Mickey Cohen), plus Emma Stone (Grace Faraday – yang muncul dikit banget, tapi tetep jadi pemanis film ini).

Jalan cerita dari film ini juga menurut saya cukup oke – walau muncul beberapa pertanyaan di beberapa tempat, sbb:

  1. Waktu rumahnya John O’Mara diserang kelompok suruhannya Mickey, sebuah mukjizat besar istrinya yang lagi mengandung dan siap-siap melahirkan ga (diceritakan) kena cedera sedikitpun dan melahirkan dengan selamat di bak mandi. IYA, DI BAK MANDI! – jadi penasaran, bak mandi buatan amrik bisa tahan peluru kali ya? *eh*
  2. Pas Conwell diserang penjahat, kok bisa dia ga sadar sama sekali ada orang dateng? Apa sebegitu kedap suaranya “markas” Gangster Squad atau headhphone, jadinya ga nyadar ada yang dateng? Atau, dia terlalu asyik nguping rumahnya Mickey?
  3. Trus, pas night club ditembakin dari luar buat nyerang salah satu “utusan” keluarga dari Chicago atau New York itu, kenapa pengunjung dari dalem night club ga ada yang nyadar sama sekali?

Tapi ya, itulah film. Kalo katanya @warm, nonton film itu harus optimize otak kanan – dengan kata lain, jangan kebanyakan mikir. Just enjoy the show.

Eiya, kalo katanya Wikipedia sih, selain Gangster Squad yang diceritakan di film ini, aslinya pada era 1940-1950an di Los Angeles emang ada Gangster Squad yang asli sih. Jadi penasaran ya, apa aksi-aksi mereka sama atau mendekati dengan yang ada di film ini.

Kamu udah nonton film Gangster Squad belom?

#TselNEDTrip: Jakarta-Semarang-Solo, 27-28 Juni 2013 with @Telkomsel

Bermula dari sebuah DM di twitter dan juga email, jadilah (sebelum) wiken lalu saya “jalan-jalan” ke Solo melalui Semarang dari Jakarta, barengan rombongan media dan Telkomsel yang lagi ngadain Network Drive Test. Tanggal pasti pelaksanaannya 27-28 Juni lalu.

Network Drive Test Telkomsel
Network Drive Test Telkomsel

Berdasar press release yang saya terima dari Telkomsel di perjalanan tersebut, rangkaian acara ini jadi salah satu persiapan menjelang musim Ramadan, mudik, Lebaran, dan arus balik buat ngetes jaringan dan sinyal Telkomsel. Berita lengkap seputar Network Drive Test dari Telkomsel, bisa dilihat di sini, di sini, atau di sini.

Kenapa Telkomsel ngadain Network Drive Test? Karena di musim Ramadan, mudik, Lebaran, dan arus balik nanti traffic komunikasi Telkomsel diprediksi meningkat. Tahu dari mana? Ya pastinya dari lesson learn tahun-tahun sebelumnya. Dan kenapa jalurnya Jakarta-Semarang-Solo? Kalo ga salah sih, berdasar percakapan di bus sepanjang jalur Semarang-Solo, jalur Jakarta-Semarang-Solo termasuk yang peningkatan traffic komunikasinya paling tinggi pada saat musim mudik dan Lebaran.

Alhasil, perjalanan yang saya pribadi awali dengan jadwal kereta commuterline paling awal dari stasiun terdekat dari rumah menuju stasiun kereta Gambir supaya sampe sana jam 5an pagi lewat, seluruh peserta #TselNEDTrip ngetes jaringan pake alat komunikasi (baca: smartphone, tablet, dan juga modem) masing-masing. Saya sendiri ngetes pake BlackBerry dan juga android.

Sepanjang perjalanan naik kereta Argo Muria buat rute Jakarta-Semarang, yang juga ada gerbong kereta wisata, peserta #TselNEDTrip ga berenti-berentinya dapet hiburan dan juga MAKANAN! :mrgreen: Hiburannya mulai dari live music, games yang dipandu MC @ichasasmita, dan juga film yang disetel secara sentral di dalam kereta. Oiya, sepanjang perjalanan juga ada penjelasan mengenai Network Drive Test dengan narasumber Nurdianto – Head of Radio Access Network Quality Management Jawa Bali Department Telkomsel, dan juga Pak Abdus Somad Arief – Direktur Network Telkomsel. Pas ikutan penjelasan itu, kalo ga berasa wartawan (lagi), ya.. berasa jadi mahasiswa teknik elektro telekomunikasi. 2 cita-cita tercapai sekaligus deh *eh*

Abdus Somad Arief - Direktur Network Telkomsel lagi ngasih penjelasan
Abdus Somad Arief – Direktur Network Telkomsel lagi ngasih penjelasan

Tiba di Semarang, abis rehat sejenak langsung aja lanjut perjalanan naik bus menuju Solo. Jujur, saya belum pernah ke Semarang, apalagi Solo. Kalo lewat-lewat aja, mungkin pernah. Tapi ga pernah sambil lihat-lihat pemandangan sekitar. Dan syukurnya, sambil naik bus itu saya jadi bisa lihat-lihat sekitar Semarang menuju Solo.

Sekitar jam 7-8an malam, sampailah di Solo. Langsung masuk hotel, dan siap buat gathering #TselNEDTrip. Apa aja yang disampein di gathering itu? Antara lain peresmian BTS On Air Telkomsel ke-7500 di 2013– yang totalnya jadi 62ribu se-Indonesia, mudik bareng Telkomsel, kesiapan posko mudik Telkomsel Siaga di jalur mudik, sampai dengan pemaparan hasil Network Drive Test. Berita lengkapnya bisa dilihat di sini, atau di sini. Kalo dari sisi saya pribadi, Network Drive Test-nya cukup berhasil karena Alhamdulillah, seluruh kebutuhan saya pake Telkomsel sepanjang perjalanan bisa terpenuhi. Ya pake aplikasi di smartphone, ya menelepon, ya terima telepon. Syukurnya lancar. Salah satu bukti kalo Telkomsel emang siap ngadepin musim Ramadan, mudik, Lebaran, dan arus balik. Mudah-mudahan pas hari H mudik dan arus balik, sinyal dan traffic komunikasi Telkomsel tetap lancar. 🙂

Peresmian BTS On Air Telkomsel ke 7500 di 2013, total jadi 62000. Di-mention juga lho sama @Telkomsel di http://t.co/ZkAMwbY2aI

Eiya, di gathering itu ada penampilan Isa Raja – yang ikutan X Factor itu lho, bersama bandnya. Ga lupa pula ada Magdalena yang nge-MC bareng Icha Sasmita. Jam berapa gatheringnya kelar? Yang pasti sih larut, dan saya SENENG! (yang ngikutin twit saya pasti tau kenapa saya seneng *eh*)

Besok paginya, rombongan dibagi jadi 2 kelompok – kelompok city tour pagi, dan kelompok city tour siang. Saya sebenernya kebagian kelompok city tour siang – secara flight saya ke Jakarta dijadwalkan setelah jam 6, tapi ya.. singkat cerita saya pun jalan duluan dengan city tour pagi. Ke mana aja? Yang pasti sih ke Laweyan! Belajar ngebatik, dan juga liat-liat suasana sekitar.

Kelar ngebatik, beberapa pria yang muslim pun beranjak Jumatan dekat dengan rumah makan yang udah ditentuin panitia #TselNEDTrip – saya juga Jumatan dong. 🙂 Kelar Jumatan, langsung makan siang dan sementara peserta city tour pagi langsung ke bandara Adi Soemarmo buat ngejar flight, saya dan @agushamonangan justru menuju tempat standby dari city tour sore. Agendanya pun ternyata sama, yakni ke Laweyan (lagi)! 😆 Ya… lumayan lah, kali kedua ke Laweyan di hari yang sama buat ngebatik, saya udah cukup lancar. :mrgreen:

Selesai dari Laweyan, langsunglah menuju bandara dan persiapan balik ke Jakarta. Walau “diwarnai” delay 1 jam karena faktor dari maskapainya, tapi ya Alhamdulillah, saya tiba di Soekarno-Hatta dengan selamat. Lebih bersyukurnya lagi, bisa nebeng pula dengan bis yang sudah disediakan panitia #TselNEDTrip yang menuju kantor Telkomsel di Gatot Subroto. Saya sih turun di sekitar Kuningan, baru kemudian pulang ke rumah.

Yang paling berkesan dari perjalanan #TselNEDTrip ini, selain karena (akhirnya) saya bisa liat-liat kota Solo, sbb:

1. Bisa liat pinggir laut secara dekat dari atas kereta Argo Muria. Iya, saya baru tau kalo jalur kereta api Jakarta-Semarang itu lewat pinggir laut persis. Kalo ga salah deket Pekalongan atau Batang itu ya. CMIIW.

Pinggir laut dilihat dari atas Argo Muria
Pinggir laut dilihat dari atas Argo Muria

2. Bisa foto bareng Magdalena! :mrgreen:

Foto bareng Magdalena
Foto bareng Magdalena

3. Bisa kenal (dan ketemu) dengan @agushamonangan, @IDberry, @aditawiharto, @mrbambang, dan masih banyak lagi rombongan #TselNEDTrip yang ga bisa saya sebut satu-persatu. Baik itu dari media, panitia, maupun dari Telkomsel.

4. Jadi tau beberapa istilah telekomunikasi dan juga teknis pelaksanaan Network Drive Test meski ga mendetail. Tapi, hal-hal semacam itu aja udah bikin saya seneng karena berasa jadi mahasiswa Teknik Elektro Telekomunikasi. :mrgreen:

5. Ngebatik di Laweyan! Yay! Ini hal yang jarang-jarang banget bisa saya lakukan, secara ngebatik langsung di salah satu wilayah yang emang terkenal dengan batik gitu lho.. 🙂

Ngebatik di Laweyan. Foto by @aditawiharto – https://twitter.com/aditawiharto/status/350450135798534144/photo/1

6. Trus apa lagi ya? *mikir*

Well, semoga hasil dari Network Drive Test kemarin terbukti kehandalannya saat hari H musim mudik dan arus balik kelak. Terima kasih Telkomsel! Thanks juga buat semua panitia dan rombongan yang udah ikut serta. 🙂

A Good Day to Die Hard: Running Out of Story?

poster taken from wikipedia  *click for page source*

Susah mati: ditembak, terluka, berdarah-darah tapi ga mati-mati. Bruce Willis, a.k.a. John McClane, si Polisi dari NYPD yang sempat pindah ke LAPD dan kemudian pindah lagi ke NYPD. Ya.. secara logis, kalo gampang mati ga bakal dong dia jadi tokoh utama di filmnya.. *eh*

Sejak Die Hard, Die Hard 2 (Die Harder), Die Hard 3 (Die Hard with Vengeance), dan Die Hard 4.0 (Live Free or Die Hard) total ada 4 film di seri Die Hard & John McClane ini – sebelum ada yang kelima ini. Sempet ngira bakal “abis” di film keempat, eh ga taunya dibuat film kelima dengan judul A Good Day to Die Hard.

Iya, saya kira bakal “abis” di film keempat karena menurut saya film keempat itu puncak dari “susah mati”-nya si John McClane dan juga penghabisan dari tokoh antagonis yang dimunculkan di setiap film. Well, film pertama berkisar pada penyanderaan sebuah gedung & perusahaan, film kedua pembajakan bandara & penyalahgunaan kemampuan militer, di film ketiga berkisar pada pembalasan dendam dari film pertama sekaligus pencurian emas, hingga film keempat berupa penyerangan menyeluruh terhadap sistem dan struktur kemapanan negara. Sudah seperti itu? Iya, ultimate story dari seluruh seri Die Hard menurut saya berpuncak di film keempat. Tapi nyatanya, itu cuman anggapan saya aja karena produser-produser Hollywood melanjutkan seri tersebut.

Siap-siap ada spoiler…

A Good Day to Die Hard adalah sekuel keempat sekaligus film kelima dari seri Die Hard. Bagus? Menurut saya cukup, tapi tidak cukup bagus. Iya, so-so lah.. kalo di skala 10, saya menilai film ini sekitar nilai 6 dan 7. Mungkin 6,5 tapi ya.. pokoknya antara nilai 6 dan 7. Kenapa? Karena menurut saya ceritanya “sedikit” dipaksakan.

Well, saya akui saya bukan Die Hard fans ataupun John McClane fans, tapi saya mengikuti perkembangan ceritanya dari film ke film. Dan, menurut saya film kelima ini dipaksakan karena sbb:

  1. John McClane dibuat melakukan aksinya di luar negerinya sendiri – terlepas dari keberadaan Jack McClane (anaknya) yang sedang melakukan operasi CIA. Iya, “dipaksa” melakukan aksi di luar negeri, karena di dalam negeri sudah ga ada “tantangannya” lagi.
  2. Chernobyl seperti dipaksakan masuk ke dalam film agar terlihat lebih masuk akal tentang bahan-bahan radioaktif yang tertinggal. Di dalam film, bahan-bahan radioaktif tersebut yang rencananya akan digunakan untuk teror yang lebih besar.
  3. Kehadiran anak gadis dari tokoh antagonis, yang dibuat seolah-olah sebuah twist di dalam cerita – namun tetap saja penonton akan melihatnya sebagai pemanis.
  4. Aparat keamanan Rusia terlihat kurang preparatif dan kurang responsif terhadap pengamanan sidang, dan pengeboman yang terjadi. Kalo emang bener tokoh Yuri itu jadi lawan dari salah satu pejabat negara, ya harusnya pengamanannya lebih oke dong. Apalagi pejabat negaranya bilang di awal film, “…semua orang di sidang itu orangku.” – atau mungkin justru karena itu, jadinya kurang ya pengamanannya?
  5. Petugas kepolisian jalan raya kurang terlihat sepanjang film – terutama di adegan pengejaran antara John McClane, antagonis, dan Jack McClane.
  6. Umm.. apalagi ya? *mikir*

Selain karena hal-hal yang seperti “dipaksakan” agar sesuai dengan plot cerita, film kelima Die Hard ini masih tetap mempertunjukkan beberapa poin positif mengenai cerita dan juga nilai (values) yang erat kaitannya dengan kehidupan nyata. Eng.. jangan langsung mengarah ke soal perjuangan mengejar penjahatnya ya, tapi coba ke hal-hal kecil yang (mungkin) diabaikan sehari-harinya. Mau tahu?

  1. Family does matters. Itu hal yang saya dapatkan dari A Good Day to Die Hard (dan juga dari film-film sebelumnya). Sebuah keluarga itu penting, tak peduli apa pun pekerjaanmu, seberat dan setangguh apapun hal yang harus dihadapi setiap harinya, keluarga tetap haruslah menjadi prioritas. Kenapa? Agar sebuah keluarga tetap harmonis, serta perkembangannya tetap baik.
  2. Komunikasi itu penting, terutama bagi orang-orang terdekat. Ya, ga musti setiap menit, setiap jam, ataupun setiap hari. Tapi masa’ iya seminggu sekali ga ada kabar sama sekali? Come on! Di jaman teknologi makin canggih setiap harinya, dan makin banyak pilihan komunikasi? Saya nulis ini, karena komunikasi dengan orang-orang terdekat seenggaknya bakal ngebuat mereka – yang kita anggap dekat, tetaplah merasa diperhatikan. Yes, I do believe in that.
  3. Let the officials do their work, don’t interrupt only if you’re requested to do that. Petugas pemerintah, aparat keamanan, dan masih banyak lagi elemen lembaga resmi tentunya lebih tahu apa yang harus dilakukan terhadap beragam situasi. Well, itu kan sudah jadi kewajiban dan bagian dari tugas/pekerjaan mereka. Kalo ada kemudian warga sipil, atau mungkin bagian dari mereka yang kebetulan mengetahui namun sedang tidak aktif bertugas, maka bukanlah kewajiban. Apalagi kalo udah soal yurisdiksi – coba kalo ga ngerti apa artinya, gugling deh.. 😛
  4. *mikir apaan lagi*

Itu sih menurut saya. Menurut kamu gimana? Atau jangan-jangan belom nonton?

(Fast &) Furios 6: Villains, Tank, and (of course) Cars

Fast & Furious 6

All roads lead to this. Begitu bunyi tagline sekuel ke-5 dari film The Fast & The Furious ini. Pertama baca tagline itu, ga sempet mikir macem-macem, kecuali kalo sekuel ini bakal jadi lanjutan yang terjadi di film sebelumnya – Fast Five, dan juga kemunculan lagi tokoh yang sempet (dikira) mati di Fast & Furious (film keempat/sekuel ketiga) – Letty. Sesuai dengan premis yang dibentuk oleh trailernya.

Udah, gitu doang. Sesederhana itu. Dan soal Owen Shaw (dan Joe Taslim yang jadi komplotannya)? Itu sih mikirnya sebagai “just another villain that will perfectly fit the movie.”

Udah, segitu aja? Iya. Kalopun ada yang kepikiran lagi ya paling penasaran sama perannya Joe Taslim di film itu. Bakal seperti apa sih, kalo aktor beladiri Indonesia main di sebuah film yang termasuk salah satu seri sukses buatan Hollywood?

Ada lagi? Ya.. ada sih, tapi ga seperti pemikiran-pemikiran di dua paragraf sebelumnya. *halah*

Anyway, ternyata pendapat yang bilang “make low expectations, and you’ll be surprise” itu benar adanya. Iya, seperti harapan saya terhadap film (Fast &) Furious 6 ini. Dari pemikiran-pemikiran saya yang ga gitu ngarep macem-macem, akhirnya saya emang beneran kagum dan cukup terkesan dengan filmnya.

Betul, film Furious 6 ini emang layak buat ditonton (siap-siap bisa jadi ada spoiler). Ada jagoan, ada penjahat, aksi kejar-kejaran mobil, aksi ledakan, aksi tembak-tembakan, dan juga twist. JUGA ADA TANK! Semua yang dibutuhkan sebuah film laga.

Dan juga, ada satu hal yang selalu ada (CMIIW) di setiap film Fast & Furious, yakni balapan mobil dengan taruhan. *tapi belom nemu link youtube-nya nih*

Plus ada scene Joe Taslim yang menghajar Tyrese & Sung Kang di Waterloo. (awas SPOILER!)

Tapi, ada beberapa hal yang masih ngegantung dan kurang, terutama dalam soal cerita. Iya, ceritanya kurang menggigit ketimbang film keempat (Fast & Furious) atau kelima (Fast Five). Ya, sah-sah aja kan saya bilang begitu? Kan saya juga nonton. :mrgreen:

Anyway, ada beberapa hal yang agak “rancu” atau menggantung dari film ini, antara lain: (awas ada spoiler ya!)

  1. Kalo emang Hobbs itu dari badan keamanan internasional, kenapa kaya’nya dia ga punya tim seperti di Fast Five?
  2. Kalo Owen Shaw itu jago dan lebih bos daripada Braga (penjahat di Fast & Furious – film keempat), kenapa dia malah ngelakuin sendiri semua aksi kejahatannya, dan bukannya kaya’ Braga yang lebih nyuruh kaki tangannya?
  3. Kalo emang ada penyusup di timnya Hobbs berupa Riley, kenapa timnya Owen Shaw harus susah-susah nyuri data soal timnya Dom Toretto ke Interpol? Bukannya lebih gampang lagi kalo lewat Riley itu?
  4. Trus di penghujung film, KENAPA kok tiba-tiba semua mobil yang dipake bisa ada harpoon (atau apalah itu namanya) yang bisa dipake buat nembak pesawat?

Jadi, itu pendapat saya. Kalo sampe kelak jadinya ga nonton filmnya karena kebanyakan spoiler, ya it’s your choice. Karena kalo saya sih, ada spoiler atau engga, ya.. saya tetep nonton filmnya. KARENA SAYA EMANG MAU NONTON.

Eiya, kalo komentar istri saya soal film Fast & Furious 6 ini begini: “Ya wajar aja jagoannya kalah berantemnya, ya cuma jago balapan doang tapi ga jago berantem kaya’ penjahatnya.”

NB: poster filmnya dari sini.

Kamu udah nonton Fast & Furious 6 belum?

Serunya Internetan Terus Pake Telkomsel Flash!

Dulu saya ga pernah ngerti kenapa pacar saya sering bener internetan: fesbukan, browsing, surfing pake hape. Iya, dulu masih pacar, sekarang kan udah jadi istri. :mrgreen: Btw, back to topic >> saya dulu kalo ga salah pernah komentar gini soal kebiasaan internetan via hape itu, “Ngapain sih internetan dari hape? Bukannya mahal ya per kilobyte datanya?” Dan jawabannya: “Ya ga mahal lah, kan pake paket internetan.”

Oh, paket internet. Jujur aja, saya tau paket internet buat nomer ponsel itu ya dari dia. Setelah tanya-tanya lagi soal paket internet itu, akhirnya saya pun tau lebih banyak soal paket internet. Berapa harganya, berapa kuotanya, dan gimana daftarnya. Dan, karena saya dan dia sama-sama pake operator nomer simPATI dari Telkomsel, tentunya paket internetnya pun pake Telkomsel Flash.

Pertamanya saya kirain paket internet Telkomsel Flash itu cuman buat dipake via modem doang. Tapi ya ternyata sejak begitu banyak hape pinter (smartphone) yang bisa dipake internetan, saya pun mulai langganan paket internetan Telkomsel Flash.

Cara buat langganannya gampang, tinggal ketik nomer *363# dan call, trus tunggu sampe ganti tampilan ke pilihan-pilihan paket. Kalo buat Telkomsel Flash, pilih aja nomer 2. Tunggu sampe ganti tayangan lagi, ke pilihan-pilihan paket.

*363* buat daftar telkomsel flash
*363* buat daftar telkomsel flash

Beda-beda lho pilihannya paket internetan Telkomsel Flash ini. Ada paket modem dan tablet, paket turbo, paket flash optima, paket flash ultima. Paket-paket itu juga bisa dipilih sesuai kuota yang dimau, juga bisa pilih jangka waktunya. Kalo mau tau apa aja, bisa juga diliat di http://mobi.telkomsel.com.

http://mobi.telkomsel.com
http://mobi.telkomsel.com

 

Pilihan Paket Telkomsel Flash
Pilihan Paket Telkomsel Flash

Kalo udah pilih paket pilihannya, tinggal tunggu notifikasi dari sistem. Dan, udah gitu bisa langsung internetan deh. Gampang kan? 🙂 Iya, segampang itu buat pilih langganan paket internetan Telkomsel Flash. Bayarnya juga gampang, tinggal potong pulsa aja. Ciyus deh.

Dan, kenapa saya awet pake Telkomsel Flash? Karena sinyalnya juga paling kuat! Dari semua operator seluler di Indonesia, cuman Telkomsel deh yang sinyalnya juara. Makanya, langganan Telkomsel Flash juga ga perlu takut sinyal ilang, atau nunggu sinyal penuh baru bisa internetan.

Dan, sinyal yang terus penuh juga didukung sama teknologi 3,75 G! otomatis, wus-wus deh internetannya.. Asoy bener, jadi ga perlu nunggu lama buat load halaman ataupun akses aplikasi. Kalo udah gini, bisa-bisa ga berasa kuota udah abis aja.. #pengalaman 😆

Oiya, kalo dulu pernah ada yang tau soal “trio” *88x#, pasti tau kalo *889# bisa dipake buat cek value added services yang kita punya. Dulu, di *889# ya paling ngecek akun gratisan yang kita punya, trus gimana sekarang? Nah, akses *889# itupun masih bisa diakses buat ngecek pemakaian kuota internet kita. Sisanya berapa, jangka waktunya sampai kapan, dan lain-lain.

Aaaanyway, pas ngecek di sini, saya #barutau kalo paket Telkomsel Flash itu ada beragam. Bisa dari kartuHalo, simPATI, maupun juga kartuAS. Asik juga ya.. pake produk manapun, bisa beli dan pake paket internetan Telkomsel Flash.

Apapun produknya, Telkomsel Flash internetannya
Apapun produknya, Telkomsel Flash internetannya

Saking asiknya, sampe pengen internetan terus.. langganan terus.. pake Telkomsel Flash di hape apapun. Kamu juga kan?

What Makes a Media So Unique?

Sudah lazim dan jamak diketahui, sebuah produk apabila ingin bertahan cukup lama maka ia wajib memiliki ciri khas. Hal serupa juga berlaku untuk produk media, baik media cetak, media elektronik, hingga media digital atau online. Meskipun bentuk dan cara penyampaiannya berbeda, namun faktor-faktor yang dapat membuat sebuah ciri khas kurang lebih sama. Penasaran?

Sebelum melangkah lebih jauh, sebuah media dapat disebut memiliki ciri khas atau unik apabila,

  1. Memiliki elemen yang tak dimiliki media lain,
  2. Memiliki “tribe” atau pengikut/pembaca setia,
  3. Memiliki jaringan nasional,
  4. Dimiliki oleh jutawan atau politisi berpengaruh – iya, hal ini lazim terjadi,
  5. Setiap edisi atau terbitannya, terjual hingga jutaan eksemplar,
  6. Selalu diingat oleh banyak orang.

Setiap alasan atau faktor pembeda itu dapat dilakukan satu persatu secara bertahap atau salah satu dan yang lain akan mengikuti. Setiap langkah tentu ada yang mudah, dan ada tidak mudah. Kira-kira, manakah yang lebih mudah?

Memiliki elemen media yang tak dimiliki oleh media lain.

Iya, memiliki elemen yang tak dimiliki oleh media lain adalah salah satu langkah yang “mudah”. Disebut mudah, karena berarti menciptakan dan mengembangkan daya tarik yang tak dimiliki oleh media lainnya. Bisa dari elemen fisik: tampilan, warna, ukuran, hingga elemen non-fisik: gaya bahasa, kolom, hingga isi dari media tersebut.

Lalu, elemen mana dulu yang harus dikerjakan? Berdasar pengalaman dan juga hasil pengamatan selama beberapa lama, elemen non-fisik lebih baik dikerjakan terlebih dulu. Kenapa? Karena usianya lebih panjang, dan daur hidupnya lebih lama ketimbang elemen fisik. Selain itu, elemen fisik juga bergantung kepada faktor teknis seperti percetakan, materi pembentuk, hingga kecepatan koneksi internet – untuk media digital/online.

Oke, apabila ada pertanyaan atau kebingungan, harap dicatat terlebih dulu untuk kemudian ditulis di bagian kolom komentar. Sementara itu, lanjut dulu kepada apa saja elemen non-fisik yang harus dikerjakan. Yakni, sebagai berikut,

  1. Kolom,
  2. Laporan khusus,
  3. Galeri foto/gambar tematis,
  4. Galeri foto/gambar terjadwal,
  5. Serial.

Kolom memiliki beberapa arti. Salah satu artinya adalah pembagian paragraf dalam tulisan/artikel agar lebih enak dibaca. Arti lainnya adalah bentuk tulisan/artikel yang ditulis oleh seorang ahli atau yang spesifik sesuai bidangnya. Biasanya penulisnya akan disebut kolumnis, dan memiliki gaya bahasa yang tak bisa ditiru oleh orang lain. Mengapa kolom dapat membuat sebuah media lebih unik? Karena tulisan kolumnis biasanya memiliki pembaca setia, dan tulisannya hanya akan didapat di sebuah media tidak di yang lainnya.

Laporan khusus atau special report adalah laporan pemberitaan mengenai event tertentu pada masa tertentu. Laporan ini dibuat oleh media dalam rangka khusus dan takkan dimuat ulang lagi di waktu lainnya. Kenapa laporan khusus dapat membuat sebuah media lebih unik? Karena tak semua media akan membuat laporan khusus mengenai sebuah event. Bahkan apabila media pembuat laporan khusus ini memiliki hak khusus sebagai media partner, maka ia akan mendapatkan material untuk laporan khusus yang tak dimiliki oleh media lain non-partner dari sebuah acara.

Galeri foto/gambar tematis adalah kumpulan foto/gambar yang memiliki tema tertentu. Biasanya temanya disesuakan dengan tanggal/waktu, hingga tren terkini. Media yang memiliki kumpulan foto/gambar yang banyak biasanya akan menarik pembaca untuk melihat lebih sering, dan bahkan mengoleksinya. Kenapa galeri foto/gambar tematis dapat membuat sebuah media lebih unik? Karena tak semua media memilikinya. Foto atau gambar yang termasuk ke dalam galeri tematis ini, haruslah sebuah karya jurnalistik yang bisa jadi haknya eksklusif dimiliki fotografer pembuatnya, dan tak dimiliki oleh media lainnya.

Galeri foto/gambar terjadwal adalah kumpulan foto/gambar yang jadwal terbitnya sudah dijadwalkan disesuaikan dengan penanggalan atau peristiwa yang sudah diketahui orang banyak. Maksud pembuatan galeri ini adalah untuk mengikuti tren peristiwa dan juga menarik khalayak ramai untuk melihat/membaca. Kenapa galeri foto/gambar terjadwal dapat membuat sebuah media lebih unik? Karena walaupun sudah hampir pasti akan dilakukan banyak media dalam waktu bersamaan, namun penyajiannya takkan ada yang sama. Semakin banyak media yang menyajikan, semakin unik penyajian galeri ini, dan membuat setiap media yang menyajikannya lebih unik.

Serial atau tulisan berseri adalah penulisan artikel berita/peristiwa yang dibuat bersambung pada setiap terbitan. Biasanya, serial ini dikaitkan dengan tokoh, tanggal penting, hingga acara penting. Dalam jangka waktu tertentu, akan ada bagian tertentu dari sebuah media yang akan membahas satu tema, namun bersambung dari hari ke hari. Biasanya, serial juga akan ditandai dengan grafis yang berbeda. Kenapa serial dapat membuat sebuah media lebih unik? Karena tidak setiap media memiliki kekuatan dan juga ide yang sama.

Ilustrasinya bisa dilihat juga di slide berikut,

Ada komentar? Silakan tulis di bawah atau senggol aja twitter saya. 🙂

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.