Cara Jitu Mengatasi “Kuis Hunter”

Pernah ikutan kuis atau lomba-lomba yang diselenggarakan di internet? Atau, pernah sebaliknya, membuat lomba-lomba atau kuis yang diselenggarakan di internet? Kalau jawabnya pernah, pasti tahu dengan yang namanya “kuis hunter”. Iya, para pemburu kuis yang memiliki akun dengan tujuan utama untuk mengikuti kuis – di segala macam platform (facebook, twitter, dll), dan acapkali membuat “banjir” timeline dengan aktivitas mereka.

Blogpost kali ini tidak akan memberi penilaian berupa positif atau negatif terhadap “kuis hunter” tersebut, melainkan cara jitu untuk mengatasi mereka. Mengatasi di sini bukan tentang mengesampingkan para “kuis hunter”, akan tetapi mengatasi untuk menjaga agar aktivitas (lomba dan kuis) yang dibuat menjadi lebih tertata dan juga memiliki kualitas yang baik.

Cara-cara mengatasinya antara lain sebagai berikut,

1. Photo/design contest.

Membuat kontes foto dan atau desain, menjadi salah satu cara untuk mengatasi “kuis hunter”. Kenapa? Karena foto dan atau desain membutuhkan usaha (effort) yang cukup berlebih bagi para pesertanya. Kenapa? Karena setidaknya peserta “harus” membuat hasil foto yang menarik, konsep desain yang unik, hingga akhirnya setelah selesai diunggah (upload) dan kemudian dinilai oleh juri.

Menurut saya pribadi, cara ini tentunya akan membuat kuis/lomba menjadi lebih tertata dan memudahkan juri untuk menilai dan menentukan pemenang.

2. Product buying related promo.

Dengan begitu mudahnya internet diakses, “kuis hunter” akan menjamur dengan mudah pula. Berbekal dengan koneksi internet “gratis” (atau lebih tepat dibilang murah), para “kuis hunter” akan dengan mudahnya pula untuk mengikuti kuis di berbagai platform. Tapi, apabila para “kuis hunter” diminta untuk mengikuti lomba/kuis dengan syarat harus memiliki/membeli produk tertentu, maka kecenderungannya akan lebih kecil untuk ikut di kuis/lomba tersebut.

Menurut saya pribadi, cara ini akan menghasilkan para peserta kuis/lomba yang benar-benar loyal dengan produk/brand yang menjadi dasar kuis/lomba tersebut. Serta tentunya, akan memudahkan penilaian apabila ada produk output yang ditentukan.

3. Blog contest.

Beberapa kali saya mengikuti blog contest (dan sempat mengurus blog contest juga :mrgreen: ), cara blog contest ini cukup bisa mengatasi para “kuis hunter”. Aspek-aspek penilaian blog contest yang cukup banyak seperti isi blog, cara tutur, pemilihan kata, cara penyampaian topik, hingga jumlah komentar, dan usia dari blog itulah yang mampu mengatasi “kuis hunter”. Sehingga, input dari blog contest akan didapatkan yang sesuai target.

Menurut saya pribadi, cara blog contest ini juga membutuhkan effort (usaha) yang cukup tinggi dan menuntut kreativitas dari para pesertanya. Sehingga, para peserta tentu akan mengerahkan segenap kemampuannya agar dapat memenangkan hadiah.

Akan tetapi, ketiga cara tersebut tetap takkan bisa mengatasi para “kuis hunter” apabila,

  1. Penentuan pemenang (juga) didasari oleh jumlah like.
  2. Penentuan pemenang (juga) ditentukan oleh jumlah share.
  3. Produk yang disyaratkan untuk mengikuti kuis/lomba tidak memiliki keunikan di masing-masing unit, sehingga sekali beli produk, dapat digunakan oleh banyak orang/berkali-kali.

Itu menurut saya. Kalau menurut kamu bagaimana?

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.

Spread the love

A happy family-man. Lives in Jakarta. Currently working in advertising, marketing, communication, social media, & strategic planning.

7 Comments

  1. nah, ini nih postingan yg saya cari, saya selalu bingung pas mau bikin soal buat kuis

    makasih idenya, mas :mrgreen:

  2. sama-samaaaaa… :mrgreen:

    ini juga didapat berdasar hasil pengalaman sih.

  3. misi aku mau tanya dong kalau buat kuiz di twitter biasanya yang buat mereka tertarik apa ya 🙂

  4. Bung Billy ini juga suka ikut kuis, tapi seolah-olah benci sama kuis hunter. Iri ya Bung?

    Anda juga sering menang di kuis yang di-handle sama teman Anda kan?

    Memangnya kuis hunter merugikan Anda?

  5. iri? engga.

    coba tolong dibaca lagi di blogpostnya, ada tulisan saya benci ga? atau, tolong tunjukin tulisan yang menunjukkan kalo saya benci kuis hunter.

    anyway, coba tolong baca juga kalimat sbb: “Mengatasi di sini bukan tentang mengesampingkan para “kuis hunter”, akan tetapi mengatasi untuk menjaga agar aktivitas (lomba dan kuis) yang dibuat menjadi lebih tertata dan juga memiliki kualitas yang baik.”

    oiya, soal pendapat “sering menang…” itu terima kasih ya. saya anggap itu doa — karena kata “sering” di situ sepertinya relatif. keliatannya bagi anda itu sering, menurut saya pribadi ga sering, karena ada yang lebih sering.

    dan soal merugikan? sepertinya saya ga perlu jawab. karena itu bisa jadi menurut saya merugikan, menurut anda tidak.

    anyway, takut ya saya cari-cari sampe akhirnya nulis ga pake nama & nulis emailnya sembarang?

  6. Artikel anda menarik, tapi seolah-olah anda benci dengan kuter. Kuis hunter banyak dinilai sebagai sosok yang merugikan “Bagi sebagian orang yang benci kuis hunter”. Pengertian kuis hunter menurut saya adalah Orang yang suka mengikuti kuis itu namanya kuis hunter.

    Misal dalam suatu kasus, ada promo berhadiah ipad, yang diharuskan membeli sebuah produk misalnya makanan tingan terus disuruh twitpic struk pembeliannya, kuis hunter yang ikut tetap membeli produk tersebut kok, emang kuter tidak bisa membeli produk tersebut? demi bisa ikut kuis mereka rela membeli produk itu<<= ini sudah usaha lho 🙂

    Kemudian ada lagi kontes foto, kuis hunter yang pengen ikutan, mereka juga berfoto sesuai peraturannya, misal disuruh foto selfie sama produk mereka (penyelenggara) kuis hunter juga nurutin

    Perusahaan gak bakal menolak kuis hunter selama kuis hunter tersebut mentaati peraturan kuis/kontesnya.

    adalagi, misal anda bukan orang yg suka kuis hunter, tapi dalam suatu kasus anda memfollow akun brand yang anda sukai, misalnya Sams*ng. Kemudian akun brand tersebut mengadakan sebuah kuis berhadiah android. Lalu anda tertarik dan mengikutinya, tetapi anda tidak menang. Kemudian suatu saat brand tersebut ngadain kuis lagi dgn hadiah yg sama, kmudian anda ikutan lagi <<= Secara tidak langsung anda di sebut kuis hunter bung. 🙂

    kuis hunter bukanlah orang yang merugikan perusahaan,Tapi kenyataannya, justru banyak perusahaan yang mention saya untuk di share info kuisnya ke followers yang didominasi kuis hunter. REAL NO HOAX!

    Terimakasih 🙂

  7. kalau saya malah sedang mau membuat kuis, dengan penentuan pemenang (juga) ditentukan oleh jumlah share / share terbanyak, tapi yang saya bingung bagaimana saya tau jumlah share pesaerta kuis. mohon bantuanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− three = 2