Berubah?

Pertanyaan itu yang begitu banyak saya terima begitu masuk ke 2011 ini. Singkat kata, saya jawab saja tidak berubah. Walau begitu, sudah pasti ada yang berubah. Salah satunya antara lain adalah usia. Sepandai-pandainya manusia, takkan pernah bisa mengakali usia. Begitupula dengan blog ini, seiring berjalannya waktu, usianya pun bertambah. Seperti halnya ketika kita memasuki tahun yang baru.

Tahun kemarin, saya sempat membuat sebuah keinginan untuk 2011. Iya, diawali dengan membuat sebuah resolusi mengalihkan penggunaan bahasa di blog ini dengan Indonesia. Lebih karena saya memang orang Indonesia, dan sehari-hari saya menggunakan bahasa Indonesia. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan saya akan menggunakan bahasa lain seperti Inggris untuk postingan di blog ini, tapi sesekali.

Jadi, sudah berubah dong?

Bisa iya, bisa tidak. Jika saya hanya mengubah penggunaan bahasa saja, tapi kemudian tidak memperbaharui blog ini, berarti percuma saja usaha yang saya lakukan. Saya perlu lebih rajin lagi untuk memperbaharui blog ini, mengisinya dengan ide, pikiran, konsep, usulan, dan berbagai macam hal yang bisa saja muncul dari otak, pikiran, kepala, pandangan, tangan dan perilaku saya. Apapun!

Dan, untuk memberi semangat baru bagi saya untuk lebih mau berubah dan tetap semangat mengisi blog ini, saya pun sedikit demi sedikit mengubah blog ini. Dimulai dari tampilan, hingga deskripsi di bawah judul. Iya, saya beralih dari blog dengan tampilan 3 kolom yang bertahan sejak pertama kali blog ini berdiri sekitar 2 tahun yang lalu, menjadi 2 kolom. Alasannya, saya ingin lebih mengedepankan isi dari postingan saya ketimbang tampilan kolom saya. Sesederhana itu.

Sementara itu, deskripsi di bawah judul blog ini pun berubah sejak semula “The Unspoken Writings” menjadi “engineer wannabe | penulis | pekerja media | pegiat daring”. Iya, kumpulan empat frasa-kata itu menjadi deskripsi blog ini, dan saya harap sekaligus bisa menjadi deskripsi singkat diri saya, tanpa orang harus mengklik halaman ini. Kenapa saya memilih keempat frasa-kata tersebut? Berikut penjelasan singkatnya,

– Engineer wannabe — tak lain merupakan cerminan kondisi saya yang merupakan lulusan Diploma 3 jurusan Teknik Mesin. Saya begitu ingin melanjutkan ke jenjang S1 hingga menjadi Sarjana Teknik (Engineer), namun belum ada kesempatan saja. Jadilah, engineer wannabe sebagai cerminan sisi cita-cita terpendam saya.

– Penulis — hal ini sudah jelas merupakan kegiatan saya, dan saat ini menjadi profesi saya. Baik itu di tempat kerja saya, maupun sebagai hobi. Penulis mencerminkan saya dari sisi jati diri.

– Pekerja media — frasa ini saya anggap cukup mewakili pekerjaan yang sedang saya jalani saat ini. Resminya, saya adalah seorang Redaksi di sebuah media terbitan nasional, namun jangkauan kegiatan yang saya lakukan tak hanya sebagai seorang redaksi, tapi juga berbagai kegiatan yang berkaitan dengan media tersebut. Jadilah, pekerja media lebih tepat untuk mendeskripsikan saya, dari sisi pekerjaan.

– Sementara terakhir, pegiat daring — saya anggap ini mewakili kegemaran saya untuk tetap berada dan eksis di dunia internet dan online (dalam jaringan/daring). Saya gemar ngeblog di sini, ngeblog juga di sana, ngetwit, ngeplurk, ngoprol, dan masih banyak lagi. Intinya, saya senang eksis! Sehingga pegiat daring menjadi cerminan sisi keseharian.

Sepertinya cukup demikian yang bisa saya sampaikan. Jadi, andai kata ada yang bertanya kembali apakah saya berubah, bisa ditemukan jawabannya di postingan ini.

Yuk ah,, ngeblog lagi!

Spread the love

A happy family-man. Lives in Jakarta. Currently working in advertising, marketing, communication, social media, & strategic planning.

1 Comment

Comments are closed.