Posts By: Billy Koesoemadinata

#11

“Sudah kuduga akan menemukanmu di sini.” Seorang wanita berdiri di samping mejaku. Raut mukanya tampak tak senang. Aku menatapnya dengan malas-malasan. “Hai, Reiko.” “Kenapa kau tidak masuk kuliah?” Aku diam. Tak menjawab. Reiko duduk di kursi depanku. Aku menatap ke luar jendela kafetaria. Hujan. “Ghita-chan?” “Entahlah.” “Apa maksudmu dengan ‘entahlah’ itu?” “Aku tidak tahu.” “Ada… Read Article →

#10

KRIING! Sambil terpejam, kugapai meja. KLIK! Dering wekerku berhenti. Duh, aku masih ngantuk! Kubuka mata. Kutatap langit-langit kamarku. Sepertinya, aku baru tidur sebentar saja setelah mengobrol panjang lebar dengan Hikaru malam tadi. Kok sudah pagi lagi, sih? Males, nih! Kusingkirkan selimutku. Aku turun dari ranjang. Enggan, kumasuki kamar mandi. Langkahku terseret-seret. Mataku serasa masih lengket… Read Article →

#9

“Kau tidak mengantuk?” “Memang kenapa?” Hikaru mendekatiku yang sedang berbaring di lantai sambil menonton TV. “Aku lelah.” “Oh. Tidurlah di sampingku.” Hikaru merebahkan tubuhnya di sampingku. Malam sudah cukup larut. Wajar saja Hikaru lelah. Perlahan, ia memejamkan matanya. Aku tetap menonton TV. “Ghita-chan?” “Hmm…” “Kau belum menjawab pertanyaanku tadi.” “Yang mana?” “Dari mana kau mengenal… Read Article →

#8

Aoshi berjalan menduluiku ke tempat parkir. Aku mengikutinya dari belakang. Ia membawa sebagian buku-buku yang kupinjam. Jalannya cukup cepat, sehingga aku agak kerepotan juga mengikutinya. Mungkin, ini kebiasaan orang Jepang. “Ghita! Sebelah sini! Ayo kemari! Mobilku di sini!” Aku menuju arahnya. Aku berhati-hati agar buku-buku yang kubawa tak jatuh lagi. Saat sampai, aku terkejut. Aku… Read Article →

#7

“Hei, kalau lagi makan, nggak boleh bengong!’ Teguran Hikaru menyadarkanku. Sepertinya, dari tadi aku termangu dengan memegang sendok serealku tanpa menyuapkannya ke dalam mulut. Hah? “Kau kenapa sih, akhir-akhir ini?” “Apa? Aku? Tidak apa-apa.” “Benarkah? Lalu kenapa kau sepertinya lebih sering dan gampang hilang kesadaran?” “Ah, memangnya seperti itu?” “Lalu, kenapa kau dari tadi memegang… Read Article →

Scroll To Top